Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KALPATARU

ARKEOLOGI BAWAH AIR: TEMUAN TEMBIKAR SITUS TERENDAM DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN Rr. Triwurjani; Shinatria Adhityatama
KALPATARU Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v28i1.533

Abstract

Abstract. Underwater archaeological research usually talks about archaeological remains under the sea like a sinking ship. The issue of sinking ships concerns the cargo, the type of ship, shipping lines, trade routes, and the origin and technology of shipbuilding. The problem is that archeological findings are not only in the sea, but also in lakes, swamps, or rivers. Therefore underwater archeology not only studies archeological findings in the sea but also on the lake. Archaeological findings originating from within the Matano lake include in the form of pottery both intact and fractions mixed with metal objects. Lake Matano located in Luwu Regency in South Sulawesi is an ancient lake and is the deepest lake in Southeast Asia. How and why these pottery findings arrived inside the lake, are the problems that will be answered in this study. The aim is to find out the function and role of pottery in the sites of Lake Matano and what factors influence it. With the method of inductive reasoning and underwater exploration and land and an analogy with the findings of similar pottery in the terrestrial area of the lake, we can find a connection between the findings of pottery and the same activities related to the manufacture of metal objects, and strong suspicion of tectonic activity that affects the site's existence.Keywords: Pottery, Underwater, Terrestrial, Metal, Lake MatanoAbstrak. Penelitian arkeologi bawah air biasanya berbicara tentang tinggalan arkeologi di bawah laut seperti kapal tenggelam. Isu kapal tenggelam ini menyangkut tentang muatan, jenis kapal, jalur pelayaran, jalur perdagangan, dan asal muasal dan teknologi pembuatan kapal. Permasalahannya, temuan arkeologi tidak saja berada di dalam laut, tetapi juga terdapat di perairan danau, rawa, ataupun sungai. Oleh karena itu, arkeologi bawah air tidak saja mempelajari temuan arkeologi di dalam laut, tetapi juga di danau. Temuan arkeologi yang berasal dari dalam Danau Matano antara lain berupa tembikar, baik utuh maupun pecahan yang bercampur dengan benda logam. Danau Matano yang terletak di Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan adalah danau purba dan merupakan danau terdalam di Asia Tenggara. Bagaimana dan mengapa temuan tembikar ini sampai berada di dalam danau adalah permasalahan yang hendak dijawab dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui fungsi dan peran keberadaan tembikar di situs-situs Danau Matano dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Dengan metode penalaran induktif dan ekplorasi bawah air dan daratan serta analogi dengan temuan tembikar serupa di area terrestrial danau dapat diketahui adanya hubungan antara temuan tembikar dengan aktivitas yang sama berkaitan dengan pembuatan benda logam, dan dugaan kuat adanya aktivitas tektonik yang mempengaruhi keberadaan situs.Kata kunci: Tembikar, Bawah air, Terrestrial, logam, Danau Matano
TINGGALAN MEGALITIK DI KAWASAN PASEMAH SUMATERA SELATAN: KAJIAN ARKEOLOGI PUBLIK Rr. Triwurjani
KALPATARU Vol. 27 No. 1 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v27i1.554

Abstract

  Abstract. In this globalization era, the management of cultural heritage has improved significantly. The general public is now considered capable and has the right to manage their cultural heritage. The problem is how to make archaeology needed by the public and becomes part of their daily lives. Previous researches show that almost all megalithic remains in Pasemah, particularly the statues, are broken, and many stone burials and dolmens are transformed into washing boards or building foundations. This research aims to seek a suitable model for public-based management of cultural heritage in Pasemah. The method used in this research is descriptive-explanatory which is used to explain the phenomenon of archaeological remains and their surroundings. There is also interviews with individuals or communities related with the cultural heritage management. The research reveals that the community now is more aware about the issue and expecting for more courses or discussion forums about cultural heritage in their regions. In addition to preservation of the cultural heritage in Pasemah area, this research also encourages people to be proud of their culture as part of the national identity.  Keywords: Public archaeology, management, megalithic in Pasemah, nation identity  Abstrak. Pada era globalisasi saat ini pengelolaan warisan budaya mengalami perkembangan sangat signifikan, yang semula bertujuan untuk kepentingan negara/pemerintahan sekarang menjadi pengelolaan untuk masyarakat luas. Masyarakat diangggap mampu dan berhak mengelola warisan budaya. Permasalahannya adalah bagaimana arkeologi bisa dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat itu sendiri. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa hampir semua tinggalan megalitik di Kawasan Pasemah, Sumatera Selatan, memperlihatkan kondisi yang tidak utuh, seperti arca-arca dan kubur batu (dolmen) yang hilang atau beralih fungsi menjadi papan cuci dan pondasi rumah. Tujuan penelitian adalah mengetahui model pengelolaan tinggalan budaya berbasis masyarakat, khususnya pada masyarakat di kawasan Pasemah. Metode yang digunakan bersifat deskriptif eksplanatif, yaitu menjelaskan fenomena tinggalan arkeologis dan lingkungannya dan melakukan wawancara secara mendalam melalui diskusi terfokus dengan pihak terkait yang dianggap berkepentingan terhadap pengelolaaan tinggalan budaya tersebut. Hasilnya adalah sebuah pemahaman tentang keterlibatan masyarakat dan menjadikan arkeologi sebagai bagian dari kehidupan yang profan di mana masyarakat meminta diadakan pelatihan ataupun ceramah arkeologi tentang tinggalan di daerahnya. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk melestarikan warisan budaya di kawasan Pasemah dan memicu rasa kebanggaan terhadap budaya sendiri sebagai identitas bangsa. Kata kunci: Arkeologi publik, pengelolaan, megalitik pasemah, identitas bangsa