Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SOSIALISASI DETEKSI DINI KANKER SERVIK DENGAN METODE IVA TEST DI TIM PENGGERAK PKK DESA RAMBAH TENGAH HILIR KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU RIAU Sri Wulandari; Andria Andria; Romy Wahyuni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.3066-3073

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah serviks (leher rahim) sebagai akibat adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya. Di dunia setiap 2 menit seorang perempuan meninggal akibat kanker serviks, sedangkan di Indonesia 1 jam. (Kumalasari, 2012) Di Provinsi Riau, penderta kanker serviks adalah sebanyak 894 orang. (Profil Dinkes Riau, 2013). Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Rambah Rokan Hulu tahun 2016, dari 130 wanita yang termasuk dalam cakupan pemeriksaan IVA, diperoleh hasil pemeriksaan negatif 94 orang dan positif berjumlah 36 orang. IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin (Sukaca E. Bertiani, 2009). IVA merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5% (Wijaya Delia, 2010). Melaui Kegiatan PKM ini ada tiga upaya yang dilakukan untuk meningkatkan Pengetahuan masyarakat khususnya Wanita Usia Subur yaitu: Kesatu Di Provinsi Riau, penderta kanker serviks adalah sebanyak 894 orang. (Profil Dinkes Riau, 2013). Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Rambah Rokan Hulu tahun 2022, dari 130 wanita yang termasuk dalam cakupan pemeriksaan IVA, diperoleh hasil pemeriksaan negatif 94 orang dan positif berjumlah 36 orang. Kedua Pencegahan primer adalah pendidikan dan promosi, vaksinasi, pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan antibodi, vaksinasi dapat mencegah terjadinya HPV 16 dan 18 yang menyebabkan infeksi 71% kasus serviks kanker. Ketiga Pencegahan sekunder adalah Pap smear atau IVA (inspeksi visual asam asetat). Deteksi dini dapat mendekteksi sel abnormal, lesi pra- kanker dan kanker serviks, tetapi tidak bisa mencegah terjadinya infeksi HPV, kanker serviks yang di temukan pada stadium dini dan dapat disembuhkan dengan cepat dan tepat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENDIDIKAN REMAJA DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA ULAK PATIAN KECAMATAN KEPENUHAN KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2023 Eka Yuli Handayani; Fitri Yanti; Siti Nurkhasanah; Sri Wulandari
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2023): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v11i2.2391

Abstract

The Background of early marriage is a marriage that is carried out it a young age between two young couples who have not reaached the age limit. Whose eventual impact on the well-being of families and in society as a whole. The aim of the study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, and youth education with the incidence of earli marriage in the village of Ulak Patian Kepenuhan sub-districtRokan Hulu district. The research method is quantitative analytic with a cross sectional approach. The results of research 95 respondents who did early marriage were 89 (93.7%) respondents, while those who did not were 6 (6,3%) respondents. Respondents with less knowledge were 64 (67.4%) and respondents with good knowledge were 31 (32.6%) respondents. Respondents with a negative attitude 44 (46.3%) respondents and a positive attitude as many as 51 (53.7%) respondents. Respondents with low educatin were 82 (86.3%) and with high education were 13 (13,7%). There is a relationship between knoweledge and early marriagr (0,000), There is not a relationship between attitude and early marriagr (1,000), There is a relationship between education and early marriagr (0,039). Conclusion, there is a relationship between knoweledge and early marriagr, there is not a relationship between attitude and early marriage. There is a relationship between education and early marriage. Suggestions are ecpected as input for adolescents and forms of prevention of marriage at an early age so as not to engage in early marriage.