Anggraeny Puspaningtyas
Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Pembangunan Inklusif Dalam Mendukung Desa Wisata Budaya Di Desa Plunturan Puspaningtyas, Anggraeny
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 7 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v7i2.216

Abstract

Plunturan Village is one of the villages located in Ponorogo Regency which has many cultural products and is still preserved. One of the cultural products of the village is Reog Ki Onggo Pati. Reog Ki Onggo Pati is an art that has become an icon of Plunturan Village because it still upholds the originality of Reyog. The purpose of this study is to analyze the capacity building of human resources (HR) through inclusive development in supporting the Cultural Tourism Village in Plunturan Village, Pulung District, Ponorogo Regency, East Java. The researcher uses a qualitative research type with a descriptive approach. The research focus which is the limitation of the research is the result of several literature studies that are in accordance with the existing conditions of Plunturan Village, namely a) resources for development; b) decent employment; c) strong and sustainable economic growth, and d) rising standards of living. Based on the results of research and discussions conducted by researchers, it can be concluded that efforts to develop human resource capacity through inclusive growth in supporting the Cultural Tourism Village in Plunturan Village have been running but are still very slow. Resources for the development of Plunturan Tourism Village are not ready in all aspects. If the resources are strong, then the ongoing economic growth will be sustainable so as to create long-term redistribution. Meanwhile, viewed from the employment aspect, the Village Government, BUMDes and Pokdarwis and other village government institutions have not coordinated well within the scope of the development of Plunturan Tourism Village so that economic growth in the village is very slow. This results in weak competitiveness between villages and/or regions in terms of cultural tourism. If these aspects are implemented and coordinated properly, the output will be able to improve the living standards of Plunturan Village.
Inovasi Pelayanan Publik Berbasis E-Government: Studi tentang Pelayanan Akta Kelahiran melalui e-Lampid Kota Surabaya Aziz, Ronan Agung; Hartono, Supri; Puspaningtyas, Anggraeny
Journal of Office Administration : Education and Practice Vol. 2 No. 3 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/joaep.v2n3.p211-220

