Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Daenglangi' Daenglangi'; Dahliah Nurdin; Abd Jamal M
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3859

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman hortikultura yang buahnya banyak disukai dan dibudidayakan di Indonesia. Selain sebagai sayuran, buah tomat juga digunakan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik, dan bahan baku pengolahan makanan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Minanga, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, dan dilaksanakan pada bulan Maret 2022 sampai bulan Juli 2022. Penelitian ini dilaksanan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu: pemberian pupuk kandang ayam dan kompos limbah kulit kopi (P) yang terdiri atas 5 taraf, yaitu (P0) Kontrol, (P1) Pukan Ayam, (P2) Limbah Kulit Kopi, (P3) Pupuk Kandang Ayam 300 g + Limbah Kulit Kopi 200 g, (P4) : Pupuk Kandang Ayam 600 g + Limbah Kulit Kopi 400 g.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan kompos limbah kulit kopi memberikan pengaruh nyata perlakuan pupuk kandanga ayam 600 g + limbah kulit kopi 400 g. ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur panen, berat buah pertanaman dan jumlah buah
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN WORTEl (Daucus Carota L.) Jhon Bongga Senga'; Dahliah Nurdin; Satriani MS
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.2988

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan tanaman sayuran umbi yang kaya akan vitamin A, B Kompleks, C, D, E, K, dan aktioksidan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, dan dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai bulan Februari 2022. Penelitian ini dilaksanan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu: pemberian pupuk organik dan anorganik (P) yang terdiri atas 8 taraf, yaitu (P0) Kontrol, (P1) Pukan Ayam 2 kg/petak, (P2) Pupuk Kandang Ayam 1 kg + ZA 10 gr + KCL 5 gr/petak, (P3) Pupuk Kandang Ayam 1 kg + ZA 10 gr + SP-36 5 gr/petak, (P4) Pupuk Kandang Ayam 2 kg + ZA 5 gr + KCL 5 gr/petak, (P5) Pupuk Kandang Ayam 2 kg + ZA 5 gr + SP-36 5 gr/petak, (P6) ZA 15 gr + KCL 5 gr/petak, (P7) ZA 15 gr + SP-36 5 gr/petak.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak terdapat kombinasi pupuk organic dan an organik yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman wortel.
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens L.) Putry Nilmala Sary; Dahliah Nurdin; Iinnaninengseh Iinnaninengseh; Harli A. Karim
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.721 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.802

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Deking, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan November 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian mikroorganisme lokal yang diharapkan akan memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Metode penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tanpa pemberian mikroorganisme lokal, mikroorganisme lokal bonggol pisang, mikroorganisme lokal nasi berjamur, mikroorganisme lokal daun lamtoro, dan mikroorganisme lokal daun trambesi. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 5 perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Jumlah perlakuan sebanyak 20 dan setiap perlakuan masing-masing 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 80 tanaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal daun lamtoro memberikan pengaruh baik terhadap tanaman cabai rawit pada parameter umur panen, jumlah buah dan berat buah.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH BUAH TOMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Dahliah Nurdin; Muhammad Supri; Muh. Rifky Auliah
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6645

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi tomat di Kabupaten Polewali Mandar mengalami penurunan dari tahun 2020 ke tahun 2021. Pada tahun 2020, produksi tomat sebesar 1.273 ton dari luas panen 76 hektar, sedangkan pada tahun 2021, produksi menurun menjadi 1.127 ton dari luas panen 82 hektar (BPS, 2022). Penelitian akan dilaksanakan di Desa Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar mulai bulan Januari sampai dengan April 2025. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rencana acak kelompok (RAK) 4 taraf, yaitu kontrol/tanpa perlakuan (S0), pengelolaan limbah buah tomat POC (S1), pengelolaan limbah buah dengan POC tomat + pengomposan limbah buah tomat (S2), dan pengelolaan limbah buah tomat (S3). Penelitian ini sampai pada kesimpulan sebagai berikut: Analisis statistik hasil menunjukkan bahwa pemberian POC dari limbah buah tomat (S1) berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman tomat umur 29 hari tanam dan 43 hari setelah tanam.