Tri Wahyuni
Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Red Cell Distribution Width (RDW) dan Kadar Troponin I Pada Penyakit Kardiovaskuler di RS Islam Jakarta Cempaka Putih Tri Ariguntar Wikanningtyas; Tri Wahyuni; Rahmini Shabariah; Arief Indra Sanjaya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15153

Abstract

ABSTRACT Cardiovascular disease (CVD) remains a serious health issue, both in developed and developing countries. According to the World Heart Federation (WHF), global deaths due to CVD surged from 12.1 million in 1990 to 20.5 million in 2021. The World Health Organization (WHO) reported 17.9 million deaths from cardiovascular diseases in 2021. This study aims to investigate the relationship between Red Cell Distribution Width (RDW) and Troponin I levels in cardiovascular disease patients at Jakarta Islamic Hospital (RSIJ) Cempaka Putih from 2021 to 2022. An analytical cross-sectional design was employed from May to August 2023 at RSIJ Cempaka Putih. Variables studied included patient characteristics, hematological laboratory tests (White Blood Cell (WBC), Red Blood Cell (RBC), Platelet (PLT), Hemoglobin, Red Cell Distribution Width-Standard Deviation (RDW-SD), Red Cell Distribution Width-Coefficient of Variation (RDW-CV), and Troponin I), and EKG examinations. The study involved 70 inpatient CVD patients at RSIJ Cempaka Putih in 2021-2022 who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed using Spearman’s Rho correlation test. The results showed no significant correlation between blood parameters (WBC, RBC, PLT, hemoglobin, RDW-SD, and RDW-CV) and troponin I levels. There was no significant correlation between blood parameters (WBC, RBC, PLT, hemoglobin, RDW-SD, and RDW-CV) with troponin I levels. Factors other than blood parameters measured in this study may play a more significant role in determining troponin I levels. Keywords: Red Cell Distribution Width (RDW), Troponin I, Cardiovascular, Hematology  ABSTRAK Penyakit kardiovaskuler masih menjadi masalah kesehatan yang serius, baik   di   negara   maju maupun berkembang. Kematian akibat penyakit kardiovaskular (CVD) melonjak secara global dari 12,1 juta pada tahun 1990 menjadi 20,5 juta pada tahun 2021, menurut World Heart Federation (WHF). Laporan WHO (2021) sebanyak 17,9 juta orang yang telah meninggal karena penyakit kardiovaskuler.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan Red Cell Distribution Width (RDW) dan kadar Troponin I pada penyakit kardiovaskuler di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih tahun 2021-2022.  Penelitian analitik dengan desain cross-sectional, dilakukan di RSIJ Cempaka Putih pada Mei-Agustus 2023. Variabel yang diteliti terkait karakteristik pasien penyakit kardiovaskuler (CVD), pemeriksaan laboratorium hematologi (White blood cell (WBC), Red blood cell  (RBC), platelet (PLT), hemoglobin, Red Cell Distribution Width-Standard Deviation (RDW-SD), Red Cell Distribution Width-Coefficient of Variation (RDW-CV), dan Troponin I), serta pemeriksaan EKG. Penelitian melibatkan 70 pasien rawat inap CVD di RSIJ Cempaka Putih pada tahun 2021-2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data dengan uji korelasi Spearman’s Rho.  Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara parameter darah (WBC, RBC, PLT, hemoglobin, RDW-SD, dan RDW-CV) dengan kadar troponin I.  Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara parameter darah (WBC, RBC, PLT, hemoglobin, RDW-SD, dan RDW-CV) dengan kadar troponin I. Faktor-faktor selain dari parameter darah yang diukur dalam penelitian ini mungkin lebih berperan dalam menentukan kadar troponin I. Kata Kunci: Red Cell Distribution Width (RDW), Troponin I, Kardiovaskuler, Hematologi
Edukasi Tanda dan Gejala Hepatitis Akut dalam Upaya Memutus Mata Rantai Penularan di Pondok Pesantren Al-Fathonah Cirebon Tri Ariguntar Wikaning Tias; Lailan Safina Nasution; Nurfadhilah Nurfadhilah; Tri Wahyuni; Rahmini Shabariah; Fida Alia Shabrina
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.1.8-13