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil meluncurkan inovasi pelayanan berbasis Eelectronic Government program E-Lampid yaitu untuk mengurus Akta Kelahiran secara online yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara cepat dan mudah. Dalam penerapan E-Government pada E-Lampid pelayanan akta kelahiran di Kota Surabaya perlu diperhatikan tentang bagaimana elemen sukses penerapan E-Government. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor elemen sukses pada penerapan E-Government pada E-Lampid pelayanan akta kelahiran di Kota Surabaya dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dari pelayanan akta kelahiran menggunakan aplikasi E-Lampid. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun yang dijadikan sebagai informan didalam penelitian ini sebanyak 6 orang. Hasil penelitian ini menggunakan teori elemen sukses E-Government (Indrajit, 2006), yaitu: 1). Elemen Support yaitu adanya dukungan pemerintah Kota Surabaya dalam pengembangan inovasi pelayanan berbasis E-Government dan adanya aturan yang mendukung penerapan E-Government. 2). Elemen Capacity yang meliputi Sumber daya finansial berasal dari APBD dan CSR, tersedianya infrastruktur yang mendukung seperti adanya perangkat komputer, printer dan jaringan internet dan infrastruktur sdm yang kompeten melalui pelatihan. 3). Elemen Value yaitu manfaat yang diterima masyarakat adanya penerapan E-Government yakni kemudahan mendapatkan pelayanan tanpa perlu datang ke kantor dinas maupun kekelurahan dan proses permohonan yang cepat terselesaikan.
EFEKTIVITAS PELAYANAN PEMBUATAN E-KTP DI KANTOR KECAMATAN SUKOLILO KOTA SURABAYA Bali Sari Korebima, Apolinarius; Puspaningtyas, Anggraeny; Hartono, Supri
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 2 No. 03 (2022): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak negara di dunia termasuk Indonesia, pelayanan publik merupakan salah satu parameter penilaian kualitas pelayanan pemerintahan untuk menjalankan tugas dan fugsinya. Baik tidaknya pelayanan publik terlihat melalui seberapa jauh pelayanan publiknya sesuai akan keperluan, harapan dan kebutuhan masyarakat. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 terkait pelayanan publik, pelayanan publik adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan selaras akan peraturan perundang-undangan untuk tiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang, dan/atau layanan administratif yang di selenggarakan penyelenggara pelayanan public. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mengukur efektivitas pelayanan pembuatan e-KTP di Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Fokus Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti mengfokuskan penelitian pada efektivitas pelayanan pembuatan E-KTP yang di laksanakan di lingkungan Kantor Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data dalam suatu penelitian pada penelitian kali ini peneliti memilih jenis penelitian kualitatif maka data yang di peroleh haruslah mendalam jelas dan spesifik. Berdasarkan temuan studi bisa diambil simpulan bahwa layanan pembuatan E-KTP di Kantor Kecamatan Sukolilo belum berjalan efektif dikarenakan waktu penyelesaian belum sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dan prasarana yang digunakan belum bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pelayanan dikatakan efektif apabila bisa mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan waktu yang sudah ditentukan.
EVALUASI KEBIJAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19: Studi Pada Pulo Tegalsari RW 07 RT 10 Daoed Saputra, Ade; Hartono, Supri; Puspaningtyas, Anggraeny
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 2 No. 03 (2022): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya Covid 19 ke Indonesia dan ditambah dengan kebijakan PSBB membuat kerusakan ekonomi masyarakat sehingga pemerintah mengeluarkan Kebijakan peraturan Indonesia No. 1 Tahun 2020 yang di keluarkan oleh pemerintah mengenai keuangan kebijakan penangan Negara serta stabilitas system keuangan untuk mengatasi pademi Covid 19 yang tujuannya mengurangi dampak akibat Covid 19 dalam berbagai sektor, sektor ekonomi salah satunya. Selain itu juga, Menteri Sosial Republik Indonesia mengeluarkan keputusan tentang kebijakan bantuan langsung tunai No. 54/HUK/2020 mengenai pelaksanaan bantuan langsung tunai dan bantuan sosial sembako dalam penanggulan dampak Covid 19. Peneliti berusaha mengetahui evaluasi kebijakan bantuan langsung tunai di Pulo Tegalsari. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi William N. Dunn. Metode yang di gunakan di penelitian ialah metode kualitatif deskriptif. Bedasarka hasil penelitian yang di lakukan peneliti evaluasi kebijakan BLT yang dilakukan melalui enam indikator terbukti tidak semuanya sesuia dengan hasil yang di inginkan pemerintah meskipun terdapat banyak dampak positif yang diterima masyarakat namun kebijakan BLT dirasa masih memiliki kekurangan dalam beberapa aspek terutama indikator perataan dan ketepatan sasaran.
PENDAMPING LAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT Aulianda Pratiwi, Feby; Rahmadanik, Dida; Puspaningtyas, Anggraeny
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 2 No. 03 (2022): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magang merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus dijalankan oleh mahasiswa, Magang diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang aktivitas yang terjadi dalam dunia kerja dan dapat menunjang pengetahuan secara teoritis dari materi perkuliahan. Magang dilaksanakan pada September hingga November 2022, berlokasi di kelurahan Wonorejo kecamatan Rungkut kota Surabaya. Fokus kegiatan adalah membantu pemerintah kota Surabaya dalam mengatasi masalah kurang terjangkaunya pelayanan administrasi publik, masyarakat yang belum memiliki kelengkapan administrasi kependudukan,  kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan layanan digital, dan kurangnya Sumber daya manusia yang tersedia.  Tujuan magang ini yaitu mengaplikasikan pengetahuan yang ada di perkuliahan serta membantu mengimplementasikan program layanan digital pemerintah Surabaya yaitu Klampid New Generation. Metode pelaksanaan magang adalah Persiapan dan Pembekalan Magang, Sosialisasi kepada stakeholder, Pelayanan kepada Warga, Wawancara dan Observasi, Pencatatan Data, Dokumentasi. setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil berdasarkan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pelayanan administrasi kependudukan didapatkan hasil bahwa warga berminat untuk memanfaatkan inovasi pelayanan yang disediakan oleh pemerintah, selama inovasi tersebut memudahkan proses administrasi kependudukan, dan inovasi yang ada berkesinambungan. Dampak dari sosialisasi ini adalah masyarakat sudah lebih paham mengenai inovasi digital, dan sudah lebih berani menggunakan inovasi pelayanan yang ada, selain itu masyarakat juga bisa mengajukan administrasi kependudukan melalui RT rintisan KALIMASADA ataupun melakukan pengajuan secara mandiri.