Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah Terintegrasi Etnomatematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMA Ana Wiska; Henra Saputra Tanjung; Arief Aulia Rahman; Cut Eva Nasryah
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.6 KB) | DOI: 10.51276/edu.v1i3.49

Abstract

Abstract: It takes teaching material that can train students in solving mathematical problems. One of the teaching materials that can be developed to improve students' mathematical problem solving skills is problem-based teaching material. The purpose of this research is to describe: the validity of integrated problem-based ethnomatematics teaching materials developed; the effectiveness of ethnomatematics integrated problem-based teaching materials developed; and student responses to integrated problem-based ethnomatematics teaching materials developed. This research is a research development. This research was conducted through two stages, namely the first stage of developing ethnomatematics integrated problem-based teaching materials using the Four-D model, and the second stage of testing the ethnomatematics integrated problem-based teaching materials developed in class XI of SMA Negeri 1 Meureubo to see their effectiveness. From these two stages, it was obtained: integrated ethnomatemics problem-based teaching materials developed were valid, based on the results of the validation conducted by the validators; integrated ethnomatematics problem-based teaching materials developed effectively, in terms of classical student mastery learning and achievement of learning objectives; and positive student responses to the integrated problem-based ethnomatematics activity and teaching material developed. Abstrak: Dibutuhkan bahan ajar yang dapat melatih siswa dalam memecahkan masalah matematika. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah bahan ajar berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: kevalidan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan; efektifitas bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan; dan respon siswa terhadap bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama mengembangkan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika menggunakan model pengembangan Four-D, dan tahap kedua mengujicobakan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan di kelas XI SMA Negeri 1 Meureubo untuk melihat efektifitasnya. Dari kedua tahap tersebut, diperoleh:  bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan valid, berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh para validator; bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan efektif, ditinjau dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal serta ketercapaian tujuan pembelajaran;  dan respon positif siswa terhadap aktifitas dan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Henra Saputra Tanjung
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2016): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan Pemahaman dan komunikasi matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terdiri dari kelompok eksperimsen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas, dengan populasi adalah siswa SMA dengan sampel penelitian siswa kelas X di salah satu SMP di Kota Padangsidimpuan, dengan responden penelitian siswa kelas X sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak kelas dari enam kelas. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yang digunakan untuk menghitung rataan gain ternormalisasi antara kedua kelompok sampel dengan menggunakan Uji-t dan analasis kualitatif untuk menelah sikap siswa terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik siswa. Pembelajaran dengan medel pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Menengah Atas. 
ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) DI SMA NEGERI 1 MEUREUBO Henra Saputra Tanjung; Hasprianti Jerba; Siti Aminah Nababan
Jurnal Genta Mulia Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v13i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berfikir kreatif siswa melalui pendekatan pembelajaran science, technology, engineering and mathematics (STEM) di SMA Negeri 1 Meureubo. Penelitian ini menggunakan kualitatif. Subjek dalam penelitian disini adalah siswa kelas XI dengan jumlah 18 siswa SMA Negeri 1 Meureubo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, lembar tes dan lembar validasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan kesimpulan/varifikasi. Dari hasil penelitian maka analisis kemampuan berfikir kreatif siswa melalui pendekatan pembelajaran science, technology, engineering and mathematics (STEM) di SMA Negeri 1 Meureubo, dilihat pada aspek elaboration sebesar 44,44% . Siswa yang mendapatkan skor 80 sebesar 33,33%, dan siswa yang mendapatkan skor 65 sebesar 22,22%. Aspek originality sebesar 33,33%. Siswa yang mendapatkan skor 60 sebesar 27,78%, dan siswa yang mendapatkan skor 45 sebesar 38,89%. Aspek flecibility sebesar 55,56%, siswa yang mendapatkan skor 65 sebesar 33,33% dan siswa yang mendapatkan skor 40 sebesar 11.11% dan aspek fluency sebesar 38,89%. Siswa yang mendapatkan skor 75 sebesar 16,67%, siswa yang mendapatkan skor 70 sebesar 44,44%.
ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) Di SD JORING LOMBANG Doriamas Tanjung; Henra Saputra Tanjung; Siti Aminah Nababan
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.872 KB) | DOI: 10.61290/pgsd.v9i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berfikir kreatif siswa melaluipendekatan pembelajaran science, technology, engineering and mathematics (STEM) di SD Joring Lombang.Penelitian ini menggunakan kualitatif. Subjek dalam penelitian disini adalah siswa kelas V dengan jumlah 18siswa SD Joring Lombang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dandokumentasi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, lembar tes dan lembar validasi. Teknik analisisdata dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan kesimpulan/varifikasi. Dari hasil penelitianmaka analisis kemampuan berfikir kreatif siswa melalui pendekatan pembelajaran science, technology,engineering and mathematics (STEM) di SD Joring Lombang, dilihat pada aspek elaboration sebesar 44,44%. Siswa yang mendapatkan skor 80 sebesar 33,33%, dan siswa yang mendapatkan skor 65 sebesar 22,22%.Aspek originality sebesar 33,33%. Siswa yang mendapatkan skor 60 sebesar 27,78%, dan siswa yangmendapatkan skor 45 sebesar 38,89%. Aspek flecibility sebesar 55,56%, siswa yang mendapatkan skor 65sebesar 33,33% dan siswa yang mendapatkan skor 40 sebesar 11.11% dan aspek fluency sebesar 38,89%.Siswa yang mendapatkan skor 75 sebesar 16,67%, siswa yang mendapatkan skor 70 sebesar 44,44%.
PENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MA MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW KELAS V SDN GUNONG KLENG Henra Saputra Tanjung; Siti Aminah Nababan
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.007 KB) | DOI: 10.61290/pgsd.v9i2.87

