Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THREE-WAY ERROR ANALYSIS OF SEA SURFACE TEMPERATURE (SST) BETWEEN HIMAWARI-8, BUOY, AND MUR SST IN SAVU SEA Bambang Sukresno; Rizki Hanintyo; Denny Wijaya Kusuma; Dinarika Jatisworo; Ari Murdimanto
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.453 KB) | DOI: 10.30536/j.ijreses.2018.v15.a2855

Abstract

Variance errors of Himawari-8, buoy, and Multi-scale Ultra-high Resolution (MUR) SST in Savu Sea have been investigated. This research used level 3 Himawari-8 hourly SST, in situ measurement of buoy, and daily MUR SST in the period of December 2016 to July 2017. The data were separated into day time data and night time. Skin temperature of Himawari-8 and subskin tempertaure of MUR SST were corrected with the value of 15∆Tdept">  before compared with buoy data. Hourly SST of Himawari-8 and buoy data were converted to daily format by averaging process before collocated with MUR SST data. The number of 2,264 matchup data are obtained. Differences average between Himawari-8, buoy and MUR SST were calculated to get the value of variance (Vij).  Using three-way error analysis, variance errors of each observation type can be known. From the analysis results can be seen that the variance error of Himawari-8, buoy and MUR SST are 2.5 oC, 0.28oC and 1.21oC respectively. The accuracy of buoy data was better than the other. With a small variance errors, thus buoy data can be used as a reference data for validation of SST from different observation type.
VARIABILITAS KLOROFIL-A MELALUI SATELIT MULTI RESOLUSI PULAU BALI, INDONESIA Rizki Hanintyo; Dinarika Jatisworo
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.26

Abstract

Klorofil-a (Chl-a) merupakan informasi yang sangat penting untuk mengetahui kesuburan suatu perairan. Dalam studi ini kami menyajikan analisis komparatif variabilitas klorofil-a dari produk level 3 Chl-a pada  4 (empat) data satelit yaitu Aqua MODIS, VIIRS-SNPP, Himawari-8, dan Sentinel 3 OLCI pada wilayah Selat Bali. Analisis didasarkan pada data rerata bulanan Chl-a pada tahun 2020. Hasil perhitungan rerata statistik menunjukkan bahwa informasi chl-a pada satelit Aqua MODIS dan Sentinel 3 OLCI mengalami peningkatan nilai rerata di bulan mei hingga agustus sedangkan pada satelit Himawari 8 AHI dan Suomi NPP VIIRS cenderung stabil dan tidak menunjukkan variasi. Variabilitas klorofil-a sangat nampak di daerah selat bali dan cenderung statis di daerah kepulauan Nusa Penida dan bali utaraChlorophyll-a (Chl-a) is very important information to determine the fertility of water. In this study, we present a comparative analysis of the variability of chlorophyll-a from level 3 Chl-a products on 4 (four) satellite data, namely Aqua MODIS, VIIRS-SNPP, Himawari-8, and Sentinel 3 OLCI in the Bali Strait region. The analysis is based on Chl-a's monthly average data in 2020. The results of mean statistical calculations show that the Chl-a concentration has been increased at mei to august from Aqua MODIS and Sentinel 3 OLCI satellite data. In the other hand, Himawari 8 AHI and Suomi NPP VIIRS tend to be stable and didn’t show any variation. The Chl-a concentration showed high variability in bali strait area and tend to be stable in Nusa Penida Island and north bali seas.
Pendugaan Daerah Potensial Penangkapan Ikan Lemuru (Sardinella sp.) Berdasarkan Klorofil-a Di Perairan Selat Bali Rais Fikri Azhari; Dinarika Jatisworo; Rose Dewi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3495

Abstract

Perairan Selat Bali merupakan daerah yang kaya sumberdaya ikan. Ikan Lemuru (Sardinella sp.) merupakan hasil perikanan paling dominan di perairan Selat Bali. Hampir 80% hasil penangkapan ikan di perairan Selat Bali berupa Lemuru. Pada kegiatan penangkapan, penentuan lokasi penangkapan merupakan aspek yang penting. Lokasi ikan lemuru, sangat ditentukan oleh kondisi perairan seperti konsentrasi klorofil-a. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui konsentrasi klorofil-a, hasil tangkapan ikan lemuru di perairan Selat Bali tahun 2014-2019, serta hubungan konsentrasi klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan lemuru, dan mengetahui pola distribusi klorofil-a dari 2014-2019 sebagai pendugaan daerah penangkapan di perairan Selat Bali. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data klorofil-a dari satelit Aqua MODIS Level 3, dan data hasil tangkapan ikan lemuru tahun 2014-2019. Metode yang digunakan adalah metode observasi yaitu mengamati gejala-gejala secara sistemastis untuk menemukan sebuah fakta. Rata-rata konsentrasi klorofil-a setiap bulan selama 2014-2019 didapatkan nilai berkisar 0.196 mg/m3 - 2.268 mg/m3 Rata-rata hasil tangkapan setiap bulan selama 2014-2019 berkisar 190 ton – 1.202 ton. Hasil uji korelasi pearson antara klorofil-a dan hasil tangkapan menunjukkan nilai -0.026 yang berarti berbanding terbalik.
Karakteristik Oseanografis Teluk Senggrong Banyuwangi Bambang Sukresno; Denny Wijaya Kusuma; Dinarika Jatisworo; Eko Susilo; Komang Iwan Suniada
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 3 (2019): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.177 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v14i3.7247

