Wing Hendroprasetyo Akbar Putera
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Ketebalan Cladding Terhadap Deviasi Sudut Bias, Pelemahan dan Cepat Rambat Gelombang Suara pada Pengelasan Baja Karbon dengan Stainless Steel Rakhmawan Dwi Sulistyo; Wing Hendroprasetyo Akbar Putera
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.18 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1273

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mengetahui pengaruh dan besar deviasi dari faktor sudut bias, pelemahan dan cepat rambat gelombang suara dari sambungan las antara baja karbon dan stainless steel yang dicladding dengan nickel dan stainless steel. Penelitian ini menggunakan alat ultrasonik flaw detector sebagai peralatan pemeriksaan yang mewakili ketiga faktor diatas. Variasi ketebalan cladding pada penelitian ini sebesar 3 mm, 4 mm, 5 mm dan 6 mm pada nickel maupun stainless steel. Tebal spesimen sebesar 30 mm dengan lebar 100 mm serta panjang 200 mm. Dari hasil pengujian diketahui bahwa cladding nickel dan stainless steel berpengaruh pada pemeriksaan lubang diskontinuitas sambungan las. Pada pengujian menggunakan probe dengan frekuensi 4 MHz nilai dari pengukuran yang dihasilkan  lebih akurat di bandingkan dengan menggunakan probe 2 MHz. Pada pengukuran diameter lubang diskontinuitas 2.5 mm yang menggunakan probe frekuensi 4 MHz dengan metode beam spread besar nilai deviasi pada nickel cladding 3 mm lebih besar 40 %, 4 mm lebih besar 60%, 5 mm lebih besar  60% dan 6 mm lebih besar  80% sedangkan pada stainless steel cladding 3 mm lebih besar 20%, 4 mm lebih besar 40 %, 5 mm lebih besar   60 % dan 6 mm lebih besar 80%. Nilai deviasi  dari pengujian sudut bias pada nickel dengan ketebalan cladding 3 mm sebesar 1.18o, 4 mm sebesar 3.51o, 5 mm sebesar 7.21o dan 6 mm sebesar 8.28o. Pada stainless steel dengan ketebalan cladding 3 mm sebesar 1.18o, 4 mm sebesar 2.36o, 5 mm sebesar 4.52o dan 6 mm sebesar 5.85o. Nilai rata deviasi dari faktor pelemahan pada nickel sebesar 1.3 dB dan pada stainless steel sebesar 1.67 dB.
PengaruhBentuk Probe Pada Tool Shoulder TerhadapMetalurgiAluminium Seri 5083 Dengan Proses Friction Stir Welding Zulkifli Edward; Wing Hendroprasetyo Akbar Putera
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.508 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2622

Abstract

Penyambungan Aluminium dengan GTAW dan GMAW menghasilkan suhu yang sangat tinggi pada saat proses pengelasansehinggamenghasilkandistorsi yang besar. Untuk mengatasi kekurangan tersebut dilakukan pengelasan yang suhu pengelasannya berada di bawah titik leleh Aluminium yaitu Friction Stir Welding. Padatugasakhirinidilakukanmodifikasitool dari K-100 BohlerdanmenggunakanmesinfraissebagaipenggantimesinFriction Stir Weldingpada Aluminiumpaduan 5083 dengantebal 4 mm denganukuran 30 mm x 15 mm menggunakantigavariasi pin yaitulingkaran (straight cylindrical), segitiga (triangle) dansegiempat (square) dengantravel speedsebesar 0.33 mm/detik serta sudut inklinasi 20. Kemudiandilakukananalisaterhadapperubahanmetalurgi, dandefect yang terjadi. Dari hasilpercobaandengan uji Makro etsa, fotoMikro serta Radiografi diketahui bahwa variasi pin berbentuksegiempat (square)menimbulkansuhu yang paling besardarivariasi pin lingkaran (straight cylindrical) dansegitiga (triangle) menyebabkan bentuk butir semakin besar, surface irragulariti semakin pendek, tidakditemukantunnel defect, kekerasan material bertambah serta diskontinuitas berupa weld flash semakin besar.
Studi Penentuan Panjang dan Kedalaman Retak Sambungan Las pada Konstruksi Kapal Menggunakan Pengujian Ultrasonik dengan Variasi Frekuensi dan Ukuran Kristal dan Variasi Kondisi Permukaan Coating dan Uncoating Deddy Kristianto; Wing Hendroprasetyo Akbar Putera
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.869 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2623

