Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Measuring Job Performance of The Economic Creative Business upon Women Enterpreneurs Base (Case Study at Online Bunda Community Bogor Branch Using Balance Scorecard Approach) Indar Khaerunnisa
The Accounting Journal of Binaniaga Vol 3, No 01 (2018): June 2018
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.995 KB) | DOI: 10.33062/ajb.v3i1.179

Abstract

Balance scorecard has a privilege in terms of coverage measurement whichis a fairly comprehensive because while taking into consideration the financialperformance. Balance scorecard also consider the performance of non-financialperformance, namely customer, internal business processes, and learning and growth.Referring to the problems encountered by Member of Bunda Online Community, thisresearch examines: "Analysis of Company's Performance by Using BalancedScorecard Approach (A Case Study Economic Creative Entrepreneur at Bunda OnlineCommunity)." Because until now Bunda Online Community has not been using thebalanced scorecard to measure its job performance. The population of this study arepermanent employees and 100 samples are taken as respondents. As for thecustomer respondents specified by 52 respondents total reseller and costumer inBogor is only 52 reseller and costumer, however, it has obtained only 30 respondentswho participated. Data used in this study are primary and secondary data. Based onthe research and analysis, it can be concluded several things as the following: 1) Theperformance of the financial perspective on Economic Creative Entrepreneur in BundaOnline Community as a whole can be inferred or quite enough, in general financialratios increased except ROA and TATO. 2) The performance of the customerperspective on Economic Creative Entrepreneur in Bunda Online Community as awhole can be inferred bad, because of poor customer satisfaction in the company'sability to maintain customer retention is also bad while in the company's ability to docustomer acquisition is medium. 3) The performance of internal business processperspective on Economic Creative Entrepreneur in Bunda Online Community isenough, because innovation occurs only once during the past two years and there isnot declining operating activities due to consistent time on the production clothingprocess. 4) The performance of learning and growth perspective in the EconomicCreative Entrepreneur in Bunda Online Community may be concluded either onaspects of employee turnover or both criteria which decreasing employee productivity.Level of employee satisfaction is concluded less satisfied.
ANALISA KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR KOMPONEN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011 – 2015) Indar Khaerunnisa; Edy Cahyadi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.299

Abstract

The Indonesian government has set the motor vehicle industry as one of the priority industries of the national interest, economic growth, and increased productivity. In order for the survival of a company is maintained, then the management should be able to maintain or even more spur increased performance. Various analyzes were developed to predict the beginning of the bankruptcy of the company. One analysis is widely used today is the analysis of Altman Z-Score, which this analysis refers to the financial ratios of the company. The purpose of this study was to analyze the bankruptcy of the automotive components companies that go public in Indonesia Stock Exchange year period 2011–2015. This study used a sample of four companies from the automotive components sector. Source of data is done by using secondary data. The data is processed by the method of the Z-score formula Z = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 0,999X5. With the description of Z < 1,8 the company categorized into unhealthy/will be bankrupt, the value Z 1,8 < 2,99 the company is considered to be in the uncertain/grey area and the value of Z > 2,99 then the company is in a very healthy. In general, the results of these studies indicate that the four automtive components companies namely PT Astra Otoparts year 2011 value of Z = 14,67 year 2012 value of Z = 10,88 year 2013 value of Z = 13,90 year 2014 value of Z = 10,54 year 2015 value of Z = 4,94, PT Gajah Tunggal year 2011 value of Z = 5,72 year 2012 value of Z = 4,75 year 2013 value of Z = 3,10 year 2014 value of Z = 2,79 year 2015 value of Z = 1,58 and the average value of 2011-2015 periode Z = 3,59, PT Goodyear Indonesia year 2011 value of Z = 2,07 year 2012 value of Z = 2,44 year 2013 value of Z = 2,57 year 2014 value of Z = 2,02 year 2015 value of Z = 2,76, PT Indomobil Sukses Internasional year 2011 value of Z = 6,19 year 2012 value of Z = 3,99 year 2013 value of Z = 3,17 year 2014 value of Z = 2,59 year 2015 value of Z = 1,74. The average value 2011-2015 period showed 3 companies are in very healthy state and 1 company is in the uncertain/grey area. Keywords: Financial Ratio Analysis, Analysis of bankruptcy, Altman Z-Score Analysis, Automotive Components Company, Go Public.
PERANAN ANALISIS BREAK EVEN POINT TAHUN 2011 SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA TAHUN 2012 PADA UNIT BISNIS BUFFET DI RESTORAN MET LIEFDE BOGOR Indar Khaerunnisa; Asep Suryadi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.294

