Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Chemurgy

Pemanfaatan Limbah Lemak Ayam Broiler (Gallus domesticus) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel Melalui Proses Transesterifikasi Reysha Vinanza Pratama; Mardiana Mardiana; Helda Niawanti
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Chemurgy-Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.757 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v2i2.2232

Abstract

Biodiesel adalah alkil ester dari rantai panjang asam lemak yang berasal dari bahan lemak seperti nabati atau lemak binatang. Biodiesel merupakan bahan bakar diesel alternatif dari bahan mentah yang dapat diperbaharui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persentase katalis NaOH pada pembuatan biodiesel dari lemak ayam terhadap penurunan persentase free fatty acid (FFA), nilai densitas, yield, dan persentase fatty acid methyl ester (FAME) dengan proses transesterifikasi. Bahan baku yang digunakan berupa lemak ayam yang didapatkan dari pedagang ayam di “Pasar Pagi Kota Samarinda”. Kondisi operasi dari proses transesterifikasi pembuatan biodiesel yaitu temperatur 60° C, kecepatan pengadukan pada skala 5, waktu transesterifikasi 75 menit, serta rasio molar perbandingan minyak ayam dan metanol adalah 1:6. Variasi katalis yang digunakan yaitu 0,25 %, 0,5 %, 0,75 %, 1 %, 1,25 % yang dilakukan secara duplo. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan FFA terbesar yaitu pada variasi katalis 1% sebesar 2,7164%, densitas seluruh sampel sesuai dengan SNI yaitu 850-890 kg/m3, yield terbesar yaitu pada variasi katalis 0,25% dengan nilai rata-rata sebesar 77,395 %, serta kadar FAME yang dihasilkan pada persentase katalis 1% adalah sebesar 45,1679 %.Kata kunci: biodiesel, lemak ayam, katalis, transesterifikasi, duplo.
REVIEW PERKEMBANGAN METODE PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PEMURNIAN DALAM PEMBUATAN BIODIESEL Helda Niawanti
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4107

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang digunakan pada mesin diesel. Biodiesel dapat diproduksi dari berbagai jenis biomassa yang ada di alam. Pengolahan biodiesel adalah proses konversi dari trigliserida menjadi fatty acid metil ester (FAME). Metode produksi biodiesel berkembang dengan berbagai macam proses yang dipilih berdasarkan kondisi bahan baku dan kualitas biodiesel yang ingin dicapai. Produksi biodiesel dapat menggunakan metode konvensional seperti esterifikasi dengan katalis asam dan transesterifikasi dengan katalis basa. Selain itu juga terdapat metode baru seperti proses subkritis dan superkritis dengan tanpa adanya katalis. Metode umum pemurnian biodiesel adalah dengan proses wet washing dan dry washing, suatu metode konvensional untuk menghilangkan kotoran biodiesel seperti sabun, katalis, gliserol dan residu alkohol menggunakan air sebagai bahan pencuci. Selain itu, asam juga dapat digunakan sebagai bahan pencuci, seperti asam fospat, asam sulfat dan asam klorida. Dry washing merupakan metode pemurnian menggunakan resin penukar ion. Proses pemurnian biodiesel juga bisa dilakukan dengan menggunakan membran. Selain itu, juga ada cairan ionik dan pelarut eutektik yang terbentuk dari campuran garam halida organik dan senyawa organik yang bisa diaplikasikan dalam pemurnian biodiesel. Kata kunci: biodiesel, pemurnian, metode, FAME, bahan bakar
PENGARUH RASIO PATI DAN KITOSAN TERHADAP SIFAT FISIK BIOPLASTIK DARI PATI BIJI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) Ari Santoso; Wemphy Ambalinggi; Helda Niawanti
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Chemurgy-Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i2.3577

Abstract

Penggunaan plastik sintetik setiap harinya semakin meningkat. Plastik sintetik sulit terdegradasi di alam sehingga diperlukan plastik yang terbuat dari bahan alam yang mudah terdegradasi atau bisa disebut dengan bioplastik. Salah satu bahan alam yang bisa digunakan adalah pati dan kitosan. Pati yang digunakan pada penelitian adalah pati dari biji cempedak. Pembuatan bioplastik dapat dilakukan dengan bahan pati, kitosan, gliserol, asam asetat, dan akuades. Metode pembuatan bioplastik yang digunakan adalah pemanasan selama 30 menit pada suhu 80˚C. Variabel yang digunakan yaitu variasi massa pati dan kitosan 1:1 ; 1:2 ; dan 1:3. Uji bioplastik yang dilakukan pada penelitian ini antara lain uji daya serap air dan uji biodegradasi. Berdasarkan hasil uji daya serap air rasio massa pati dan kitosan 1:1 memiliki daya serap yang paling kecil sebesar 23,94% dan untuk hasil uji biodegradasi rasio massa pati dan kitosan 1:3 mengalami degradasi dengan cepat sebesar 35,17%.Kata Kunci : pati, biji cempedak, kitosan, bioplastik, daya serap air, biodegradasi