Abstract

Ketidaksempurnaan dalam pengelasan diikuti dengan pengoperasian sering kali menimbulkan retak serta cacat-cacat dalam  pengelasan  pada sambungan las pondasi mesin di kapal yang telah dicat, pengujian ultrasonik dilakukan untuk mendeteksi lokasi retak tersebut tanpa membuang cat yang terdapat dipermukaan konstruksi. Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian pada sambungan tumpul las sebanyak lima buah specimen dengan ukuran 400x200x12 mm dan pada setiap spesimen diberikan beberapa variasi ketebalan cat yaitu 0 mikron, 60 mikron, 120 mikron, 250 mikron, dan 300 mikron dimana sebelum diberikan variasi ketebalan cat terlebih dahulu diberikan retak buatan pada setiap specimen di daerah toe sambungan las dengan ukuran panjang 20 mm, 30 mm, 50 mm, dan 70 mm, dengan kedalaman 2 mm, 4 mm, 6 mm dan 8 mm, pengujian ultrasonik dilakukan dengan memvariasikan ukuran transducer yaitu 8 x 9 mm (2MHz), 20 x 22 mm (2MHz), dan 8 x 9 mm (4MHz). Setelah itu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode ultrasonik untuk membandingkan retak aktual dengan retak hasil scanning untuk panjang dan kedalaman retak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semakin besar variasi ketebalan cat yang diberikan pada spesimen uji maka efektivitas pembacaan ukuran retak dengan menggunakan metode ultrasonik test akan menurun. Frekuensi transducer yang lebih besar memiliki kemampuan yang lebih sensitif untuk mendeteksi retak dan ukuran kristal transducer yang lebih besarakan lebih sensitif untuk mendeteksi retak dikarenakan penyebaran berkas suara yang lebih konstan. Dari ketiga jenis transducer yang paling akurat adalah 8 x 9 mm (4MHz).
Analisis Pengaruh Ketebalan Nonconductive Coating Terhadap Kemampuan Pendeteksian Panjang Dan KedalamanRetak PadaFilletJoint Bracket KapalAluminium Menggunakan Pengujian Ultrasonik Akbar Rianiri Bakri; Wing Hendroprasetyo Akbar Putera
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.265 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2625

Abstract

Konstruksi kapal yang telah beroperasi seringkali terjadi cacat pada daerah lasnya.Cacat yang timbul seperti retak,seringterjadi tanpa disadari padasambungan las yang telah dilapisi cat sebelumnya.Retak tersebut dapat diperiksa menggunakan metode Ultrasonic testing tanpa menghilangkan cat yang terdapat pada sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketebalan cat tersebut terhadap pendeteksian retak dengan metode Ultrasonic testing padafillet joint di braket kapal aluminium.Scanning dilakukan pada face C dari spesimen uji. Pada setiap spesimen diberikan beberapa variasi ketebalan nonconductive coating yaitu 100 mikron, 200 mikron, 250 mikron dan 300 mikron dimana sebelum diberikan variasi ketebalan coating, spesimen terlebih dahulu diberikan retak buatan pada daerah toe las dengan variasi ukuran panjang 70 mm, 30 mm, 20 mm, dan 10 mm, dengan kedalaman 2 mm, 4 mm, 6 mm, dan 8 mm. Setelah itu tiap spesimen dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode Ultrasonic testing (UT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ketebalan nonconductive coating terhadap pendeteksian panjang dan kedalaman retak, dimana kemampuan pembacaan UT terhadap panjang retak pada spesimen dengan ketebalan  nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 95,814 %, 200 mikron sebesar 89,510 %, 250 mikron sebesar 87,140 % dan 300 mikron sebesar 85,629 % dari ukuran panjang retak sebenarnya. Sedangkan kemampuan pembacaan UT terhadap kedalaman retak pada spesimen dengan ketebalan  nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 99,219 %, 200 mikron sebesar 98,167 %, 250 mikron sebesar 97,396 % dan 300 mikron sebesar 96,625 % dari ukuran kedalaman crack sebenarnya. Hal ini disebabkan adanya pelemahan gelombang ultrasonik (atenuasi) pada saat gelombang ultrasonik melewati batas permukaan antara nonconductive coating dengan pelat aluminium  yang mempunyai impedansi akustik berbeda maka akan terjadi pemantulan dan pembiasan gelombang ultrasonik. Sebagian energi gelombang ultrasonik juga akan hilang saat gelombang melewati interfaces material.