Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Pijat Laktasi dan Aromaterapi Lavender Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum di PMB S Pasir Pengaraian Siti Nurkhasanah; Romy Wahyuny; Masdi Janiarli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1626

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI tanpa suplementasi makanan maupun minuman lain kecuali obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat laktasi dan aromaterapi lavender terhadap produksi ASI pada ibu post partum di PMB S Pasir Pengaraian Tahun 2024. Jenis penilitian yang digunakan adalah metode analitik kuantitatif dengan desain penelitian eksperiment dengan jumlah sampel 16 orang. Variabel bebas adalah pijat oksitosin dan variabel terikatnya adalah pengeluaran ASI. Analisis data dilakukan dengan uji statistic T Dependent. Desain penelitian ini adalah experimental dengan rancangan one group pretest-posttes without control. Jumlah sampel 16 orang yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian tersebut terdapat rata-rata pengeluaran ASI sebelum pijat laktasi dan aromaterapi lavender adalah 5,05 ml dan rata-rata pengeluaran ASI setelah pijat laktasi dan aromaterapi lavender adalah 10,95 ml, hasil uji statistik didapatkan (P value=0,000 <0.05) ada pengaruh signifikan antara pijat laktasi dan aromaterapi lavender terhadap pengeluaran ASI. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pijat laktasi dan aromaterapi lavender terhadap pengeluaran ASI di PMB S Pasir Pengaraian. Diharapkan pijat laktasi dan aromaterapi lavender ini dapat dimanfaatkan sebagai terapi non farmakologi dalam mengatasi masalah pengeluaran ASI.
Pengaruh Pijat Laktasi dan Aromaterapi Lavender Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum di PMB S Pasir Pengaraian Siti Nurkhasanah; Romy Wahyuny; Masdi Janiarli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1919

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI tanpa suplementasi makanan maupun minuman lain kecuali obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat laktasi dan aromaterapi lavender terhadap produksi ASI pada ibu post partum di PMB S Pasir Pengaraian Tahun 2024. Jenis penilitian yang digunakan adalah metode analitik kuantitatif dengan desain penelitian eksperiment dengan jumlah sampel 16 orang. Variabel bebas adalah pijat oksitosin dan variabel terikatnya adalah pengeluaran ASI. Analisis data dilakukan dengan uji statistic T Dependent. Desain penelitian ini adalah experimental dengan rancangan one group pretest-posttes without control. Jumlah sampel 16 orang yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian tersebut terdapat rata-rata pengeluaran ASI sebelum pijat laktasi dan aromaterapi lavender adalah 5,05 ml dan rata-rata pengeluaran ASI setelah pijat laktasi dan aromaterapi lavender adalah 10,95 ml, hasil uji statistik didapatkan (P value=0,000 <0.05) ada pengaruh signifikan antara pijat laktasi dan aromaterapi lavender terhadap pengeluaran ASI. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pijat laktasi dan aromaterapi lavender terhadap pengeluaran ASI di PMB S Pasir Pengaraian. Diharapkan pijat laktasi dan aromaterapi lavender ini dapat dimanfaatkan sebagai terapi non farmakologi dalam mengatasi masalah pengeluaran ASI.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Posyandu Pasir Utama Rokan Hulu Feby Rabo Simanjuntak; Heny Sepduwiana; Siti Nurkhasanah; Yuyun Bewelli Fahmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2752

Abstract

Nyeri punggung adalah nyeri yang terjadi pada area lumbosacral. Nyeri punggung biasanya disebabkan meningkatnya intensitas seiring dengan pertambahan usia kehamilan karena nyeri ini merupakan akibat pergeseran pusat gravitasi dan perubahan postur tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Posyandu Hamil Pasir Utama Rokan Hulu. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel 18 responden di Posyandu Hamil Pasir Utama Rokan Hulu pada bulan Oktober. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa lembar pengukuran skala nyeri NRS (numeric rating scale). intensitas nyeri punggung bawah sebelum dilakukan senam hamil adalah 4.72 dengan standar deviasi 1.179. Hasil uji statistic di dapatkan adanya penurunan intensitas nyeri sesudah dilakukan senam hamil dengan nilai p = senam hamil 0.000 <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa senam hamil memiliki pengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III di Posyandu Hamil Pasir Utama Rokan Hulu. Ibu hamil trimester III diharapkan lebih aktif mengikuti kelas ibu hamil dapat mengetahui metode baru dalam ilmu kesehatan khususnya senam hamil. Kata Kunci : Senam Hamil, Nyeri Punggung Bawah
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENDIDIKAN REMAJA DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA ULAK PATIAN KECAMATAN KEPENUHAN KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2023 Eka Yuli Handayani; Fitri Yanti; Siti Nurkhasanah; Sri Wulandari
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2023): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v11i2.2391

