Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Prestasi Kerja Pendidikan Tinggi (PT) Menurun Dalam Manajemen Kinerja Era Sars-Covid-19 Khairiah Khairiah; Ade Riska Nur Astari; Eri Samsidar; Amar Solid Hidayat; Akhli Nur Mubiarto
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 1 (2021): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i1.2490

Abstract

Abstract: This study aims to describe the work performance of higher education (PT) in the SARS-Covid 19 era. The method used is a descriptive qualitative approach. The components that become benchmarks are the achievement of work performance and organizational goals such as learning in the Covid 19 era, and the application of e-performance through planning, organizing, controlling and monitoring. These four things are mentioned in the higher education management function, namely planning, organizing, actuating and controlling. E-performance is a web-based performance measurement information system, the e-performance application is the initial platform for global involvement in higher education performance management. Higher education work management can be seen from Webometrics as a database of international recognition on college index rankings. This article discusses the causes, impacts and consequences of decreased work performance in the SARS-Covid 19 era. Campus management in an effort to improve work performance through e-performance applications in guarding webometrics in the SARS-Covid-19 era. The results show that there has been a decline in work performance in the SARS-Covid 19 era.Therefore, it is recommended to improve the work performance of PT, so improve performance management in the PT environment in the SARS-Covid 19 era.Keywords: Management, Decreasing Performance Achievement, e-performance, SARS-Covid 19 Abstrak: Kajian tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi kerja Pendidikan tinggi (PT) di era SARS-Covid 19. Adapun metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif deskripsi. Komponen yang menjadi tolak ukur adalah pencapaian prestasi kerja dan tujuan organisasi seperti pembelajaran di era Covid 19, dan aplikasi e-performance melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan. Empat hal tersebut disebutkan dalam fungsi manajemen Perguruan Tinggi yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. E-permormance adalah system informasi pengukuran kinerja berbasis web, aplikasi e-peformance adalah wadah awal adanya keterlibatan dunia global dalam manajemen kinerja perguruan tinggi. Manajemen kerja perguruan tinggi dapat dilihat dari Webometrics sebagai database pengakuan Internasional pada ranking indek perguruan tinggi. Artikel ini membahas penyebab, dampak dan akibat menurunnya prestasi kerja pada era SARS-Covid 19. Manajemen kampus dalam upaya meningkatkan prestasi kerja melalui aplikasi e-performance dalam mengawal webometric di era SARS-Covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan prestasi kerja di era SARS-Covid 19. Oleh karena itu disarankan untuk meningkatkan prestasi kerja PT, maka tingkatkan manajemen kinerja di lingkungan PT pada era SARS-Covid 19.Kata Kunci: Manajemen, Prestasi Kinerja Menurun, e-performance, Era SARS-Covid 19
Leadership Effectiveness in Improving The Professionalism of Madrasah Aliyah Teachers in Bengkulu Bandit Aroman; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2615

