Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA PERILAKU DAYA DUKUNG FRIKSI TIANG PANCANG PADA TANAH LEMPUNG Muhammad Mukhlisin
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.577

Abstract

Pondasi pad konstruksi jembatan pada umumnya menggunakan pondasi dalam berupa tiang. Daya Dukung pondasi tiang dipengaruhi oleh parameter tanah yaitu sudut geser dalam (j) dan kohesi (c). Kedua parameter tanah ini dipengaruhi oleh kadar air yang disebabkan oleh perubahan iklim. Pada jenis tanah lempung kondisi tersebut akan mengakibatkan tanah mengalami pengembangan dan penyusutan. Kondisi ini diduga sebagai faktor utama yang mempengaruhi kegagalan struktur pondasi. Penelitian ini menjelaskan pola perilaku perubahan daya dukung friksi pondasi tiang grup akibat perubahan kadar air terhadap waktu melalui pembebanan skala laboratorium. Percobaan dilakukan menggunakan tanah lempung di kampus Politeknik Negeri Semarang, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Model menggunakan tanah remolded dengan 4 buah tiang pancang Ø16 mm, yang direndam dan didiamkan pada suhu ruang dengan durasi waktu 1,3, dan 7 hari. Penelitian ini menggambarkan sebuah fenomena bahwa jenis tanah lempung yang digunakan setelah mengalami penjenuhan dan pengeringan pada suhu ruang, daya dukung friksi tiang tidak kembali seperti kondisi awal walaupun kadar air sudah sama atau lebih rendah dari kondisi awal.
ANALISA PERILAKU DAYA DUKUNG FRIKSI TIANG PANCANG PADA TANAH LEMPUNG Muhammad Mukhlisin
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.749

Abstract

Pondasi pad konstruksi jembatan pada umumnya menggunakan pondasi dalam berupa tiang. Daya Dukung pondasi tiang dipengaruhi oleh parameter tanah yaitu sudut geser dalam (j) dan kohesi (c). Kedua parameter tanah ini dipengaruhi oleh kadar air yang disebabkan oleh perubahan iklim. Pada jenis tanah lempung kondisi tersebut akan mengakibatkan tanah mengalami pengembangan dan penyusutan. Kondisi ini diduga sebagai faktor utama yang mempengaruhi kegagalan struktur pondasi. Penelitian ini menjelaskan pola perilaku perubahan daya dukung friksi pondasi tiang grup akibat perubahan kadar air terhadap waktu melalui pembebanan skala laboratorium. Percobaan dilakukan menggunakan tanah lempung di kampus Politeknik Negeri Semarang, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Model menggunakan tanah remolded dengan 4 buah tiang pancang Ø16 mm, yang direndam dan didiamkan pada suhu ruang dengan durasi waktu 1,3, dan 7 hari. Penelitian ini menggambarkan sebuah fenomena bahwa jenis tanah lempung yang digunakan setelah mengalami penjenuhan dan pengeringan pada suhu ruang, daya dukung friksi tiang tidak kembali seperti kondisi awal walaupun kadar air sudah sama atau lebih rendah dari kondisi awal.
ANALISIS HASIL PEMBUATAN PETA KONTUR DENGAN METODE POLIGON TERTUTUP MENGGUNAKAN PROGRAM SURFER 15 DI AREA GEDUNG DIREKTORAT POLITEKNIK NEGERI SEMARANG (AREA GEDUNG DIREKTORAT - PKM - GEDUNG SC - GEDUNG KERJA SAMA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG): ANALISIS HASIL PEMBUATAN PETA KONTUR DENGAN METODE POLIGON TERTUTUP MENGGUNAKAN PROGRAM SURFER 15 DI AREA GEDUNG DIREKTORAT POLITEKNIK NEGERI SEMARANG (AREA GEDUNG DIREKTORAT - PKM - GEDUNG SC - GEDUNG KERJA SAMA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG) Edo Wiguna; Roselina Rahmawati; Muhammad Mukhlisin; Leily Fatmawati; Teguh Mulyo Wicaksono; Lely Angraeni Wijaya
Bangun Rekaprima Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v12i1.7508

Abstract

This study aims to analyze the results of contour map creation using the closed polygon method through the Surfer 15 program in the area of ​​the Semarang State Polytechnic Directorate Building, which includes the area of ​​the Directorate Building - PKM - SC Building - Cooperation Building. Contour map creation was carried out to determine the topographic conditions and characteristics of the land slope in the area, which affect the planning and development of campus infrastructure. The methods used in this study include collecting coordinate and elevation data in the field, data processing using the closed polygon method to obtain high accuracy in positioning, and land surface modeling with Surfer 15 software. The results of data processing are presented in the form of contour maps and cross-sections and longitudinal sections, which are then analyzed to determine the level of land slope in each measurement segment. From the analysis results, it was found that the topography in the section of the Directorate Building - PKM - SC Building - Cooperation Building showed significant variations in height. Based on the measurement results, the slope of the land in the cross section A–A (Directorate–PKM) is 5.12%, section B–B (Directorate–PKM) is 3.59%, section C–C (Directorate–SC Building) is 7.94%, and the longitudinal section of the Tennis Court–Workshop Building has a slope of 2.44%. These values ​​indicate that the research area has varying elevation differences, with a tendency of gentle to moderate slopes. Overall, the results of this study indicate that the closed polygon method and modeling with Surfer 15 are able to provide an accurate and detailed topographical picture of the land conditions in the Semarang State Polytechnic environment. This land slope information can be used to support spatial planning, drainage, and the development of more efficient and sustainable campus facilities.