Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN MAMASA Indra Wilyanti; Aco Dahrul Saharuddin; Sri Yuyun
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2021): MITZAL, Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.447 KB) | DOI: 10.35329/mitzal.v6i1.2074

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of leadership style on employee performance at the Mamasa Regency DPRD secretariat office and employee performance at the Mamasa Regency DPRD secretariat office. The type of research that the author uses in this research is empirical research. which departs from empirical data that ends with the discovery. Empirical research is intended as an effort to approach the problem under study with a legal nature that is in accordance with the reality faced in society. The results of the study indicate that the workplace, compensation, and leadership attitudes are factors that together have a significant effect on the work motivation of the Mamasa Regency DPRD Secretariat employees and provide an indication that the most dominant work motivation affecting the Mamasa Regency DPRD Secretariat employees is the workplace factor.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR (Studi Kasus Home Industri Pengrajin Kuliner Kasippi,Bagea,dan Pupuq Di Desa Karama) Yahya Sakaria; Aco Dahrul Saharuddin; Mukhlis Hannan
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2269

Abstract

Penelitian mempunyai tujuan untuk bisa mengetahui Implementasi Kebijakan Program Pengembangan Home Industri di Kabupaten Polewali Mandar Dinas Perindagkop dan UMKM untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan program pengembangan home industri. Metode penelitian yang diterapkan yaitu Metode penelitian kualitatif sumber data bisa berasal dari informan dari dinas perindagkop dan UMKM Kabupaten Polewali Mandar dan para pelaku Home Industri  beserta dengan pemerintah desa Karama instrumen yang digunakan yaitu observasi, data, wawancara. Lokasi penelitian di Dinas Perindagkop dan UMKM. Adapun informakan dalam penelitian berjumlah 3 orang dari Dinas Perindagkop dan UMKM di Kabupaten Polewali Mandar dan pelaku Home Indsutri sejumlah 3 dan 1 aparat desa.Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa implementasi kebijakan program pengembangan Home Industri di Kabupaten Polewali Mandar berperan meningkatkan sumber daya dan meningkatkan kualitas para pelaku home industri yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, peningkatan promosi, pelatihan-pelatihan dan legalitas suatu usaha faktor pendukung seperti dilibatkan tokoh masyarakat, promosi dan pelatihan-pelatihan para pelaku home industri, sedangkan faktor penghambatnya seperti pemereintah kurang proaktif, para pelaku tidak memperhatikan legalitas usaha dan kualitas hasil produk.
EVALUASI PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA BANUA BARU KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Muhammad Massyat; Aco Dahrul Saharuddin; Arhamarahimin Arhamarahimin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.1444

Abstract

Hasil penelitian evaluasi pengelolaan dana desa di Desa Banua Baru Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar tahun 2019 bahwa program dari anggaran dana desa pada tahun 2019 lebih kepada pembangunan infrastruktur. Anggaran dana desa pada tahun 2019 belum transparan kepada masyarakat secara peruntukan maupun rincian jelasnya, di dalam pengelolaan dana belum melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya seperti diperencanaan ataupun dalam pelaksanaannya. Kinerja aparatur desa Banua Baru dan pendamping desa dirasa masih masih kurang memuaskan dan belum paham mengenai pemerintahan desa. Pada tahap kedua pelaksanaan pembangunan pada tahun 2019 dari anggaran dana desa mengalami keterlambatan. Dana desa di Desa Banua Baru lebih memprioritaskan kepada pembanguan fisik sehingga dalam dalam pembangunan non fisik seperti pemberdayaan, masyarakat belum berdaya secara skil dan kemampuan untuk maju dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.Kata Kunci: Pengelolaan Dana Desa, Desa Banua Baru, Teori Evaluasi
GAMBARAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA GURU SDN 009 TAPUA DIDESA BA'BA TAPUA KECAMATAN MATANGNGA Nur Muhammad Abdi; Sri Nengsih; Aco Dahrul Saharuddin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 1 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5297

Abstract

Kelelahan merupakan masalah umum dalam dunia kerja. Salah satunya adalah profesi yang melibatkan jasa manusia, seperti guru. Adapun dampak kelelahan pada guru SDN 009 Tapua di Desa Ba’ba Tapua diantaranya beberapa guru mengalami kelelahan kerja yang akibatkan oleh faktor umur dengan adanya tuntutan pekerjaan dengan perubahan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran beban kerja terhadap kelelahan kerja pada guru SDN 009 Tapua di Desa Ba’ba Tapua Kec. MatangngaJenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara, obsevasi dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah SDN 009 Tapua. Sedangkan informan biasa terdiri dari 6 guru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kelelahan kerja pada Guru SDN 009 Tapua yang disebabkan oleh umur karena perubahan kurikulum berubah dari tahun ke tahun, tidak terdapat kelelahan kerja pada Guru SDN 009 Tapua yang disebabkan oleh jenis kelamin, dan terdapat kelelahan kerja pada Guru SDN 009 Tapua yang di sebabkan oleh beban kerja fisik dan mental.Saran agar lebih melakukan istirahat yang cukup, membiasakan diri melakukan peregangan otot disela-sela pekerjaan, mengatur waktu mereka secara efektif dalam menyelesaikan pekerjaannya. 
Persepsi Masyarakat Tentang Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa Studi Desa Buntubuda Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa Arie Sanjaya; Aco Dahrul Saharuddin; Sri Yuyun
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2265

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Buntubuda Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa. Peneliti memlilih desa ini sebagai objek penelitian sebab keterjangkauan dan memudahkan peneliti dalam pengumpulan data yang dibutuhkan selama penelitian. Pelaksanaan penelitian ini di mulai pada tanggal 12 Februari – 31 Maret 2020. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hal ini dianggap sesuai dengan tujuan penelitian dengan maksud menggambarkan, mendeskripsikan dan bermaksud menginterpretasi masalah yang berkaitan dengan fungsi keterwakilan Badan Permusyawaratan Desa. Persepsi adalah kemampuan untuk membeda-bedakan, mengelompokkan, memfokuskan dan sebagainya itu disebut sebagia kemampuan untuk mengorganisasikan dan pengamatan. Pelaksanaan adalah kegiatan meliputi menentukan, mengelompokan, mencapai tujuan, penugasan orang-orang dengan memperhatikan lingkungan fisik, sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan terhadap setiap individu untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Fungsi merupakan sekelompok aktivitas yang tergolong pada jenis yang sama berdasarkan sifatnya, pelaksanaan ataupun pertimbangan lainnya. Badan permusyawaratan Desa merupakan perwujudan demokrasi di Desa. Demokrasi yang dimaksud adalah bahwa agar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan harus memperhatikan aspirasi dari masyarakat sebagai contoh demokratisasi dari masyarakat, yang diartikulasikan oleh Badan Permusyawaratan Desa dan  lembaga masyarakat lainnya