Febriansyah Ramadhan
Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menggali Asas-Asas Pengadilan Hak Asasi Manusia dalam Pengujian Undang-Undang Pengadilan Hak Asasi Manusia Febriansyah Ramadhan; Ilham Dwi Rafiqi
Journal of Judicial Review Vol 24 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jjr.v24i1.5376

Abstract

Dinamika pengujian UU Pengadilan HAM di Mahkamah Konstitusi, permasalahan mengenai penyelesian pelanggaran HAM berat masa lalu masih tidak menjadi priotitas perhatian. Penyelesaian tersebut cenderung kehilangan arah, tidak pasti, berlarut-larut yang merugikan korban dan/atau keluarganya. Pemaknaan asas hukum sebagai bintang pemandu, perlu dilakukan kembali untuk mengembalikan arah penegakan hukum yang telah kabur. Tulisan ini mengkaji asas-asas pengadilan HAM yang digali melalui Putusan Mahkamah Konstitusi tentang UU Pengadilan HAM. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi putusan MK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktiknya, pengujian terhadap UU Pengadilan HAM sudah dilakukan sebanyak 5 kali, namun Putusan MK tersebut juga belum mampu memberikan solusi terhadap buntunya penegakan hukum pelanggaran HAM berat. Terdapat lima asas yang sering digunakan oleh MK dalam pengujian UU Pengadilan HAM, seperti kewajiban diadili oleh negara, Crimes Agains Humanity, Independensi, Imparsial dan Kemandirian proses Peradilan, Yurisdiksi dan Asas Non-retroaktif.
Disharmony of Domestic Refining Provisons for Mineral and Coal in Indonesian Laws and Regulations Ira Fadilla Rohmadanti; Febriansyah Ramadhan; Ilham Dwi Rafiqi
Pandecta Research Law Journal Vol 17, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v17i1.31236

Abstract

Domestic refining practices of minerals and coal in Indonesia have not run efficiently and provided provisions for the country. The challenge of realizing the purification policy comes in turn, one of which is the problem of regulation. Hence, this study aims to examine and analyze mineral and coal (referred to as minerba) refining policy in the country in the laws and regulations, ranging from the level of legislation to implementing regulations. The research method used is normative legal research using a statutory and conceptual approach. The results showed that domestic minerba refining policies stated in many rules tends to be not one-way and is flexible, indicated by frequent changes in domestic refining policy. As a result, it causes disharmony between the Minerba Bill and the implementing regulations. Some implementing regulations, particularly Ministerial Regulations, are not in accordance with the principle of the obligation to increase the value-add by carrying out processing and refining domestically. Moreover, the regulation is considered contradictory due to providing opportunities for exporting minerals that have not been processed and refined, leading to reduced state revenues and impact on state losses.