Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Digit : Digital of Information Technology

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 PADA DOMAIN DSS (DELIVER,SERVICE, AND SUPPORT) (STUDI KASUS : KONSULTAN MANAJEMEN PUSAT) Ricky Perdana Kusuma
Jurnal Digit Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia (CIC) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51920/jd.v9i1.137

Abstract

Teknologi informasi (TI) perlu diatur agar dapat dimanfaatkan dengan baik, dimana tindakan untuk mengatur TI disebut dengan audit TI. Tujuan audit TI untuk meminimalkan terjadinya fraud dan risiko dalam sistem informasi. Standar audit yang digunakan adalah Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) 5. COBIT 5 merupakan framework yang memiliki kedetailan standar dalam hal teknis dan operasional serta kelengkapan proses TI yang baik. Domain yang dipakai dari COBIT 5 yaitu domain DSS (Deliver, Service, and Support), dipilih karena fokus pada aspek penyampaian TI di dalam pengiriman dan layanan TI serta dukungannya terhadap proses bisnis yang berlangsung termasuk pengelolaan masalah agar keberlanjutan proses bisnis tetap terjaga. Konsultan Manajemen Pusat (KMP) merupakan satu organisasi yang mengimplementasikan TI yaitu Sistem Informasi Manajemen Kota Tanpa Kumuh (SIM KOTAKU) untuk pengendalian program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di bawah Ditjen Cipta Karya (DJCK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementrian PUPR). Hasil dari audit TI saat ini Capability Level yang didapat pada SIM KOTAKU di KMP yaitu Level 1, yaitu Performed Process, dan Level target yang ingin dicapai adalah Level 2 yaitu Managed Process, sehingga berdasarkan analisis kondisi existing diperlukan peningkatan aktivitas dengan rekomendasinya yaitu memaksimalkan sistem yang sudah berjalan dengan peningkatan pengelolaan permintaan layanan dan insiden serta peningkatan layanan keamanan lebih terstruktur sesuai SOP (Standar Operating Procedure) dan terdokumentasi. Kata kunci: audit TI, COBIT 5, domain DSS, Konsultan Manajemen Pusat (KMP), Capability Level
PERANCANGAN DESAIN MERCHANDISE MENGGUNAKAN METODE KREATIF SEBAGAI PROMOSI BRAND PRODUK (STUDI KASUS : GIFA GROUP) Gina Pahira; Ricky Perdana Kusuma; Heri Suhendar
Jurnal Digit Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia (CIC) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51920/jd.v12i1.221

Abstract

ABSTRAKInovasi di era digital business sekarang membuat perusahaan berlomba melakukan promosi produk untuk bisa meningkatkan target penjualan. Produk merchandise menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian konsumen sebagai strategi promosi brand serta menjadi pembeda dari pesaing di pasaran. Dalam proses perancangan desain merchandise peneliti menggunakan Metode Kreatif. Terdapat 7 tahap penelitian yaitu (1) Identifikasi Kebutuhan didapat melalui wawancara dengan pemilik, dimana teridentifikasi kebutuhan media promosi apa yang tepat untuk memperkuat branding perusahaan dan menjangkau pasar lebih luas, (2) Identifikasi Tujuan menentukan media promosi yang dipilih yaitu merchandise karena mampu membangun branding perusahaan, (3) Identifikasi Masalah ini menemukan kendala yang mungkin bisa muncul ketika membuat desain produk merchandise yaitu Hardware dan Software, (4) Pengembangan Konsep pada produk merchandise menggunakan data visi dan misi perusahaan agar memiliki branding yang kuat sesuai kebutuhan perusahaan, (5) Perancangan Konsep yaitu mendesain produk merchandise melalui sketsa manual yang nanti akan diolah menjadi bentuk desain digital, (6) Pemilihan Konsep dilakukan diskusi antara desainer dan pemilik untuk memilih desain yang akan dibawa ke tahap produksi dengan pilihan desain merchandise pada Totebag dan Kaos, dan (7) Pengujian dilakukan metode voting melalui sosial media. Hasil voting dari 100 followers didapatkan 80 followers menyukai hasil desain merchandise sehingga media promosi ini dapat menyakinkan konsumen akan hasil kualitas produk yang akan dipasarkan.Kata kunci: Promosi, Produk, Merchandise, Metode Kreatif, Branding
PERANCANGAN APLIKASI LAYANAN CUSTOMER SERVICE MENGGUNAKAN CHATBOT BERBASIS WEBSITE PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL CIREBON Akirini, Wakidin Nur; Dewi, Wiwiek Nurkomala; Nas, Chairun; Norhan, Linda; Sevtiana, Agus; Kusuma, Ricky Perdana; Sulhan, Muhammad Afif
Jurnal Digit : Digital of Information Technology Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia (CIC) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51920/jd.v14i1.374

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Cirebon, cabang perusahaan yang fokus pada layanan jaringan telekomunikasi dan ingin meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Meskipun demikian, mereka belum memiliki dashboard layanan pelanggan yang memudahkan informasi mengenai produk Telkom yang dibutuhkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi layanan pelanggan menggunakan chatbot berbasis website. Pendekatan teknologi chatbot yang menggunakan Natural Language Processing (NLP) digunakan dalam perancangan ini. Metodologi Waterfall digunakan dalam proses penelitian, melibatkan pengumpulan data, analisis data, perancangan sistem, pengujian sistem, implementasi, dan pemeliharaan. Dalam perancangan, digunakan juga perhitungan NLP seperti analisis huruf, tokenisasi, peringkat, dan analisis. Hasil perancangan ini adalah menghasilkan sebuah aplikasi chatbot berbasis website. Aplikasi ini sudah mendapat tanggapan positif dari responden dengan nilai rata-rata di atas 60%. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi layanan pelanggan yang menggunakan chatbot berbasis website. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan untuk mengajukan pengaduan dan mendapatkan informasi produk melalui chatbot, yang berpotensi memberikan informasi layanan produk maupun pengaduan langganan, Perancangan ini masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama dalam bagian administrasi dan pengumpulan data. Disarankan agar perusahaan secara aktif mengumpulkan data dari interaksi pelanggan dengan chatbot berbasis website untuk meningkatkan efektivitas aplikasi ini. Kata kunci: Customer Service, Chatbot, NLP, Website, Telkom.