Misnawi Misnawi
IAIN Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KONSEP SHAHA Misnawi Misnawi; Mohammad Farah Ubaidillah
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ahsana Media: Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.971 KB) | DOI: 10.31102/ahsana..6.2.2020.71-80

Abstract

Dalam Islam, shaha>datayn (dua kalimat shaha>dah) menjadi kunci utama bagi siapapun yang ingin menjadi mu’min dan muslim. Karena, dengan pernyataan shaha>datayn tersebut menunjukkan bahwa seseorang telah mengakui dengan sungguh-sungguh keesaan Allah dan kerasulan nabi Muhammad saw. Walaupun faktanya banyak orang yang mengaku muslim tapi perbuatannya tidak sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba untuk menjelaskan dan menganalisa bagaimana seharusnya shaha>dah itu bisa merepresentasikan keimanan seseorang dan mengantarkannya menjadi muslim yang baik. Kajian ini bersifat deskriptif-analitis, terutama berdasarkan pada ayat-ayat dalam al-Qur’an, selain hadis dan pendapat ulama’. Dalam al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang persaksian akan keesaan Allah seperti dalam surat al-Baqarah ayat 208 dan pembenaran akan kerasulan nabi Muhammad saw dalam surat Ali Imra>n ayat 86. Hasil analisa menunjukkan bahwa Shaha>dah tidak cukup diucapkan saja, tapi juga harus berwujud keyakinan yang diikuti ketundukan sepenuhnya untuk melaksanakan ajaran Islam. Shaha>dah harus memenuhi beberapa syarat dan rukun agar persaksian yang diucapkan bisa bernilai dan diterima. Selanjutnya, shaha>dah yang benar bisa memberikan efek bagi seorang muslim untuk selalu menyertakan Allah dan Rasulnya dalam setiap tindakan dan mengembalikan segala sesuatu yang terjadi hanya kepada kekuasaan Allah semata.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Mohammad Diniel Haq; Misnawi Misnawi
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam menangani siswa yang interaksi sosialnya rendah, dengan menjadikan SMKN 1 Pemekasan sebagai lokasi penelitian. Ada dua fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?; 2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah Descriptif Analysis.Untuk memperoleh data, maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, dilakukan beberapa upaya meliputi reduksi data (data reduction), paparan data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verifying).Selanjutnya, demi menjamin validitas dan keabsahan data yang diperoleh, makadilakukan teknik triangulasi yang meliputi teknik tringulasi sumber dan teknik tringulasi teori. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian tentang upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosialsiswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) MemberikanLayanan individu; 2) Layanan bimbingan kelompok; 3) Layanan konsultasi; 4) Home visit. Adapun strategi Guru BK dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling untuk anak yang interaksinya rendah adalah: 1) Bekerja sama dengan wali kelas, wali murid, dan siswa; 2) Adanya bimbingan kelompok yang berbentuk diskusi.Sedangkan faktor penghambat dan pendukung upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) Faktor pendukung yaitu: a) Dukungan dari pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, wali kelas, dan guru terutama guru BK; b) Dukungan sarana dan prasarana yang memadai; c) Dukungan wali murid dan siswa. 2) Faktor penghambat yaitu: a) Siswa cendrung tertutup; b) Keterbatasan waktu; c) Sikap wali murid yang tidak terlalu peduli terhadap permasalahan anaknya.