Abstract

Insiden penyakit hepatitis A serta adanya penyakit hepatitis virus akut misterius yang juga menyerang anak kurang dari 16 tahun masih tinggi. Untuk menanggulangi hal ini, diperlukan tindakan pencegahan menghindari munculnya KLB, terutama di kalangan anak sekolah dan pondok pesantren. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan pada guru-guru sekolah/pondok pesantren agar mereka dapat mengajarkan tindakan pencegahan ini kepada murid-muridnya. Kami melakukan penyuluhan tentang gejala dan tanda penyakit kuning/hepatitis, serta pelatihan dan praktek PHBS untuk mencegah penularan penyakit pada hari Minggu, 13 November 2022. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan di Pondok Pesantren Al-Fathonah. Peserta penyuluhan dan pelatihan berjumlah 129 orang yang terdiri dari 53 siswa/i Madrasah Ibtidaiyah, 27 siswa/i Madrasah Aliyah, 15 guru dan 34 masyarakat umum. Monitoring keberlanjutan program dilakukan melalui kunjungan berkala ke pondok pesantren dan melalui media daring Zoom.
Program Skrining Kesehatan Awal Sebagai Upaya Meningkatkan Status Kesehatan Guru dan Murid Di Pondok Pesantren Al-Fathonah Rahmini Shabariah; Tri Ariguntar Wikaning Tias; Tri Wahyuni; Nurfadhilah Nurfadhilah; Ibrahim Ibrahim; Eveline Alya Raushan Dhamir
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.1.14-19

Abstract

Skrining adalah pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah seseorang berisiko lebih tinggi mengalami suatu masalah kesehatan. Bagi seorang anak usia sekolah, anak remaja, dewasa baik laki-laki maupun wanita, memiliki berbagai faktor risiko yang spesifik, sehingga skrining kesehatan yang perlu dilakukan dapat sama maupun berbeda, namun semuanya untuk mengetahui kemungkinan risiko terhadap penyakit tertentu. Dengan melakukan skrining kesehatan pada anak santri dan guru santri diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran mengenai pentingnya pola hidup sehat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara langsung berupa mengadakan kunjungan pendahuluan ke pondok pesantren melakukan identifikasi, melakukan skrining kesehatan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik keadaan umum tanda vital dan status gizi. Penyuluhan kesehatan via daring dan telemedicine. Pemeriksaan laboratorium sederhana buat santri remaja dan guru serta tenaga umum pondok. Melakukan wawancara recall makanan sehari untuk melihat kecukupan gizi. Harapan kedepan dapat diupayakan pencarian dana secara mandiri dan berkesinambungan terus dilaksanakan dan akan sedang mengupayakan usaha produktif yang bisa menjadi sumber dana untuk pesantren. Kegiatan berjalan dengan baik dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Perlu dilakukan monitoring keberlanjutan program dengan menggunakan kunjungan berkala ke pondok pesantren atau lewat media daring dengan zoom untuk melihat keberhasilan pelatihan yang dilakukan.
Edukasi Diabetes Mellitus dan Penyakit Kardiovaskular pada Lansia Tri Wahyuni; Murni Sri Hastuti; Wiwit Ida Cahyani; Noor Latifah Amin; Fida Alia Shabrina; Syafa Tazkya Nafsa; Inas Farida
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.2.89-94

Abstract

Tingginya angka epidemiologi Diabetes Mellitus di dunia maupun di Indonesia, ditambah resiko komplikasi yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Perlu adanya skrining rutin dan pemantauan terhadap lansia agar penyakit, khususnya Diabetes Mellitus dapat terdeteksi lebih awal dan mendapatkan penanganan lebih cepat dalam menghindari keparahan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai diabetes mellitus dan pencegahannya, serta memberikan skrining gratis terhadap lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan mengenai diabetes mellitus dan penyakit kardiovaskular pada geriatrik atau lansia serta skrining gula darah dan kolesterol. Lokasi pengabdian masyarakat bertempat di Rumah Qur'an Cahaya Ilmu Kebagusan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Peserta yang hadir sebanyak 39 orang. Monitoring evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengisian lembar pre test dan post test. Hasil pre test dan post test menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi yaitu dari 79,62 menjadi 88. Hasil skrining menunjukkan persentase yang cukup baik yaitu 64% memiliki kadar gula darah yang normal dan 56% masuk dalam kategori kadar kolesterol normal.
Skrining Sarkopenia pada Masyarakat Lanjut Usia di Desa Kudukeras, Cirebon, Tahun 2023 Lailan Safina Nasution; Tri Ariguntar Wikaningtyas; Tri Wahyuni; Farsida Farsida; Ahmad Muchlis; Fanny Septiani Farhan; Rahmini Shabariah; Rayhana Rayhana; Sugiarto Sugiarto; Febi Sukma; Siti Nurhasiah Jamil; Nurfadhilah Nurfadhilah; Nanda Safira
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.25-32