Abstract

Riset ini dilaksanakan untuk melihat bagaimana pengimplementasianmodel pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan minat dan hasil belajarpelajar khususnya pada mata pelajaran Matematika di kelas V di SDN GunongKleng. Subjek riset ini berjumlah 18 siswa yang terbagi dari 11 orang anak laki-laki,dan 7 orang anak perempuan yang diteliti pada Tahun Ajaran 2022 semester Ganjil,yakni dari bulan Oktober hingga November. Adapun metode yang diterapkan dalamriset ini adalah Classroom Action Research atau yang dikenal dengan PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang mana dalam pelaksanaannya terdiri dari 2 siklus. TeknikObservasi dan Evaluasi berupa tes digunakan sebagai teknik pengumpulan data.Hasil riset menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang siginfikan baik itu padaminat maupun pada hasil belajar siswa kelas V SDN Gunong Kleng selama prosesbelajar mengajar pada mata pelajaran Matematika. Selanjutnya, indikator kecapaiandalam riset ini adalah pada peningkatan hasil belajar murid baik dari siklus I maupunsiklus II dengan KKM yang telah ditentukan di SDN Gunong Kleng yaitu 65.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR VISUAL Dian Kristanti; Dazrullisa; Henra Saputra Tanjung; Wahyuni
MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan siswa dalam menguasai materi matematika masih kurang. Disebabkan oleh kemampuan pemahaman konsep matematika dan gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa mempengaruhi pemahaman konsep. Pembelajaran knisley menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memperhatikan gaya belajar siswa. Pembelajaran knisley merupakan pembelajaran yang memiliki keunggulan pada tahap-tahap pembelajarannya yang terstruktur, pengalaman belajar siswa akan lebih tahan lama dalam memori siswa karena membangun sendiri pengetahuannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model pembelajaran knisley. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model knisley. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Peneliti melakukan pemilihan subjek berdasarkan subjek perwakilan gaya belajar visual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya satu subjek gaya belajar visual yang mampu menguasai ketiga tingkat pemahaman konsep yaitu pemahamn konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Hal ini diperoleh berdasarkan hasil jawaban pada butir-butir soal posttest. Kesimpulan dalam penelitian ini subjek gaya belajar visual tergolong baik dalam menguasai ketiga indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu kemampuan pemahaman konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi.
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Henra Saputra Tanjung
Jurnal Genta Mulia Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v9i1.522

Abstract

Apakah kemampuan berpikir kreatif siswa dalam penerapan model pembelajaran pembelajaranberbasis masalah lebih baik dari pembelajaran langsung, (2) apakah kemampuan pemecahan masalahmatematis siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Namorambe yangterdiridari 6 kelasparalel.Dari seluruhsiswakelas VIII dipilihsiswa sebanyak dua kelas sebagai sampel. Kelaseksperimen diberi perlakuan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol diberiperlakuan modelpengajaran langsung.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA SE-KUALA NAGAN RAYA ACEH Henra Saputra Tanjung; Siti Aminah Nababan
Jurnal Genta Mulia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v9i2.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menuntut kompetensi profesional guru dalam berkewajiban menyusunperangkat pembelajaran secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,inspiratif dan menyenangkan. Sejauh ini, dari segi isi dan kualitas perangkat pembelajaran yang diterapkanguru masih belum tergolong baik karena fakta bahwa perangkat yang dikembangkan oleh guru belum pernahdiuji validitas, kepraktisan maupun keefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkatpemebelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah(PBM) untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SMA se Kuala Nagan Raya Aceh. Tujuan Khusus dalampenelitian ini adalah 1). Mengahasislkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektifuntuk digunakan dalam proses belajar mengajar; 2) Mengetahui peningkatan berpikir kritis siswa denganmenggunakan perangkat pemebelajaran yang di kembangkan berorientasi model pembelajaran berbasismasalah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan model 4-D, yaitu:pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS). Sedangkan model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian iniadalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Model PBM memberikan dorongan kepada siswa untuktidak hanya sekedar berpikir sesuai yang bersifat konkret, tetapi lebih dari berpikir terhadap ide-ide yangabstrak dan kompleks. Kevalidan perangkat pembelajaran dilihat dari hasil validasi isi dan validasi format yangdiperoleh dari rata-rata skor pada lembar validasi. Dalam penelitian ini terdapat 3 validator, yaitu dua dosenpendidikan matematika dan satu guru matematika di kelas penelitian. Keefektifan perangkat pembelajarandilihat dari skor tes siswa dalam kelas saat uji coba. Kepraktisan perangkat pembelajaran dilihat dari hasilwawancara dengan guru dan skor pada lembar observasi. Peneliti berharap, perangkat pembelajaran yangdikembangkan dalam penelitian ini valid, efektif, praktis, dan dapat meningkatkan berpikir kritis siswa