Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KEPEMIMPINAN KYAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SHOLAT FARDLU BERJAMA’AH SANTRI PUTRA DI PONDOK PESANTREN SITI NUR SA’ADAH DI DESA WONOMELATI KREMBUNG SIDOARJO Afida Nur Aini; Syamsul Rijal
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 8 No 1 (2022): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat Fardlu Berjama’ah Santri Putra Di Pondok Pesantren Siti Nur Sa’adah Di Desa Wonomelati Krembung Sidoarjo. Fokus penelitian ini yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah peran kepemimpinan kyai dalam meningkatkan kedisiplinan sholat fardlu berjama’ah santri putra di pondok pesantren siti nur sa’adah di desa wonomelati krembung sidoarjo? (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan sholat fardlu berjama’ah santri putra di pondok pesantren siti nur sa’adah di desa wonomelati krembung sidoarjo? Sedangkan tujuan penelitian ini (1) Untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan kyai dalam meningkatkan kedisiplinan sholat fardlu berjama’ah santri putra di pondok pesantren siti nur sa’adah di desa wonomelati krembung sidoarjo (2) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat yanng dialami oleh kyai dalam meningkatkan kedisiplinan sholat fardlu berjama’ah santri putra di pondok pesantren siti nur sa’adah di desa wonomelati krembung sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif lapangan. Sedangkan untuk pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan teknik analisis kualitatif intraktif yaitu merupakan penelitian yang mendalam dengan menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiah. Setelah peneliti mengkaji dan meneliti maka dapat disimpulkan peran kepemimpinan kyai sangat membawa nilai positif. Dengan hal ini hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan kedisiplinan sholat fardlu berjama’ah santri putra adalah baik, dalam artian peran kepemimpinan kyai untuk mendisiplinkan santri putra yaitu melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pengurus, memberikan bimbingan dan suri tauladan yang baik, memberikan motivasi dan mendidik serta memberikan arahan, meskipun masih ada santri yang telat mengikuti sholat fardlu’ berjam’ah, hal itu berdampak pada kedisiplinan santri sehingga kurang maksimal, karena ada sebagian santri yang sulit untuk bangun pagi, keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya kesadaran diri. Maka dengan adanya permasalahan tersebut memungkinkan santri sering terlambat mengikuti sholat fardlu’ berjama’ah. Faktor pendukungnya yaitu berfungsinya komando (perintah) pengasuh, nasehat orang tua, pengurus membagi tugas dengan cara menjadwalkan sholat berjama’ah, pemberian takziran (hukuman), dan adanya kerjasama dalam melatih santri untuk disiplin. Faktor penghambatnya yaitu sarana dan prasarana yang kurang mendukung, kurangnya pengontrolan dan penjagaan keamanan, kurangnya kesadaran pada diri santri yang sulit diatur.
ANALYSIS OF LITERATURE REVIEW ON BUREAUCRACY INTEGRITY IN THE CASE STUDY OF FADIA ARAFIQ'S CORRUPTION Nurul Trihasanah; Ragil Muhammad Ilham Saputra; Afida Nur Aini; Khoirotul Anisa'; Karunia Syifa Nurani
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i2.2799

Abstract

This study examines bureaucratic integrity in relation to regional head corruption, using the case of Fadia Arafiq in Pekalongan Regency as an empirical illustration. The research aims to analyze the concept of bureaucratic integrity from a public administration perspective and to explain how corruption reflects weaknesses in bureaucratic systems. A qualitative approach was employed through a literature review combined with a case study analysis. Data were collected from scientific journals, official reports, and relevant documents published between 2021 and 2026, and analyzed using the Miles and Huberman model, including data condensation, display, and conclusion drawing. The findings reveal that corruption is not solely driven by individual factors but is strongly influenced by systemic weaknesses, such as lack of accountability, weak supervision, and excessive concentration of power. The case demonstrates how monopoly and discretion without proper control create opportunities for abuse of authority. Furthermore, low bureaucratic integrity contributes to declining public trust and poor public service quality. Strengthening transparency, accountability, and ethical values within bureaucratic systems is therefore essential to prevent corruption and improve governance.