Abstract

Restoran Met Liefde berdiri pada tanggal 28 Juli 2005. “Met Liefde” mempunyai arti tersendiri yaitu segala sesuatunya dikerjakan “Dengan Kasih” sehingga acara kumpul bersama seperti arisan, ulang tahun, meeting, maupun pernikahan dapat terasa nyaman. Asal mula didirikannya restoran Met Liefde adalah adanya keinginan dari para pemilik rumah untuk mempertahankan keberadaan sebuah rumah yang terletak di Jalan Pangrango No. 16 (d/h No. 12) Bogor milik keluarga Willem Alexander Mohede. Salah satu unit bisnis utama yang dikembangkan di restoran ini adalah unit bisnis buffet. Unit bisnis ini menjual produk berupa paket makanan prasmanan yang didesain dan disiapkan untuk acara-acara formal seperti meeting, ulang tahun, maupun pertemuan resmi lainnya. Break Event Point (titik impas) pada unit bisnis buffet di Restoran Met Liefde pada tahun 2011 tercapai pada saat penjualan sebesar Rp 1.146.711.539,- dengan volume penjualan sebanyak 17.035 pax untuk seluruh paket makanan. Rasio margin kontribusi yang dicapai adalah sebesar 0,577 artinya perbandingan antara nilai penjualan dengan biaya variabel adalah sebesar 0,577. Sisa dari nilai penjualan total yaitu sekitar 0,423 digunakan untuk menutupi biaya tetap dan laba yang diperoleh. Untuk setiap paket makanan dengan harga jual yang berbeda, jumlah unit yang dicapai pun berbeda. Dari total 17.035 pax paket makanan, untuk paket liefde BEP akan tercapai pada titik penjualan 898 pax, paket meneer 2.076 pax, paket toean 2.583 pax, paket mevrouw 5.499 pax, dan paket nyonya 5.978 pax. Dengan demikian paket makanan yang terbaik untuk dijual adalah paket liefde dengan BEP mix sebanyak 898 pax. Kata kunci: Break Even Point, laba, perencanaan
PENGARUH KARAKTER INDIVIDU, USAHA DAN AGUNAN TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT USAHA MIKRO PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. KCM PURI NIRWANA Indar Khaerunnisa; Ipuk Suryani
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 12, No 02 (2016): December 2016
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v12i02.284

Abstract

Tingginya angka kredit bermasalah merupakan salah satu indikasi kurang berhasilnya suatu unit kerja Bank Mandiri KCM Puri Nirwana. Oleh karena itu, Bank Mandiri KCM Puri Nirwana harus terus melakukan pengembangan salah satunya dengan terus mengembangkan pengelolaan risiko kredit, terutama dalam hal penyeleksian calon debitur agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pembiayaan serta menyokong pengembangan usaha mikro. Dilihat berdasarkan proses penilaian dan pemberian kredit kepada debitur. Sebelum kredit disetujui bank perlu melakukan penilaian terhadap karakter individu, usaha dan agunan. Tujuan Penelitian, dapat mengetahui karakter-karakter yang mempengaruhi kelancaran tingkat pengembalian kredit di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Variable-variabel yang mempengaruhi tingkat pengembalian Kredit Usaha Mikro terdiri dari 10 variabel, yaitu : usia, jenis kelamin, pendidikan, jumlah tanggungan, pinjaman lain, omset, lama usaha, plafond, jangka waktu dan agunan. Setelah data diolah ternyata variable yang berpengaruh nyata terhadap tingkat pengembalian Kredit Usaha Mikro pada PT. Bank Mandiri KCM Puri Nirwana adalah variable jumlah tanggungan (sig 0,006), pinjaman lain (sig 0,012), dan agunan (sig 0,013) karena nilai signifikan variable-variabel tersebut lebih kecil dari taraf nyata (α = 0.005). Semakin banyaknya jumlah tanggungan, dan pinjaman lain debitur maka tingkat pengembalian kreditnya akan semakin menurun karena nilai koefisien negatif (-3,339) dan (-4,647). Sedangkan variable agunan nilai koefisiennya sebesar (1,705) ini berarti debitur yang nilai jaminannya tinggi memiliki peluang lebih besar dibandingkan dengan debitur yang nilai jaminannya rendah. Kata Kunci : Karakter individu, usaha, agunan, pengembalian kredit.
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOTOR YAMAHA DI PT JAYAMANDIRI GEMASEJATI MOTOR GROUP (JG MOTOR) CIBINONG Indar Khaerunnisa; Andika Tri Sembada
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2 (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2.266

Abstract

. Perusahaan yang mampu memahami perilaku pembelian konsumen, mereka yang akan memenangkan persaingan. Perusahaan yang memahami keinginan dan kebutuhan konsumen akan lebih mengerti bagaimana melakukan strategi-strategi yang efektif agar melakukan pembelian dan selanjutnya melakukan pembelian ulang. Harga merupakan salah satu faktor penting dalam penjualan.. Banyak perusahaan yang bangkrut dikarenakan mematok harga yang tidak cocok di pasar. Untuk mengetahui harga yang cocok untuk konsumen, perusahaan harus melakukan riset yang mendalam agar dapat menentukan harga yang cocok untuk konsumen, sehingga perusahaan dapat melakukan transaksi jual beli secara lancar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian di PT Jayamandiri Gemasejati Motor Group (JG Motor) Cibinong. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif deskriptif kuantitatif yaitu suatu penelitian dengan cara mengumpulkan semua data dan informasi yang diperoleh pada lokasi penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis keadaan sebenarnya. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen PT Jayamandiri Gemasejati Motor Group (JG Motor) Cibinong yang jumlah populasinya sebanyak 60.108 orang pelanggan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dengan teknik Accidental Sampling, analisis data dengan menggunakan regresi linier berganda, Y=a+b1X1+b2X2. Dari hasil penelitian mendapatkan persamaan regresi linier berganda Y = 27,424 + 0,760X1 + 0,722X2 secara silmutan/bersama-sama dimana menunjukan nilai hasil Fhitung adalah sebesar 230,310 dan derajat signifikansi 0,000 < 0,05 dan N – K atau 100 – 2 = 98 didapat Ftabel = 3,09. Ternyata bahwa nilai Fhitung > Ftabel atau 230,310 > 3,09, berarti pelatihan dan standard operasional prosedur secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha pada PT Jayamandiri Gemasejati Motor Group (JG Motor) Cibinong dinyatakan signifikan. Kata Kunci: Harga, Kualitas Pelayanan, Keputusan Pembelian, regresi linier berganda