Dyah Erny Herwindiati
Universitas Tarumanagara

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SISTEM PENDETEKSI PERUBAHAN LAHAN HIJAU DI JABODETABEK Andree Phanderson; Dyah Erny Herwindiati; Bagus Mulyawan
Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems Vol 2, No 1 (2018): Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems
Publisher : Faculty of Information Technology, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1779.231 KB) | DOI: 10.24912/computatio.v2i1.1480

Abstract

Change of green area in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi (Jabodetabek) has been something very important. Classification of green area aims to do classification in Jabodetabek using Landsat 8 satellite images, band 1, 2, 3, 4 and 5. Before classification was done, the satellite images will be corrected using Radiometric Correction method called Mini-max algorithm. After doing radiometric correction, the classification will use the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) and SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) method. The selected area will be classified as green when NDVI values similar or has more than 0.3. After perform two categories, Y1 and Y2 are selected by NDVI values using dummy dependent variable. Linear regression method use that dummy dependent variable to classify the selected area in Jabodetabek. To see how can we trust the result, the classified area will be compared with the appearance of selected area in Google Earth. The highest degradation of green area is in Bogor, May 2015, 325.7368 Km2.
Program Konversi Citra Notasi Balok Menjadi Notasi Angka Hendy Gunawan; Janson Hendryli; Dyah Erny Herwindiati
Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems Vol 2, No 2 (2018): COMPUTATIO : JOURNAL OF COMPUTER SCIENCE AND INFORMATION SYSTEMS
Publisher : Faculty of Information Technology, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.856 KB) | DOI: 10.24912/computatio.v2i2.2278

Abstract

The Image Conversion Program of Music Notation being Numeric Notation is a character recognition system that accepts input in form of music notation image that produces an output of a DOCX file containing the numeric notation from the input image. Music notation has notation value, ritmic value and written with a music stave. The system consists of four main processes: preprocessing (grayscale and thresholding), notation line segmentation, notation character segmentation, and template matching. Template matching is used to recognize the music notation that obtained after segmentation. The recognition process obtained by comparing the image with the template image that has been inputted before to the database. This system has 100% success rate on segmentation of the character and success rate 38,4843% on the character recognition with template matching.
Analisis Security Voice Authentication pada Sistem Login 2-FA Gilbert Alexandro Onggo; Dyah Erny Herwindiati; Janson Hendryli
Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems Vol 5, No 1 (2021): COMPUTATIO : JOURNAL OF COMPUTER SCIENCE AND INFORMATION SYSTEMS
Publisher : Faculty of Information Technology, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/computatio.v1i1.10915

Abstract

Program Sistem Login dengan API Otentikasi Suara merupakan sebuah program website yang dibuat untuk memberikan contoh untuk pengembang lain agar dapat membuat website sistem login yang aman. Program ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman Python dengan program pengembangan Visual Studio Code, sedangkan berbagai modul dalam program menggunakan Flask dan MongoDB. Hasil dari pengujian program berupa analisa kerentanan program terhadap serangan injeksi SQL, XSS dan Replay. Hasil yang didapatkan berupa kerentanan terhadap penyerangan XSS dan terutama Replay. Serangan XSS dan injeksi dapat terjadi apabila program tidak ada proses filter terhadap bahasa pemrograman pada input. Serangan Replay dapat ditembus karena penggunaan token berbasis waktu. Penyerang dapat mengirim ulang data yang di rekam sebelum token kadaluwarsa. Untuk mencegah kebocoran data, program website dan API harus menggunakan Koneksi yang terenkripsi seperti SSL / TSL. API otentikasi suara dapat melakukan klasifikasi pengguna dengan akurasi 81.25% menggunakan 3 suara sebagai input awal. Namun, API otentikasi suara gagal dalam mencegah serangan replay spoofing dengan akurasi 66.66%. Kuesioner juga diberikan kepada pengembang lain mengenai contoh program yang dibuat dengan 32 responden. Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa “Analisis Security Voice Authenticator pada Sistem Login Two Factor Authentication” dapat menambah ilmu cybersecurity bagi pengembang lainnya.
PEMILIHAN BAHAN MAKANAN ANAK BALITA DENGAN PENERAPAN FINITE COVERING Ika Chandriyani; Dyah Erny Herwindiati; Tri Sutrisno
Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems Vol 6, No 1 (2022): Computatio: Journal of Computer Science and Information Systems
Publisher : Faculty of Information Technology, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/computatio.v6i1.16231

