Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bil Hikmah

Tahapan Pembentukan Keterampilan Penulisan Narasi Dakwah bagi Pemula Harianto, Yudi Asmara
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/hikmah.v1i1.1

Abstract

Studi ini bertujuan mendeskripsikan tahapan pelatihan keterampilan penulisan narasi dakwah pada tingkat pemula. Topik ini didorong oleh belum banyaknya referensi tahapan penulisan narasi dalam bidang dakwah yang bisa menjadi landasan latihan bagi mereka yang ingin belajar dan berlatih dari tingkat dasar. Studi dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penulis narasi dakwah pada tingkat pemula pada umumnya memiliki pengalaman narasi secara lisan, namun sangat sedikit yang memiliki pengetahuan pada bidang penulisan. Studi menghasilkan kesimpulan bahwa tahapan pelatihan penulisan narasi dakwah meliputi: (1) menyampaikan wawasan dasar tentang penulisan narasi dakwah, (2) menunjukkan contoh praktek penulisan narasi dakwah, (3) latihan dasar menulis deskripsi, (4) melakukan pemetaan sasaran pembaca, (5) merumuskan topik dan tujuan narasi dakwah, (6) merancang struktur narasi dakwah, (7) menyusun kerangka narasi dakwah, (8) mengembangkan kerangka narasi dakwah, dan (9) finishing. Sembilan tahapan tersebut harus memiliki cukup pengulangan agar menjadi terampil. Hasil studi diharapkan bisa menjadi panduan bagi penulis pemula dalam bidang narasi dakwah.   Abstract: This study aims to describe the stages of da'wah narrative writing skill training at the beginner level. This topic is driven by the fact that there are not many references to the stages of writing narratives in the field of da'wah which can be a basis for practice for those who want to learn and practice from the basic level. The study was conducted using a descriptive qualitative approach. Writers of da'wah narratives at the beginner level generally have experience in oral narratives, but very few have knowledge in the field of writing. The study concludes that the stages of da'wah narrative writing training include: (1) conveying basic insights about writing da'wah narratives, (2) showing examples of the practice of writing da'wah narratives, (3) basic exercises on writing descriptions, (4) mapping the target audience, (5) formulating topics and objectives of the narrative da'wah, (6) designing the da'wah narrative structure, (7) compiling the da'wah narrative framework, (8) developing the da'wah narrative framework, and (9) finishing. The nine stages must have enough repetition to become skilled. The results of the study are expected to be a guide for novice writers in the field of da'wah narratives. Keywords: Writing Skills, Da'wah Narration, Novice Writer  
Perbedaan Qiraah Al-Qur’an: Perspektif Komunikasi Nugroho, Hassan; Harianto, Yudi Asmara
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v1i1.13

Abstract

Al-Qur'an merupakan sumber utama dan petunjuk hidup bagi umat Islam. Apapun yang dilakukan umat Islam seharusnya tidak bertentangan dengan makna ayat-ayat Al-Qur'an. Untuk menjalankan perintah dan larangan Allah yang dinyatakan dalam Al-Qur'an, umat Islam harus memahami makna ayat-ayat tersebut dengan tepat. Oleh karena jika keliru, akan membawa implikasi keliru pula memahami maksud Allah dalam memberikan petunjuk. Namun dalam prakteknya, terdapat perbedaan qiraah Al-Qur'an yang membawa implikasi perbedaan penafsiran dan istinbath hukum Islam. Hal ini terutama disebabkan penafsiran semata menggunakan perspektif kebahasaan saja. Oleh karena diperlukan persektif yang lebih komprehensif, yaitu perspektif komunikasi. Studi perbedaan qiraah Al-Qur'an persepktif komunikasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. hasil studi melahirkan kesimpulan untuk mendapatkan makna ayat-ayat Al-Qur'an yang mengalami perbedaan qiraah perlu memasukkan unsur konteks, yang meliputi asbabun nuzul, situasi sosial budaya saat ayat tersebut turun, penafsiran Rasulullah, sikap para sahabat dan umat Islam saat ayat ini turun. Dengan mengumpulkan data-data tersebut maka penafsiran terhadap ayat-ayat yang mengalami perbedaan qiraah dipandang lebih komprehensif.    
Prospek Dakwah Bil Qalam di Era New Media Harianto, Yudi Asmara
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v2i1.27

Abstract

Verba volent, scripta manent merupakan idiom yang mengilustrasikan keunggulan tulisan dibandingkan lisan. Namun memasuki era new media, keunggulan tulisan menjadi tidak berarti dikarenakan lisan juga mampu diduplikasi sama baiknya dengan tulisan, bahkan bisa lebih baik lagi. Ini menjadikan beberapa media massa cetak koran, majalah dan tabloid menghentikan versi cetak mereka. Hal ini juga berlaku di dunia dakwah, keunggulan dakwah bil qalam sebelumnya menjadi tidak berarti di era new media. Ini menimbulkan pertanyaan masihkah ada prospek positif dakwah bil qalam di era new media. Tulisan ini melakukan kajian dengan pendekatan qualitatif deskriptif untuk mendapatkan uraian-uraian prospek dakwah bil qalam yang tidak tergantikan dengan hadirnya new media, sekaligus tidak bisa ditandingi oleh dakwah bil lisan. Hasil kajian memperolah kesimpulan adanya prospek dakwah bil qalam dalam era new media, yaitu produk utama dakwah bil qalam berupa kitab (buku) bisa menjadi sumber referensi kajian-kajian ilmiah sosial keagamaan, mad’u dari dakwah bil qalam pada umumnya merupakan kalangan terdidik dan pengambil keputusan, dan produk dakwah bil qalam bisa menjadi pondasi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia.  
Penulisan Deskripsi dalam Novel Dakwah Di Bawah Lindungan Ka’bah Karya HAMKA Harianto, Yudi Asmara
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i1.120

Abstract

Literatur penulisan deskripsi masih terbilang sedikit. Seandainyapun ada, kebanyakan ditujukan untuk pelajaran sekolah dasar. Pada pelatihan penulisan deskripsi, seringkali dihadirkan sebuah objek yang bisa diamati, kemudian siswa diminta untuk membuat tulisan deskripsi sesuai pemahamannya masing-masing. Siswa seringkali kesulitan dikarenakan masih miskin kosa kata deskripsi. Padahal di Indonesia ada banyak penulis deskripsi yang terselip dalam penulisan kisah atau narasi. Salah satu penulis deskripsi tersebut adalah HAMKA. Beliau dikenal sebagai mubaligh yang terkenal sekaligus penulis novel dakwah yang produktif. Artikel ini melakukan kajian penulisan deskripsi pada novel dakwah HAMKA yang berjudul Di Bawah Lindungan Ka'bah dengan tujuan mendapatkan uraian bagaimana bentuk tulisan deskripsi yang dilakukan HAMKA. Kajian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang tidak semata mengkaji arti teks secara eksplisit tetapi juga makna di balik teks. Hasil penelitian menunjukan bahwa HAMKA menggunakan deskripsi peristiwa, tokoh, percakapan, perilaku, tempat, benda dan perasaan dalam novelnya tersebut.