Abstract

The Background of early marriage is a marriage that is carried out it a young age between two young couples who have not reaached the age limit. Whose eventual impact on the well-being of families and in society as a whole. The aim of the study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, and youth education with the incidence of earli marriage in the village of Ulak Patian Kepenuhan sub-districtRokan Hulu district. The research method is quantitative analytic with a cross sectional approach. The results of research 95 respondents who did early marriage were 89 (93.7%) respondents, while those who did not were 6 (6,3%) respondents. Respondents with less knowledge were 64 (67.4%) and respondents with good knowledge were 31 (32.6%) respondents. Respondents with a negative attitude 44 (46.3%) respondents and a positive attitude as many as 51 (53.7%) respondents. Respondents with low educatin were 82 (86.3%) and with high education were 13 (13,7%). There is a relationship between knoweledge and early marriagr (0,000), There is not a relationship between attitude and early marriagr (1,000), There is a relationship between education and early marriagr (0,039). Conclusion, there is a relationship between knoweledge and early marriagr, there is not a relationship between attitude and early marriage. There is a relationship between education and early marriage. Suggestions are ecpected as input for adolescents and forms of prevention of marriage at an early age so as not to engage in early marriage.
Pengaruh Pemberian Akupresur Pada Titik Perikardium 6 Terhadap Frekuensi Mual Muntah Ibu Hamil Usia Kehamilan 4-16 Minggu Di PMB Syaflina Fitri Siti Nurkhasanah; Rahmi Fitria; Ermiza; Sriwidya Wati
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mual muntah menyebabkan penurunan nafsu makan dan perubahan keseimbangan elektrolit yang berakibat pula pada perubahan metabolisme tubuh. Dalam keadaan yang lebih berat, emesis gravidarum dapat berkembang menjadi hyperemesis gravidarum (Lestari et al. 2022). Komplikasi Kebidanan yang terjadi di Provinsi Riau pada tahun 2019 mencapai 34.073 dari 170.336. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, cakupan ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum pada trimester I naik dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian akupresur pada titik perikardium 6 terhadap frekuensi mual muntah ibu hamil usia kehamilan 4 - 16 minggu di Praktik Mandiri Bidan Syaflina Fitri. Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan desain penelitian pre-experiment dengan rancangan pendekatan pretest and postest design menggunakan lembar observasi score PUQE. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang ke PMB Syaflina Fitri dengan  mual muntah fisiologis pada bulan Oktober – Desember yang berjumlah 30 orang ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian diketahui rata – rata analisis bivariat diperoleh rata – rata pretest adalah 5,30 dengan standar deviasi 0,865. Sedangkakn rata – rata postest adalah 3,00 dengan standar deviasi 0,649. Hal ini menunjukkan bahwa nilai mean postest lebih kecil daripada nilai mean pretest. Hasil uji Paired Sample T – Test diperoleh nilai p value 0,000 (p< 0,05). Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata – rata frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah pemberian akupresur titik perikardium 6 pada ibu hamil di PMB Syaflina Fitri.
Pengaruh Pemberian Totok Wajah Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Nifas di Desa Rambah Tengah Hilir Juslinda; Siti Nurkhasanah
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah periode 6 minggu setelah proses kelahiran Ketika perubahan fisiologis yang cukup besar terjadi karna ibu Kembali ke keadaan sebelum hamil. Perubahan psikologis yang dialami ibu dapat menyebabkan kecemasan. Dapat diatatasi secara non farmakologi, salah satu terapi non farmakologi yaitu totok wajah yang dapat,merangsang hormon endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh totok wajah terhadap tingkat kecemasan ibu nifas di desa rambah Tengah hilir. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre-test dan post-test dan post- test one grup. Populasi dalam penelitian ini adalah  ibu nifas yang berada di desa rambah Tengah hilir. Teknik sampel dalam penelitian ini adaah total sampling yaitu sebanyak 20 orang dengan menggunakan skala HARS dan lembar SOP dan diberikan perlakuan berupa tototk wajah. Distribusi rata-rata tingkat kecemasan ibu nifas sebelum dilakukan totok wajah diperoleh rata rata 21.10 sedangkan rata – rata tingkat kecemasan setelah dilakukan totok wajah adalah 9.35. Analisiss data menggunakan uji T-Dependen Hasil uji statistik paried sampel test diperoleh p-value 0,00 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara totok wajah terhadap Tingkat kecemasan ibu nifas di Desa Rambah Tengah Hilir. Dengan demikian dapat disarankan bagi tenanga kesehatan agar mengaplikasikan terapi komplementer totok wajah pada ibu nifas yang mengalami kecemasan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI KLINIK PT SUMBER JAYA INDAH KABUPATEN ROKAN HULU Eka Yuli Handayani; Rifani; Yuyun Bewelli Fahmi; Siti Nurkhasanah
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4309