Abstract

Lansia rentan mengalami kerapuhan dan sarkopenia, dan mereka sering kali memiliki beberapa penyakit penyerta, termasuk demensia. Sarkopenia ditandai dengan penurunan fungsi fisik atau hilangnya massa dan kekuatan otot. Ciri utama kelemahan fisik adalah sarkopenia. Evaluasi status fungsional, seperti skrining sarkopenia pada lansia untuk identifikasi penyakit secara dini, dapat menghindari penurunan kekuatan, kualitas, dan kuantitas otot pada lansia. Lima item yang termasuk dalam skrining adalah berat badan, tinggi lutut, lingkar betis, kekuatan genggaman tangan, dan tes duduk-berdiri di kursi sebanyak lima kali. Skrining sarkopenia dilakukan terhadap 69 orang di Desa Kudukeras, Kabupaten Cirebon, Indonesia pada hari Minggu, 5 November 2023, di pesantren Al-Fathonah. Dari seluruh peserta, 62 (89,85%) adalah pra-lansia dan lansia dengan 42 (67,74%) memiliki kekuatan genggaman yang rendah dan 37 (59,67%) memiliki kecepatan duduk-berdiri dari kursi yang rendah. Skrining sarkopenia ini menunjukkan pentingnya deteksi dini, yang dapat membantu untuk pencegahan dan penanganan lanjutan semua orang lanjut usia yang berisiko mengalami sarkopenia.
Edukasi Stroke Pada Lansia dengan Diabetes Mellitus Tri Wahyuni; Murni Sri Hastuti; Wiwit Ida Chahyani; Fida Alia Shabrina; Syafa Tazkya Nafsa; Inas Farida
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.2.96-100

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia, dengan prevalensi meningkat dari 0,7% (2013) menjadi 1,09% (2018). Faktor risikonya meliputi hipertensi, diabetes, merokok, dan usia dengan tren kasus pada usia muda yang makin meningkat. dilakukan melalui edukasi kesehatan tentang tanda, gejala, dan pencegahan stroke serta diabetes mellitus (DM) kepada lansia. Kegiatan meliputi perizinan, pembuatan media edukasi berupa poster “Stroke karena Diabetes Mellitus? Cegah dengan SMART”, pelaksanaan pre- test, penyampaian materi, post-test dan sesi tanya jawab. Edukasi mengenalkan langkah pencegahan SMART dan deteksi dini dengan metode FAST. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 64,52 menjadi 87,14, disertai antusiasme tinggi dan partisipasi aktif peserta. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan diharapkan rutin dilaksanakan sebagai upaya preventif berbasis masyarakat.
Pembuatan Minuman Herbal Berbahan Dasar Serai dan Jahe Gladys Dwiani Tubarad; Mirsyam Ratri Wiratmoko; Tri Wahyuni; Meita Dwi Utami; Sinta Sarmila
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.2.84-89

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang besar, termasuk berbagai tanaman obat seperti jahe dan serai. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan mengandung senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan, antimikroba dan zat penambah imun. Penggunaan obat tradisional masih populer, terutama sebagai swamedikasi untuk penyakit ringan karena dianggap lebih murah dan mudah diperoleh. Dengan memanfaatkan potensi tanaman pekarangan, seperti jahe dan serai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesehatan masyarakat melalui pelatihan pengolahan tanaman herbal untuk menambah imun dan mencegah penyakit ringan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di FKK UMJ melibatkan 26 orang peserta civitas akademika dengan kegiatan edukasi manfaat jahe dan serai serta demonstrasi pembuatan ramuan herbal. Materi disampaikan oleh ketua pengabdian masyarakat. Kegiatan didukung mitra dan dievaluasi melalui kuesioner. Materi disampaikan oleh narasumber secara aplikatif dan mudah dipahami. Evaluasi menunjukkan kegiatan efektif, menarik, dan menambah wawasan. Praktik langsung disambut antusias dan mendorong penerapan di rumah. Peserta merasa kegiatan tidak membosankan karena alur tersusun baik. Praktik pembuatan langsung minuman herbal menjadi nilai lebih.