Asna Manullang
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN SARANA PRASARANA TERHADAP KINERJA PRAMUGOLF PADA RANCAMAYA GOLF & COUNTRY CLUB BOGOR Asna Manullang; Ai Selvi Purnamasari
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2 (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2.263

Abstract

Disiplin kerja adalah kesadaran dan kerelaan seseorang dalam menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada Rancamaya Golf & Country Club Bogor, untuk mengetahui pengaruh sarana prasana terhadap kinerja karyawan pada Rancamaya Golf & Counttry Club Bogor dan untuk mengetahui pengaruh displin kerja dan sarana prasarana secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Rancamaya Golf & Country Club Bogor. Data yang digunakan adalah data primer. Jumlah sampel yang akan diambil berdasarkan rumus Slovin oleh Sugiyono. Pengolahan dan analisis data menggunakan program SPSS 16 yaitu uji Regresi Berganda dan Korelasi. Bahwa persamaan regresi linier berganda didapat koefisien untuk variabel X1 untuk nilai b1 = 1,416. Artinya setiap peningkatan 1 poin dari disiplin kerja maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 1,416 poin. Sedangkan koefisien untuk variabel X2 untuk nilai b2 = 0,121. Artinya setiap peningkatan 1 poin dari sarana prasaran maka akan meningkatkan kinerja karyawan di Rancamaya Golf & Country Club Bogor sebesar 0,121 poin. Dan koefisien determinasi antara variabel X (disiplin kerja dan sarana prasarana) dan Y (kinerja karyawan) sebesar 0,659 atau 65,9%. Artinya kedua variabel X memiliki pengaruh yang kuat terhadap variabel Y sebesar 65,9%.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ UNTUK MENGOPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU GULA PASIR PADA PT SMART TBK DI BOGOR Asna Manullang; Muhammad Kamal Alif
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.295

Abstract

Biaya bahan baku adalah salah satu biaya yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Tidak hanya menimbulkan biaya saat pembeliannya, bahan baku juga menimbulkan biaya saat masuk ke gudang perusahaan dan menjadi persediaan. Biaya tersebut adalah biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Maka dari itu pengendalian persediaan bahan baku diperlukan agar menjadi optimal, yaitu jumlahnya yang mencukupi, namun biayanya minimum. Penelitian ini menganalisis pengendalian bahan baku gula pasir di PT SMART Tbk tahun 2015 menggunakan metode EOQ. Jumlah kebutuhan gula pasir perusahaan di tahun 2015 adalah sebanyak 14.400 kg. Perusahaan membeli gula pasir setiap bulannya dengan jumlah 1.200 kg. Dengan jumlah tersebut, jumlah biaya persediaan bahan baku gula pasir PT SMART Tbk tahun 2015 adalah sebesar Rp 7.994.400. Hasil penelitian menyarankan perusahaan menggunakan metode EOQ dimana didapatkan hasil kuantitas pesanan yang ekonomis yaitu sebesar 2.740 kg setiap pembelian. Jumlah biaya persediaan menurut EOQ adalah sebesar Rp 5.875.090, artinya perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp 2.119.310.
PENERAPAN METODE ABC DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA DIVISI GMS DI GIANT BOTANI SQUARE BOGOR (Studi Kasus Di departement Electronik) Asna Manullang; Muhamad Romi Ramdan
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 12, No 02 (2016): December 2016
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v12i02.286

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengetahui pengelolaan dan pengendalian persediaan barang pada Divisi GMS Giant Botani Square Bogor, untuk mengetahui cara mengimplementasikan persediaan barang dengan metode ABC Divisi GMS. Pada Divisi GMS produk yang masuk kedalam Kategori A sebanyak 232 item dari total 890 item yang tersedia, mempunyai kontribusi sales ke departemen sebesar 42.54 % dan 20.32 % kontribusi sales ke divisi GMS. Untuk kategori B, contoh barang (POLYTRON LED 20INCH PLD20D900) memiliki volume tahunan hanya 7 unit untuk satu tahun, memiliki harga per unit cukup tinggi yaitu sebesar Rp.1.326.520, (POLYTRON WASHING MACHINE PWM 7556) memiliki volume penjualan 21 unit harga Rp.1.275.800, (SONY HOME THEATER DAV-TZ140) memiliki volume penjualan 13 unit harga Rp.1.259. 091, Pada produk yang masuk kategori B. jumlah pemesanan yang dilakukan sekitar 1 kali dalam satu minggu, hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang yang cukup ditoko, reorder barang sangat diperlukan dikarenakan pada saat stock barang ditoko sudah kurang maka perlu dilakukakn pemesanan kembali, perhitungan waktu kedatangan perlu dilakukan pada saat melakukan pemesanan sampai dengan penerimaan barang, hal ini bertujuan agar waktu yang diperlukan tidak terlalu lama yang berakibat kekosongan barang di toko. Kata Kunci : Pengendalian Persediaan, Metode ABC.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MINAT NASABAH MEMILIKI KARTU KREDIT BCA PADA PT. BANK CENTRAL ASIA CABANG MANGGA BESAR RAYA Asna Manullang; Debih Arliana
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.292

Abstract

Tingkat pencapaian minat nasabah untuk memiliki kartu kredit BCA dipengaruhi oleh delapan kelompok variabel yang dikenal sebagai 8P yaitu Product, Price, Place, Promotion, Process, Physical evidence, People dan Produktivity and quality. Penelitian dilakukan di PT.Bank Central Asia, Jalan Mangga Besar Raya No. 128 Jakarta Pusat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor minat nasabah memiliki kartu kredit BCA. Penelitian ini menggunakan 2 metoda yaitu metoda deskriptif yaitu mengembangkan produk dan jasa yang sudah ada dan analisa kuantitatif dibagi menjadi dua analisa yang pertama analisa uji validitas dan analisa uji reabilitas. Data yang dianalisa yaitu analisis faktorfaktor yang menjadi daya tarik konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA dapat dihitung dan diteliti langsung, data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 16.0. Responden telah mengisi 33 pertanyaan yang disebut dengan variabel dengan nilai skor dan dibagi berdasarkan kelompok sebagai faktornya. Hasil analisis dapat disimpulkan daya tarik konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA ada 7 faktor utama. Faktor pertama Produk dengan nilai varians (11,74), faktor ke dua adalah Harga dengan nilai varians (10,73%), faktor ke tiga adalah Distribusi dengan nilai varians (8%), faktor ke empat adalah Promosi dengan nilai varians (7,77%), faktor ke lima adalah Proses dengan nilai varians (6,75%), faktor ke enam adalah Fisik dengan nilai varians (6,28%) dan faktor ke tujuh adalah Kualitas dengan nilai varians (5,76%). Faktor produk merupakan faktor yang paling mempengaruhi konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA. Faktor ini dapat menerangkan keragaman data (varians) sebesar 11,74%. Dari beberapa analisis yang diperoleh bahwa faktor produk sangat berpengaruhi positif terhadap keputusan konsumen dalam memiliki kartu kredit BCA karena konsumen menginginkan produk yang baik agar dapat mempermudah transaksi dimana saja dan kapan saja. Kata Kunci: BCA, kartu kredit, Keputusan Nasabah