Abstract

Sistem pemilihan bahan makanan berdasarkan kebutuhan jenis zat gizi merupakan program website yang dibuat untuk memberikan rekomendasi kepada ibu yang memiliki anak balita agar anak balita tersebut dapat terpenuhi kebutuhan zat gizinya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat lebih optimal. Diterapkannya metode finite covering agar sistem dapat mengeluarkan rekomendasi kombinasi bahan makanan dengan jumlah jenis paling sedikit namun mencakup seluruh kebutuhan jenis zat gizi penting anak balita. Pada proses perhitungan, dibentuk graf dengan sisi mewakili zat gizi dan simpul mewakili jenis bahan makanan. Graf tersebut kemudian direpresentasikan dalam bentuk matriks untuk dilakukan proses pencarian sel esensial dan pereduksian agar ditemukan minimal covering yaitu himpunan covering dengan jumlah simpul paling sedikit. Pada sistem ini, pengguna dapat memasukkan berbagai jenis bahan makanan kemudian sistem akan memberikan hasil rekomendasi berdasarkan metode finite covering. Sistem difokuskan pada 11 jenis zat gizi, jika bahan makanan yang dimasukkan tidak mengandung kesebelas jenis zat gizi, maka sistem akan memberikan informasi zat gizi yang masih kurang. Berdasarkan percobaan 10 hasil rekomendasi bahan makanan, jika dianalisa secara langsung oleh dokter gizi, didapatkan akurasi 80% dan jika dievaluasi berdasarkan bahan makanan pada sistem didapatkan 93.69%. Kesimpulan yang didapat adalah sistem bekerja dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembuatan sistem.
Desain Situs Web yang Responsif berdasarkan Strategi Agile sebagai Pendukung Pemasaran Destinasi Wisata Wasino Wasino; Dyah Erny Herwindiati; Ignatius Roni Setyawan; Haris Maupa
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 10 No 1 (2023): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v10i1.3088

Abstract

Digital innovation in business activities is essential through digital technologies such as websites. The website is a means of marketing tourist destinations that can bring tourists to find exciting information about selected tourist destinations. There is a problem that tourism websites, resulting from some studies, are not implemented for unrestricted use by tourists and tourism industry stakeholders. In addition, there is a lack of responsive and tourist-centric design and interactivity in developing tourism websites. The purpose of this study is to fix these problems by presenting a tourist destination website that is designed responsively. The website is also carefully crafted to improve service performance to support the digital marketing of tourist destinations. The website is designed to be used to manage tourist destinations based on the category, region, and popularity of the tourist destination. A tourism web system with good management of tourist destinations can help ease tourists' visits. This tourist destination website is built responsively using fluid grid layouts, flexible images and media, media queries, and screen resolution techniques. The use of data that has gone through the normalization stage by eliminating partial and transitive dependencies to avoid the occurrence of data anomalies. After testing, the tourist destination website is implemented through the www.pesonajawa.com page.
Pemetaan Kecamatan di Wilayah Bogor Berdasarkan Tipe Lahan dengan Metode Gradient Boosting Venezia Valen Susilo; Dyah Erny Herwindiati; Janson Hendryli
Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems Vol. 8 No. 2 (2024): Computatio: Journal of Computer Science and Information Systems
Publisher : Faculty of Information Technology, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/computatio.v8i2.15829

