Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KALPATARU

Potential of submerged landscape archaeology in Indonesia Shinatria Adhityatama; Ajeng Salma Yarista
KALPATARU Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v28i1.505

Abstract

Abstract. Indonesia has a great potential to be a country-wide laboratory of underwater landscape study. This is due to the fact that its two main contingents, Sunda and Sahul, had been experiencing sea level rise event in the late of ice age , in which intersectedcrosses the timeline of prehistoric human migration. Even though Indonesian ocean preserves the richness of underwater resources, including archaeological data, the study itself has not been touched by many. This paper will focus in two objectives: 1) Reconstructing paleo-river model and; 2) Potential prehistoric remnants in Misool Islands caves. The method used includes a field survey , by diving and data brackets by using sub-bottom profiler. Besides, we also conducted literature reviews.The results of this study indicate that the Sunda and Sahul Exposures are likely to be inhabited by humans, but at this time the remains have sunk on the seabed. It is hoped that this study can be the basis and motivation for future archeological research such as prehistoric human settlements and migration in a submerged landscape environment.Keywords: Submerged landscape, Sunda shelf, Sahul shelf, Sea-level change, Underwater archaeologyAbstrak. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi sebuah laboratorium penelitian lanskap bawah air. Gagasan ini didasarkan pada fakta bahwa dua kontingen yang membentuk Indonesia, Paparan Sunda dan Sahul, mengalami perubahan air laut pada akhir zaman es yang bersinggungan dengan migrasi manusia prasejarah. Walaupun lautan Indonesia menyimpan kekayaan alam, termasuk data arkeologi, penelitian tentang lanskap bawah laut belum banyak disentuh. Studi ini bertujuan untuk membahas dua hal: 1) rekonstruksi model sungai purba dan ;2) potensi peninggalan jejak prasejarah di gua bawah air di Pulau Misool. Metode yang digunakan adalah melakukan survei lapangan, dengan melakukan penyelaman dan perkeman data menggunakan alat akustik sub-bottom profiler, selain itu kami juga melakukan kajian dan review pustaka.Hasil studi ini menunjukkan bahwa Paparan Sunda dan Sahul kemungkinan besar telah dihuni oleh manusia namun pada saat ini peninggalannya telah tenggelam di dasar laut, diharapkan kajian ini dapat menjadi dasar dan motivasi untuk riset arkeologi mendatang seperti hunian dan migrasi manusia prasejarah pada lingkungan lanskap yang tenggelam.Kata kunci: Lanskap bawah air, Paparan sunda, Paparan sahul, Perubahan tinggi air laut, Arkeologi bawah air
ARKEOLOGI BAWAH AIR: TEMUAN TEMBIKAR SITUS TERENDAM DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN Rr. Triwurjani; Shinatria Adhityatama
KALPATARU Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v28i1.533

Abstract

Abstract. Underwater archaeological research usually talks about archaeological remains under the sea like a sinking ship. The issue of sinking ships concerns the cargo, the type of ship, shipping lines, trade routes, and the origin and technology of shipbuilding. The problem is that archeological findings are not only in the sea, but also in lakes, swamps, or rivers. Therefore underwater archeology not only studies archeological findings in the sea but also on the lake. Archaeological findings originating from within the Matano lake include in the form of pottery both intact and fractions mixed with metal objects. Lake Matano located in Luwu Regency in South Sulawesi is an ancient lake and is the deepest lake in Southeast Asia. How and why these pottery findings arrived inside the lake, are the problems that will be answered in this study. The aim is to find out the function and role of pottery in the sites of Lake Matano and what factors influence it. With the method of inductive reasoning and underwater exploration and land and an analogy with the findings of similar pottery in the terrestrial area of the lake, we can find a connection between the findings of pottery and the same activities related to the manufacture of metal objects, and strong suspicion of tectonic activity that affects the site's existence.Keywords: Pottery, Underwater, Terrestrial, Metal, Lake MatanoAbstrak. Penelitian arkeologi bawah air biasanya berbicara tentang tinggalan arkeologi di bawah laut seperti kapal tenggelam. Isu kapal tenggelam ini menyangkut tentang muatan, jenis kapal, jalur pelayaran, jalur perdagangan, dan asal muasal dan teknologi pembuatan kapal. Permasalahannya, temuan arkeologi tidak saja berada di dalam laut, tetapi juga terdapat di perairan danau, rawa, ataupun sungai. Oleh karena itu, arkeologi bawah air tidak saja mempelajari temuan arkeologi di dalam laut, tetapi juga di danau. Temuan arkeologi yang berasal dari dalam Danau Matano antara lain berupa tembikar, baik utuh maupun pecahan yang bercampur dengan benda logam. Danau Matano yang terletak di Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan adalah danau purba dan merupakan danau terdalam di Asia Tenggara. Bagaimana dan mengapa temuan tembikar ini sampai berada di dalam danau adalah permasalahan yang hendak dijawab dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui fungsi dan peran keberadaan tembikar di situs-situs Danau Matano dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Dengan metode penalaran induktif dan ekplorasi bawah air dan daratan serta analogi dengan temuan tembikar serupa di area terrestrial danau dapat diketahui adanya hubungan antara temuan tembikar dengan aktivitas yang sama berkaitan dengan pembuatan benda logam, dan dugaan kuat adanya aktivitas tektonik yang mempengaruhi keberadaan situs.Kata kunci: Tembikar, Bawah air, Terrestrial, logam, Danau Matano