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik oseanografis teluk Senggrong.  Data yang digunakan meliputi suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a,  salinitas dan pH baik musim barat maupun musim timur.  Data time series suhu permukaan laut dan klorofil-a menggunakan data dari satelit Aqua dan Terra dengan sensor Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) tahun 2007 hingga 2018. Data insitu teluk Senggrong diperoleh dari pengukuran langsung yang dilakukan pada bulan April  dan bulan September  dengan menggunakan water quality checker (WQC). Untuk menampilkan distribusi spasial masing-masing variabel dilakukan interpolasi Krigging. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik oseanografis teluk Senggrong dipengaruhi oleh perubahan musim baik musim barat maupun musim timur.  Suhu permukaan laut pada musim barat relatif lebih tinggi dibandingkan pada musim timur. Konsentrasi klorofil-a pada musim barat lebih rendah daripada musim timur. Salinitas pada musim barat lebih rendah dibandingkan pada musim timur, sedangkan pH pada musim barat lebih tinggi daripada musim timur. Pada musim barat teluk Senggrong memiliki suhu permukaan laut antara 28,1 ℃ – 31,6 ℃, konsentrasi klorofil-a sekitar 0,2 mg/m3– 0,5 mg/m3, salinitas sebesar 32 ppm – 33 ppm dan pH berkisar 8,4 – 8,7. Sedangkan pada musim timur suhu permukaan laut berkisar antara 24,9 ℃ – 30,7℃, konsentrasi klorofil-a sebesar 0,1 mg/m3 – 3,5 mg/m3, salinitas antara 34 ppm – 35 ppm dan pH sekitar 7,5 – 8,3. 
Comparison of interpolation methods for sea surface temperature data Denny Wijaya Kusuma; Ari Murdimanto; Bambang Sukresno; Dinarika Jatisworo
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 2, No 2 (2018): JFMR VOL 2 NO 2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.952 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.7

Abstract

Interpolation methods have been used in many applications to produce continuous surface data based on point data. The common interpolation methods for Sea Surface Temperature (SST) data are Inverse Distance Weighted (IDW), Kriging, Natural Neighbor Interpolation (NNI), and Spline. In this study, those four interpolation methods will be reviewed and compared to find the satisfactory method. The Argo float data was chosen as SST point data and Aqua MODIS image as validation data. Each method will be reviewed and compared to Aqua MODIS data to find the best performance. The assessment for testing the best interpolation model is smooth performance, Maximum and Minimum comparison, mean comparison, Root Mean Square Error (RMSE) and Standard Deviation Difference. The result shows that IDW interpolation is the best way to make spatial interpolation for SST.
ANALISIS SPASIO-TEMPORAL VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN BERDASARKAN DATA SATELIT MODIS AQUA: STUDI KASUS DI WPP 573 DAN WPP 715 Dinarika Jatisworo; Denny Wijaya Kusuma; Bambang Sukresno; Rizki Hanintyo
Majalah Ilmiah Globe Vol. 22 No. 2 (2020): GLOBE VOL 22 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perairan (WPP) 573 akan lebih dipengaruhi oleh fenomena yang terjadi pada Samudra Hindia, sedangkan Samudra Pasifik akan lebih dominan berpengaruh terhadap karakteristik di WPP 715. Penelitian ini bertujuan untuk melihat variabilitas dan tren suhu permukaan laut (SPL) selama16 tahun (2003-2018) dengan menggunakan data satelit Aqua MODIS. Hasil penelitian menunjukkan variabilitas SPL tahunan di WPP 715 cenderung lebih hangat 0,3ºC dibandingkan dengan SPL tahunan WPP 573. Tren kenaikan suhu teridentifikasi signifikan hanya pada WPP 715 dengan besaran kemiringan 0,038 per tahun, sedangkan di WPP 573 juga terjadi kenaikan suhu dengan kemiringan sebesar 0,029 per tahun namun tidak signifikan berdasarkan perhitungan statistik. Sebaran suhu hangat tahunan secara spasial pada WPP 573 adalah selatan perairan Selat Sunda, Laut Sawu, Selat Lombok, Selat Alas, dan Laut Arafura bagian selatan, sedangkan di WPP 715 adalah Teluk Tomini, pesisir Laut Halmahera, Teluk Berau, dan Teluk Bintuni.
THREE-WAY ERROR ANALYSIS OF SEA SURFACE TEMPERATURE (SST) BETWEEN HIMAWARI-8, BUOY, AND MUR SST IN SAVU SEA Bambang Sukresno; Rizki Hanintyo; Denny Wijaya Kusuma; Dinarika Jatisworo; Ari Murdimanto
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2018.v15.a2855

Abstract

Variance errors of Himawari-8, buoy, and Multi-scale Ultra-high Resolution (MUR) SST in Savu Sea have been investigated. This research used level 3 Himawari-8 hourly SST, in situ measurement of buoy, and daily MUR SST in the period of December 2016 to July 2017. The data were separated into day time data and night time. Skin temperature of Himawari-8 and subskin tempertaure of MUR SST were corrected with the value of 15∆Tdept">  before compared with buoy data. Hourly SST of Himawari-8 and buoy data were converted to daily format by averaging process before collocated with MUR SST data. The number of 2,264 matchup data are obtained. Differences average between Himawari-8, buoy and MUR SST were calculated to get the value of variance (Vij). Using three-way error analysis, variance errors of each observation type can be known. From the analysis results can be seen that the variance error of Himawari-8, buoy and MUR SST are 2.5 oC, 0.28oC and 1.21oC respectively. The accuracy of buoy data was better than the other. With a small variance errors, thus buoy data can be used as a reference data for validation of SST from different observation type.