Abstract

Kabupaten Kota Bogor merupakan tempat Gunung Salak, sumber mata air Jakarta, berada sehingga untuk air sampai di Jakarta, air harus melalui Bogor terlebih dahulu. Hal ini mengakibatkan perubahan terhadap lahan di Bogor akan berpengaruh pada proses aliran air dari Gunung Salak ke Jakarta. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang dapat digunakan untuk memantau perubahan fungsi lahan di Bogor. Sistem ini, diharapkan dapat memberi informasi tentang alih fungsi lahan secara periodik yang terjadi di daerah Bogor dan diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang terkait dalam penanganan dampak-dampak yang terjadi akibat alih fungsi lahan. Data yang diperlukan adalah citra Landsat 8 band 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 yang telah melalui proses pra-pemrosesan untuk kemudian diklasifikasikan dengan menggunakan model yang dibangun dengan metode Gradient Boosting Regression untuk klasifikasi. Model dibangun dengan nilai learning rate 0.1 dan banyak pohon 50. Akurasi yang didapat dari model ini adalah 99.3349% untuk data latih, 99.1658% untuk data validasi, dan membutuhkan waktu 13.91376 detik.
FROM CAMPUS TO CAREER: HOW INTERNSHIP, SKILLS, AND ORGANIZATIONAL EXPOSURE SHAPE WORK READINESS Joyce Turangan; Dyah Erny Herwindiati; Mahlia Muis
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35388

Abstract

Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian. Berbagai penelitian sebelumnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja menunjukkan hasil yang belum konsisten, khususnya terkait peran soft skills, pengalaman magang, dan pengalaman organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir di Jakarta.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 150 responden yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru berpartisipasi melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan dengan SmartPLS 4.1.1.2 melalui dua tahapan, yaitu pengujian outer model untuk menguji validitas dan reliabilitas, serta inner model untuk menilai hubungan antarvariabel, R², dan uji hipotesis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independent, yaitu  pengalaman magang, soft skills, dan pengalaman organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Di antara ketiganya, soft skills memiliki pengaruh paling dominan dengan koefisien jalur sebesar 0.520, menunjukkan bahwa kompetensi non-teknis menjadi faktor utama dalam membentuk kesiapan kerja. Nilai R² sebesar 0.828 mengindikasikan bahwa 82,8% variasi kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh model penelitian ini.  Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan ketiga variabel tersebut ke dalam satu model prediktif, sehingga mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja. Temuan ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan soft skills dalam kurikulum akademik guna meningkatkan daya saing lulusan.   In today’s increasingly competitive job market, graduate work readiness has emerged as a pressing issue for higher education institutions. Previous studies on the determinants of work readiness have often reported inconsistent findings, particularly regarding the roles of internships, soft skills, and organizational experience. Addressing this gap, the present study aims to investigate the combined influence of these three factors on the work readiness of final-year university students in Jakarta.  A quantitative research design was employed using purposive sampling, with data collected from 150 respondents consisting of final-year students and recent graduates through online questionnaires. Data analysis was conducted using SmartPLS 4.1.1.2, involving outer model testing to establish validity and reliability, and inner model testing to examine structural relationships, coefficient of determination (R²), and hypothesis testing.  The findings reveal that internship experience, soft skills, and organizational experience all have a positive and significant effect on work readiness. Among these, soft skills emerged as the most dominant factor with a path coefficient of 0.520, indicating that interpersonal competencies and self-management abilities are critical for graduate preparedness. Furthermore, the R² value of 0.828 suggests that 82.8% of the variance in work readiness can be explained by the three predictors combined.  The novelty of this study lies in its simultaneous integration of internships, soft skills, and organizational experience into a single predictive model, offering a more comprehensive perspective on student employability. These results provide actionable implications for universities, emphasizing the need to strengthen experiential learning opportunities and systematically embed soft skill development into academic curricula to better equip graduates for professional challenges.