Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN PRAEVALUASI KADAR LINIER ALKILBEZENE SULFONATE (LAS/SLES) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI LAMAT MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG Marius Agung Sasmita Jati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.876 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i3.19

Abstract

Identifikasi dan evaluasi kadar Linier Alkilbenzene Sulfonate telah dilakukan pada DAS Lamat Muntilan. Kajian mengenai kadar LAS berupa SLES (Sodium Lauril Eter Sulfat) telah dilakukan sebagai pendekatan banyaknya penggunaan detergen bermerk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Linier Alkilbenzene Sulfonat (LAS) secara konsisten dan membandingkannya dengan baku mutu air yang telah disepakati secara nasional. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometer UV-Vis dengan memanfaatkan interaksi ion Metilen Biru dengan surfaktan anionik dalam pelarut kloroform dan diukur pada panjang gelombang 652 nm dengan mengabaikan interferensi senyawa anion kesadahan air. Data yang dihasilkan yaitu rerata konsentrasi SLES musim kemarau pada Dusun Jagalan sebesar 1,03 ppm atau mg/L, sedangkan konsentrasi SLES pada Dusun Pepe sebesar 1,31 ppm atau mg/L dan konsentrasi SLES pada Dusun Balemulyo sebesar 1,36 ppm atau mg/L. Untuk musim penghujan kadar rerata SLES tersebut jauh lebih kecil dibandingkan musim kemarau yaitu 0,03 ppm.Kadar tersebut melampaui dari Peraturan Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor: KEP-02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan adalah tidak layak dikonsumsi secara langsung maupun tidak langsung khusus untuk kebutuhan manusia namun apabila digunakan untuk hewan dan tumbuhan masih layak. Kata Kunci : LAS, SLES, Muntilan AbstractIdentification and Evaluation of Linear levels Alkylbenzene Sulfonate was conducted on Lamat Watershed in Muntilan. The Study of LAS levels or SLES (Sodium lauryl ether sulfate) was carried out a number of approaches from among detergent used.The Research had aims to determine the extent of LAS level consistently and comparing toward standart water quality which were agreed nationwide. Research Methods used UV-Vis Spectrophotometer based on ion interaction of methylene blue and anionic surfactant in chloroform phase then measured in 652 nm by ignoring interference anion water hardness.The result were 1.03 ppm of Jagalan Village, 1.31 ppm of Pepe Village and 1.36 ppm of Balemulyo Village in rainy season. In dry season, the level of SLES reached 0,03 ppm lower than rainy season.Levels exceeded Of Regulation of the Minister of State for Civil and Environment No. KEP-02 / MENKLH / I / 1988 Concerning about Determination Guidance Standard Quality Environment was not suitable for consumption directly or indirectly to Human Needs, but when used to consume animals and Still worth the plants. Keyword: LAS, SLES, Muntilan
SINTESIS ATRAKTAN ASAM LAKTAT-ASAM ASETAT-AMONIAK SEBAGAI PENGENDALI POPULASI NYAMUK Aedes sp Marius Agung Sasmita Jati; Antok Nurwidi Antara
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.959 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i4.248

Abstract

Latar Belakang: Penelitian mengenai sintesis Atraktan Asam Laktat-Asam Asetat-Amoniak untuk Pengendali Populasi Nyamuk Aedes sp telah dilakukan. Penelitian ini bersifat eksperimental.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Model Atraktan Asam Laktat-Asam Asetat-Amoniak. Pengujian hasil penelitian ini mengambil lokasi di Daerah Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah sebagai tempat dimana Aedes albopictus terdapat banyak.Metode: Metode sampling penelitian yang dilakukan bersifat random. Hasil: Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa dengan komposisi 85% asam Laktat, 12,5 % asam Asetat dan 2,5 % amonia, mempunyai kemampuan sebagai atraktan nyamuk Aedes sp. Hasil penelitian ini dikaji dengan standar Pedoman Pengumpulan Data Vektor (Nyamuk) di Lapangan : Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit di Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan R.I. Tahun 2017.Kesimpulan: bahan aktif yang diuji efektif dijadikan atraktan. Hasil penelitian ini sebagai suatu solusi dalam mengendalikan populasi nyamuk Aedes sp. di tempat lain.
Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Kegiatan Dies Natalis STIKES Wira Husada Yogyakarta Melalui Pemeriksaan Golongan Darah Di Babarsari Yogyakarta Dewi Nur Anggraeni; Eva Runi Khristiani; Handriani Kristanti; Hartalina Mufidah; Susi Damayanti; Marius Agung Sasmita Jati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golongan Darah merupakan sebuah identitas dari seorang individu. Sistem penggolongan darah yang banyak dikenal yaitu sistem ABO dengan rincian golongan darah A, B, AB, dan O dengan  Rhesus (+) atau Rhesus (-). Identitas dari golongan darah ini, kurang lebihnya merupakan sebuah informasi yang berperan besar dalam memenuhi kebutuhan darah. STIKES Wira Husada yang terletak di Babarsari dalam acara Dies Natalis melakukan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu berupa kegiatan pemeriksaan golongan darah di Babarsari Yogyakarta. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat dapat mengetahui jenis golongan darah dan mengetahui fungsi dari jenis golongan darah tersebut. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu perkenalan dengan masyarakat, pemeriksaan golongan darah dan analisis data hasil pemeriksaan golongan darah.  Hasil yang diperoleh yaitu persentase golongan darah dari masyarakat Babarsari Yogyakarta untuk golongan darah A yaitu 42,5%, golongan darah B yaitu 55%, golongan darah AB yaitu 17,5%, golongan darah O yaitu 22,5%, Rhesus (+) yaitu 100%. Golongan darah yang telah diperiksa dapat diketahui oleh masyarakat Babarsari Yogyakarta dan dapat digunakan sebagai identitas oleh masyarakat jika dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan darah, per individu dari masyarakat sudah mengetahui jenis golongan darah mereka.