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2018 ada sekitar 20 juta anak di dunia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan ada yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Padahal untuk mendapatkan kekebalan komunitas (herd immunity) dibutuhkan cakupan imunisasi yang tinggi (paling sedikit 95%) dan merata. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada tahun 2021 yaitu sebesar 84,2% yang merupakan cakupan imunisasi dasar lengkap terendah dalam kurun waktu 2011 - 2020 sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Klinik PT Sumber Jaya Indah Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan besar sampel sebanyak 40 orang. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Klinik PT Sumber Jaya Indah Kabupaten Rokan Hulu mayoritas lengkap yaitu sebanyak 25 orang (62,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ( p value 0,010) dan sikap (p value 0,008) terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi dimana nilai. Saran peneliti kepada Klinik PT Sumber Jaya Indah Kabupaten Rokan Hulu agar dapat meningkatkan penyuluhan tentang imunisasi dasar lengkap kepada ibu sehingga target capaian imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Rokan Hulu dapat tercapai.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INISIASI MENYUSU DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ROKAN HULU Romy Wahyuny; Yuyun Bewelli Fahmi; Siti Nurkhasanah; Reviyanti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4402

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini merupakan kemampuan seorang bayi untuk menyusu sendiri sesaat setelah lahir, yaitu dalam waktu 60 menit atau 1 (satu) jam pertama setelah bayi dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi tindakan inisiasi menyusu dini di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023 dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana data yang digunakan merupakan data primer yaitu dengan cara mengisi kuesioner. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Kemudian, data dianalisis secara univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pendidikan terakhir Dasar (33,4%), menengah (33,3%), dan perguruan tinggi (33,3%), pengetahuan cukup (66,3%), mendapatkan dukungan suami/keluarga (73,4%), peran/sikap bidan/tenaga kesehatan (51,7%).tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,117, tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,354. Dukungan suami/keluarga dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini bersifat konstan (homogen). Adanya hubungan antara peran bidan/tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,017. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini, dukungan keluarga bersifat konstan dikarenakan semua responden mendapat dukungan keluarga, dan terdapat hubungan yang bermakna antara peran bidan/tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini.
PENGARUH PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI KLINIK KABUNDA KECAMATAN KABUN ROKAN HULU TAHUN 2023 Siti Nurkhasanah; Lisbet Siregar
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4422

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI tanpa suplementasi makanan maupun minuman lain kecuali obat. Capaian persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan di Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2020 mencapai 51,9%. Sedangkan di Puskesmas Kabun Kabupaten Rokan Hulu capaian pemberian ASI ekslusif pada tahun 2022 mencapai 226 (68%) dari 332 sasaran bayi yang berusia 0-6 bulan hal ini belum memenuhi target ASI ekslusif Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum di Klinik Kabunda Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023. Jenis penilitian yang digunakan adalah metode analitik kuantitatif dengan desain penelitian eksperiment dengan jumlah sampel 20 orang. Analisis data dilakukan dengan uji statistic T Dependent. Hasil penelitian tersebut terdapat rata-rata pengeluaran ASI sebelum pijat oksitosin adalah 5,05 ml dan rata-rata pengeluaran ASI setelah pijat oksitosin adalah 10,95 ml, hasil uji statistik didapatkan (P value=0,000 <0.05) ada pengaruh signifikan antara pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI di Klinik Kabunda Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu. Diharapkan pijat oksitosin ini dapat dimanfaatkan sebagai terapi non farmakologi dalam mengatasi masalah pengeluaran ASI. Daftar Pustaka : 23 (2012-2022) Kata Kunci : ASI, Pijat Oksitosin, Pengeluaran ASI, Rokan Hulu