Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH HEALTH EDUCATION TENTANG SCHISTOSOMIASIS TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT SCHISTOSOMIASIS DI PUSKESMAS MAHOLO KABUPATEN POSO Ni Ketut Kariani; Nur Hijrah
Jurnal Ners Widya Nusantara Palu (Ners Journal of Widya Nusantara Palu) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Widya Nusantara Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schistosomiasis masih menjadi ancaman bagi lebih dari 25.000 penduduk yang berada di Dataran Tinggi Napu. Target pemberantasan Schistosomiasis adalah menurunkan prevalensi Schistosomiasis menjadi < 1%, target ini sampai sekarang belum tercapai. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisi Pengaruh Health Education Tentang Schistosomiasis Terhadap Pengetahuan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Maholo Kabupaten Poso.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian Pre Eksperiment menggunakan one group pre test-post test design. Populasi jumlah keseluruhan masyarakat yang belum terdiagnosa Schistosomiasis,jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 responden dengan teknik pengambilan cluster sampling. Berdasarkan analisis univariat sebelum diberikan Health Education didapatkan kategori cukup 45 responden (97,8%), dan yang kurang 1 responden (2,2%). Sedangkan setelah Health Education kategori Baik 46 responden (100%).Hasil uji Wilcoxon diatas diketahui Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0.000, karena nilai 0,000 lebih kecil dari < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada Pengaruh Health Education tentang Schistosomiasis Terhadap Pengetahuan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Maholo Kabupaten Poso.
Promotion Of Health Knowledge And Attitude Of Mother's Attitude In Providing MP-ASI Ages 6-24 Months Ni Ketut Kariani; Armenia Eka Putriana
Journal of sciences and health Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Sciences and Health
Publisher : Politeknik Karya Persada Muna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54619/jsh.v2i2.88

Abstract

Backgroun : Provision of Supplementary Food is one of the important components of the Family Nutrition Improvement Business (UPGK) and a program designed by the government. In 2019, the prevalence of the nutritional status of children under five in Central Sulawesi Province with underweight problems was 11.3% of the RPJMN target of 17%, stunting was 21.4% of the RPJMN target of 28% and wasting of toddlers was 9.6% of the RPJMN target of 9.5%. Methods: The type of research used is quantitative research with a pre-experimental research design using a one group pre-test-post-test design. This research was carried out in Tondo Village, the activity was carried out on May 11, 2022. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 6-24 months in Tondo Village, totaling 20 people. The sample of all mothers who have toddlers aged 6-24 months is as many as 20 people. The sampling technique in this study is the total sampling of this study using the Wilcoxon test or T test. Results: The results of statistical tests showed that the P-Value value of 0.000 had a significant effect on the average knowledge before health promotion of complementary feeding for infants aged 6-24 months. The results of the statistical test showed that the P-Value value of 0.000 had a significant effect on the average attitude after health promotion of complementary feeding for infants aged 6-24 months. Conclusion: There is an effect of health promotion on mother's knowledge and attitude in giving complementary feeding to infants aged 6-24 months with P-Value 0.000<0.05 in Tondo Village. Keywords: Health Promotion, Knowledge, Attitude, Complementary Foods for infants aged 6-24 months
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN Ni Ketut Kariani; Ni Luh Putri Zein Japar Sadia Palega
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 2 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i2.893

Abstract

Latar Belakang: Indonesia masuk dalam tingkat ke-5 negara dengan populasi anak stunting di dunia dimana Kabupaten Sigi masuk dalam 4 Kabupaten dengan lokus utama stunting di Provinsi Sulawesi Tengah. Puskesmas Kinovaro yang berada di Kabupaten Sigi memiliki jumlah anak stunting yang cukup tinggi yaitu 109 anak stunting dan 31% diantaranya adalah anak berusia 24-59 bulan yang berjumlah 34 anak. Faktor risiko yang diperkirakan dapat memprediksi kejadian stunting adalah pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif, BBL dan IMD. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Metode: Jenis Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi pada bulan Juli 2021. Populasi yang digunakan untuk penelitian yaitu ibu yang memiliki anak usia 24-59 bulan yang berjumlah 60 orang. Jumlah sampel adalah 30 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Pengolahan data penelitian dibuat dalam bentuk tabel dan diolah secara deskriptif menggunakan perhitungan persentase untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Hasil: Persebaran kuesioner tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan didapatkan nilai keseluruhan variabel p-value 0,000 < α 0,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu, BBL, dan pelaksanaan IMD dengan kejadian stunting. Saran: kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemenuhan gizi ibu selama masa kehamilan, manfaat ASI eksklusif dan keuntungan pelaksanaan IMD baik pada masa pra-konsepsi, selama kehamilan maupun selama periode pertumbuhan anak untuk mengatasi risiko kejadian stunting. Kata Kunci: BBL, IMD, Pengetahuan, Stunting
Hubungan Lama Pemberian Asi Dengan Status Gizi Balita Di Kabupaten Donggala Armenia Eka Putriana; Masfufah Masfufah; Ni Ketut Kariani
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.705 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v4i1.725

Abstract

Pola asuh pada bayi meliputi pemberian gizi yang cukup dan seimbang melalui pemberian ASI. Pada bayi pemberian ASI yang tidak benar ditengarai sebagai penyebab tingginya angka kesakitan dan gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lama pemberian ASI dengan status gizi balita di Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Total responden adalah 88 balita. Analisis data menggunakan metode chi square. Hasil menunjukkan bahwa lama pemberian ASI sebagian besar selama 6 bulan. Terdapat balita memiliki status gizi pendek berdasarkan PB/U sebanyak 31 balita. Dan secara statistik tidak ada hubungan antara lama pemberian ASI dan status gizi balita dengan p value 0.170.
Edukasi Anemia pada Ibu Hamil Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Pembantu Tondo Kota Palu Ni Ketut Kariani; Zulfiana; Sitti Rachma
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a nutritional problem that needs attention and is one of the public health problems in Indonesia that can be experienced by all age groups, one of which is pregnant women. The incidence of anemia in pregnant women during the Covid-19 pandemic has increased. Based on Riskesdas 2018, the percentage of pregnant women who experience anemia is 48.9%. The purpose of this community service activity is to educate pregnant women regarding anemia during the Covid-19 pandemic. The location of this activity was carried out at the Tondo Sub Health Center, Palu City. The method used in this community service activity is in the form of lectures and discussions using leaflet media, the participants are followed by 12 pregnant women. Before the educational activity was held, participants filled out a pre-test questionnaire and then carried out education, discussion, question-answer and post-test. The results of the knowledge activities of pregnant women about anemia in pregnancy based on the results of the pre test questionnaire 8 pregnant women (67%) some pregnant women did not know about anemia in pregnancy, while based on the post test results 10 pregnant women (83%) almost all mothers already knew about what , causes, risks and how to prevent anemia in pregnancy.