Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK ESTIMASI STOK KARBON DI AREA REKLAMASI PT. ANTAM UBPE PONGKOR, KABUPATEN BOGOR Andini Tribuana Tunggadewi; Lailan Syaufina; Nining Puspaningsih
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.4.1.49

Abstract

Mining is an environment-altering activity especially on land by reducing landcover and stored carbon. PT ANTAM, a prominent mining company in an industrial scale, is doing reclamation in order to restore the ability of the land to its optimum function. Reclamation in the relation with global warming, is an efforts to mitigate climate change by increasing the ability of land to absorb carbon (revegetation). Therefore land cover monitoring at reclamation area becomes an important thing to do, one way to do it is by using remote sensing. Not only for land cover, remote sensing also can be used to estimate carbon stocks. Based on visual interpretation of google earth image data in 2007, there were five classes of secondary forest at reclamation area of PT ANTAM UBPE Pongkor : class A (tight forest) covering 8,65 ha; class B (medium forest) covering 0,88 ha; class C (sparse forest) covering 1,57 ha; and class D (shrubs) covering 0,92 ha. Meanwhile, the calculation of carbon stocks based on three sampling locations that representing secondary forest classes A, B, and C, resulting estimated average carbon stock in the whole reclamation area of PT ANTAM UBPE Pongkor is 113,79 tons/ha. Keywords: mining, reclamation, google earth image data, carbon stock
ESTIMASI HILANGNYA CADANGAN KARBON DARI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN BOGOR Gatot Setiawan; Lailan Syaufina; Nining Puspaningsih
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.5.2.141

Abstract

One of the primary sectors that contributes to green house gas emissions is land use changes. Bogor Regency is one of the districts close to the capital city and industrial areas so that the intensity of land use changes are very dynamic. This study aims to determine the dynamics of land use changes and CO2-eq emissions from land use change in 2000 to 2014 in Bogor. In the period 2000-2014 the most land undergone many changes occur in mixed garden, cropland, open land and shrub that converted turned into settlement with a total amounted to 11.12% of the total area, while the CO2-eq emissions in 2005-2009 increased approximately six times the emissions from 2000-2005 in the amount of 681 006.94 tons of CO2-eq per year.Keywords: green house gas emission, land use change, CO2-eq emissions
Ground Water Level as an Indicator of Fire in Tanjung Jabung Timur, Jambi Province Atfi Indriany Putri; Lailan Syaufina; Nining Puspaningsih
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.4.749-756

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya menjadi salah satu isu lingkungan yang menjadi perbincangan masyarakat, baik tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Faktor yang mempengaruhi kebakaran di lahan gambut antara lain: tinggi muka air, hotspot, dan curah hujan. Badan Restorasi Gambut dan Mangrove beberapa tahun ini telah membuat alat dalam bentuk sensor Sistem Pemantauan Air Lahan Gambut (SIPALAGA) dengan tujuan pengukuran tinggi muka air. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) menganalisis hubungan tinggi muka air dengan hotspot sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta (2) menganalisis tinggi muka air dengan curah hujan. Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki distribusi hotspot periode Januari 2019 – Desember 2021 senilai 916 titik panas (hotspot). Hasil uji korelasi hubungan hotspot dengan tinggi muka air memperoleh nilai korelasi sedang dengan nilai -0.408 dan P-Value 0.001, hal tersebut menunjukkan bahwa hotspot dengan tinggi muka air mempunyai hubungan negatif, yang artinya tinggi nilai hotspot akan diikuti bersama-sama dengan turunnya nilai tinggi muka air. Adapun untuk korelasi tinggi muka air dengan curah hujan mendapatkan nilai korelasi tinggi dengan nilai 0.705 dengan nilai P-Value sebesar 0.001 dan memiliki notasi positif, yang artinya tingginya jumlah curah hujan akan diikuti Bersama tingginya nilai tinggi muka air.
Developing a Decision Tree Algorithm for Detecting Agroforestry and Monoculture Coffee Plantations Using Landsat 8 Imagery: A Case Study inBandung Regency, Indonesia Adhiguna, Agasta; Surati Jaya, I Nengah; Puspaningsih, Nining
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.6.1009

Abstract

Kopi arabika merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, yang memiliki potensi pengembangan yang besar dengan menggunakan sistem penanaman agroforestri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan algoritma pohon keputusan dengan mengkombinasikan variabel spektral yang berasal dari citra Landsat 8 dan variabel sosio-geo-biofisik. Variabel yang dikaji meliputi citra sintetis dan faktor sosio-geo-fisik, seperti elevasi, kemiringan lereng, jarak dari jalan dan sungai, jarak dari permukiman, kepadatan penduduk, jarak dari desa, dan peta tutupan lahan yang ada. Algoritma decision tree machine learning (DTML) dikembangkan untuk mendeteksi distribusi spasial penanamn kopi agroforestri dan kopi monokultur di Kabupaten Bandung. Parameter pohon keputusan yang diuji untuk mengidentifikasi bobot masing-masing variabel adalah gain ratio, information gain, dan gini indeks. Sementara itu, metode brute force diterapkan untuk memilih variabel yang paling signifikan dalam model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling signifikan untuk mengidentifikasi agroforestry dan monokultur kopi adalah kombinasi dari variabel spektral, biogeofisik, dan tutupan lahan, dengan kriteria terbaik adalah information gain. Penggunaan peta penggunaan dan tutupan lahan yang ada merupakan variabel yang paling berpengaruh dalam model. Dalam konteks ini, akurasi keseluruhan (OA) yang diperoleh adalah 84,65%, dengan akurasi kappa (KA) sebesar 82,60%.