Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYA KERJA PUSKESMAS TAWALIAN KECAMATAN TAWALIAN KABUPATEN MAMASA Yulius Yulius; Urwatil Wusqa Abidin; Andi Liliandriani
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 1 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.97 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i1.1636

Abstract

Latar belakang Stunting merupakan suatu permasalahan gizi  yang dirasakan dunia, kususnya di Negara  berkekurangan dan berkembang. Dari  laporan Gizi Kabupaten Mamasa tahun 2018, jumlah balita dengan status gisi stunting sebanyak 3032 balita dari total 11878 balita (25,5%).Tujuan Penelitian adalah Mengetahui hubungan pernikahan dini terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tawalian Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan ialah cross sectional.  Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu balita  di wilayah kerja puskesms tawalian yaitu 102 ibu balita.Sampel  pada penelitian  ini tekhnik pengambil sampel yang digunakan adalah purposive samling  hingga menghasilkan sampel  ialah sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian ini adalah: Usia ibu saat menikah diperolehh hasil P value =0,01 dan pengetahuan ibu diperoleh hasil P value=0,03, dan pemberian asi-eksklusif diperoleh hasil P value=0,002, Kesimpulan penelitian ini yaitu umur ibu saat  menikah, pengetahuan ibu dan pemberi asi-eksklusif terdapat hubungan dengan kejaian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tawalian.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Islam Bontang Andi Liliandriani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.1872

Abstract

Persalinan adalah kejadian fisiologi yang normal dalam kehidupan. Kelahiran seorang bayi merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga. Sectio Caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan uterus. Sectio Caesarea ini direncanakan lebih dahulu karena sudah diketahui bahwa kehamilan harus diselesaikan dengan pembedahan itu. Keuntungannya ialah bahwa waktu pembedahan dapat ditentukan oleh dokter yang akan menolongnya dan segala persiapan dapat dilakukan dengan baik. Kerugiannya yaitu segmen bagian bawah uterus belum membentuk dengan baik sehingga menyulitkan dengan pembedahan, dan lebih mudah terjadi atonia uteri dengan perdarahan karena uterus belum mulai dengan kontraksinya. Akan tetapi dapat dikatakan bahwa umumnya keuntungan lebih besar dari pada kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dengan Sectio Caesarea, letak sungsang dengan Sectio Caesarea dan ketuban pecah dini dengan Sectio Caesarea. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Januari sampai 21 Februari 2015. Desain penelitian menggunakan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang melakukan persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Islam Bontang pada bulan Januari 2014 – Januari 2015 yang terdaftar di bagian rekam medik. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu dengan Sectio Caesarea, letak sungsang dengan Sectio Caesarea dan ketuban pecah dini dengan Section Caesarea. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian persalinan Sectio Caesarea, letak sungsang dengan kejadian persalinan Sectio Caesarea  dan ketuban pecah dini dengan kejadian persalinan Sectio Caesarea, dan diharapkan kepada ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan, asupan makanan dan selalu mengontrol kehamilan di Puskesmas, Rumah Sakit dan pelayanan kesehatan terdekat.
MORINGA OLEIFERASEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BALITA STUNTING Urwatil Wusqa Abidin; Andi Liliandriani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2021): J-KESMAS Volume 7, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v7i1.1759

Abstract

Specific nutrition intervention efforts for short children under five are focused on the 1,000 First Day of Life (HPK) group. Consuming Moringa Oliferadi Polewali Mandar Regency is one of the efforts taken to accelerate the growth and development of toddlers because it is found in abundance of nutrients, such as: vitamin A, vitamin C, calcium, and iron. This research is expected to be an alternative for families with stunting toddlers in order to provide adequate nutritional intake by utilizing Moringa Olifera. This research uses a Quasi Experimental design, which is an experiment that has treatment, impact measurement, experimental units but does not use random assignments to create comparisons. in order to infer changes caused by treatment. The design used was one group pre test and post test design, which is a study by comparing the nutritional status of toddlers before the intervention and after the intervention. The results showed that the Sig. (2-tailed) both variables equal to 0.000. This value is <0.05, so it can be concluded that there is an effect of giving Moringa Oliferar powder on body weight (BW) and height (TB) of toddlers. Because of this, giving Moringa Olifera powder, can increase BW and TB in toddlers.