Abstract

Abstract: Teachers still create difficulties in improving professionalism, it can be seen that teacher professionalism is not optimal, certification policies have not improved teacher professionalism, teacher qualifications in carrying out duties are still low, teacher preparation in the teaching process is still not steady, less use of media and learning resources, creativity is still low, mastery of science and technology is still lacking, teachers lack creativity in teaching because it is not in their field. The purpose of this study is to map and analyze the effectiveness of leadership in improving the professionalism of Madrasah Aliyah Bengkulu teachers.Using descriptive qualitative methods. Data sources from scientific books, scientific articles, scientific journals both print and online, both nationally and internationally. The results showed that in developing teacher professionalism, leadership has provided guidance, direction, supervision and provided opportunities for teachers to attend training or trainings, include teachers in certification programs, provide opportunities to continue their studies, collaborate with other institutions / agencies, and carry out visits to other schools. So that professional teachers master the ins and outs of education and teaching and other sciences, teachers also get special education to become teachers who have special skills or expertise, and have competence. Thus it can be concluded that leadership effectiveness can improve teacher professionalism, so it can be recommended to improve teacher professionalism, thereby increasing the effectiveness of Aliyah madrasah leadership in Indonesia.Keywords: Effectiveness, Leadership, Teacher Professionalism, Madrasah Aliyah Abstrak: Guru masih menciptakan kesulitan dalam meningkatkan profesionalitas, hal ini terlihat sikap profesionalitas guru belum optimal, kebijakan sertifikasi belum ada peningkatan profesionalitas guru, kualifikasi guru dalam melaksanakan tugas masih rendah, persiapan guru dalam proses pengajaran masih kurang mantap, kurang memanfaatkan media dan sumber belajar, kreativitas masih rendah, penguasaan ilmu dan teknologi masih kurang, guru kurang kreatifitas dalam mengajar karena bukan pada bidangnya. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis efektivitas kepemimpinan dalam meningkatkan profesionalitas guru Madrasah Aliyah Bengkulu.Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dari buku-buku ilmiah, artikel ilmiah, jurnal ilmiah baik cetak maupun online, baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengembangkan profesionalitas guru, kepemimpinan telah memberikan bimbingan, pengarahan, pengawasan dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti diklat atau pelatihan, mengikutkan guru dalam program sertifikasi, memberikan kesempatan melanjutkan studinya, melaksanakan kerjasama dengan lembaga/ instansi lain, serta melaksanakan kunjungan ke sekolah lain. Sehingga guru professional menguasai betul seluk beluk pendidikan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainnya, guru juga mendapatkan pendidikan khusus untuk menjadi guru yang memiliki keterampilan atau keahlian khusus, dan memiliki kompetensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa efektivitas kepemimpinan dapat meningkatkan profesionalitas guru, sehingga dapat disarankan untuk meningkatkan profesionalitas guru, maka tingkatkan efektivitas kepemimpinan madrasah Aliyah di Indonesia.Kata kunci: Efektivitas, Kepemimpinan, Profesionalitas Guru, Madrasah Aliyah
Analisis Prosedur Pengembangan Bahan Ajar dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMK IT Arsitek Kota Bengkulu Khairiah Khairiah; Chandra Novianto; Hamdan Junaidi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 6, No 1 (2026): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v6i1.12116

Abstract

Abstrac: This study aims to describe, map, and analyze the teaching materials development procedure in an effort to improve the quality of learning at SMK IT Arsitek in Bengkulu City. Teaching materials development is crucial because it is a systematic design that facilitates the learning process to be more effective and responsive to student needs. The research method used is a descriptive qualitative approach. Primary data were obtained through interviews with the principal, vice principal, and teachers, while secondary data included documents such as the Syllabus, Lesson Plans, and Semester Programs. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, with data analysis using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the teaching materials development procedure at SMK IT Arsitek is carried out independently by teachers through three main stages: analysis (identifying student behavior and characteristics), development (producing or revising materials), and evaluation and field trials. This process refers to the principles of the 2013 curriculum suitability, contextual materials, and strengthening Islamic values. The quality of learning at this school is determined by the competence of teachers, the majority of whom are certified, high student motivation in vocational practice, and adequate infrastructure support. The implementation of systematic procedures has been proven to increase the effectiveness and efficiency of learning, but the reality in the field shows that the consistency of teachers in updating or revising teaching materials periodically still needs to be improved to remain relevant to the needs of the business and industrial world (DUDI).Keywords: Development Procedures, Teaching Materials, Learning Quality. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, memetakan, dan menganalisis prosedur pengembangan bahan ajar dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK IT Arsitek Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dari data primer diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru, sedangkan data sekunder mencakup dokumen seperti Silabus, RPP, dan Program Semester. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengembangan bahan ajar di SMK IT Arsitek dilakukan secara mandiri oleh guru melalui tiga tahapan utama: analisis (mengidentifikasi perilaku dan karakteristik siswa), pengembangan (memproduksi atau merevisi materi), serta evaluasi dan uji coba lapangan. Proses ini mengacu pada prinsip kesesuaian kurikulum 2013, materi yang kontekstual, dan penguatan nilai-nilai Islami. Kualitas pembelajaran di sekolah ini ditentukan oleh kompetensi guru yang mayoritas telah bersertifikasi, motivasi tinggi siswa dalam praktik kejuruan, serta dukungan sarana prasarana yang memadai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar sesuai prosedur terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, namun realita di lapangan menunjukkan bahwa konsistensi guru dalam memperbarui atau merevisi bahan ajar secara berkala masih perlu ditingkatkan agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Oleh karena itu dapat disarankan. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka tingkatkanlah pengembangan bahan ajar sesuai prosedur di sekolah.Kata kunci: Prosedur Pengembangan Bahan Ajar, Kualitas Pembelajaran.