Lily Mauliani
Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Perilaku Penyandang Autis Terhadap Desain Ruang Dalam Studi Kasus : Bangunan Pendidikan Dyah Septia; Lily Mauliani; Anisa Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 2 (2017): Purwarupa Vol 1 No 2 September 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Peningkatan jumlah penyandang autis semakin lama semakin mengkhawatirkan, maka dari itu diperlukan penanganan khusus yang dapat membantu para penyandang agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut data Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 prevalansi penyandang autis setiap tahun semakin meningkat, diperkirakan mencapai 2,4 juta orang dari 237,5 juta penduduk dengan laju pertumbuhan 1,14 persen. Jumlah autisme di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 500 orang setiap tahunnya. Penyandang autis mempunyai karakteristik khusus, yang dalam tingkatan tertentu tidak dapat berinteraksi secara normal dengan individu yang lain. Maka dari itu dibutuhkan fasilitas pendidikan dengan desain khusus untuk penyandang autis, terutama terhadap desain ruang dalam.  Dalam mengetahui desain yang baik untuk penyandang autis, maka kami mengadakan penelitian di daerah Jakarta dan Bogor. Adapun kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah desain pola yang menciptakan ruang sosialisasi sangat penting mengingat bahwa penyandang autis memiliki masalah pada interaksi sosialnya sehingga ruang-ruang dalam akan di tata secara radial dimana ruang-ruang kelas saling berhadapan yang dipisahkan oleh koridor yang akan menciptakan ruang interaksi sosial dan berpusat pada satu titik dimana satu titik tersebut menjadi ruang berkumpul dan bersosialisasi. Kata Kunci: bangunan pendidikan, penyandang autis, ruang sosialisasi ABSTRACT. The increasing numbers of people with autism escalate into a worrying level. Therefore, they need special treatment so they can adapt to the environment. According to Badan Pusat Statistik, prevalence of people with autism increasing every year up to 1,14 percent or 2,4 million people out of 237,5 million citizen. People with autism in Indonesia estimated to increase approximately 500 people each year. People with autism have special characteristics, which mean they can’t interact normally with other people. Hence, ther is a need for education facilities with special design specifically for them, particularly inner spatial design. This study occurs in Jakarta and Bogor to find out the best design that is suitable for people with autism. The conclusion of the study is that the certain desain that creates a friendly environment for people wth autism to interact and communicate each other is very important in view of their social limitation. The best solution is to design space in radial pattern where every class facing each other and separated by corridor that will create social interaction space and centered on one point where it became assembly and socialization center. Keywords: educational building, people with autism, socialization room
PUSAT KESENIAN ANGKLUNG DENGAN ARSITEKTUR SUNDA DI KOTA BANDUNG Yanto Heryanto; Lily Mauliani; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 2 (2017): Purwarupa Vol 1 No 2 September 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Pusat kesenian angklung yang terkenal di kota Bandung terletak di Saung Angklung Udjo. Kegiatan utama yang ada disini merupakan pentas seni atau pertunjukan seni dan budaya. Saung Angklung Udjo merupakan tempat wisata budaya masyarakat Sunda. Karakter yang menjadi ciri khas adalah arsitektur Sunda pada desainnya. Perkembangan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Saung Angklung Udjo setiap tahun, menyebabkan dibutuhkannya desain ulang pusat kesenian angklung ini yang bertujuan untuk mengakomodasi antusiasme tersebut. Desain ulang tersebut tetap mempertahankan konsep awal desain yaitu konsep arsitektur Sunda. Kata Kunci: Angklung, Arsitektur Sunda, Pusat Kesenian, Saung Angklung Udjo ABSTRACT The famous angklung arts center in Bandung is located in Saung Angklung Udjo. The main activities here are art performances or art and cultural performances. Saung Angklung Udjo is a cultural tourism place of the Sundanese people. Character that became characteristic of Sundanese architecture in its design. The development of society enthusiasm towards Saung Angklung Udjo activity every year, causing the need of redesigning center of this angklung art which aims to accommodate the enthusiasm. The redesign still retains the initial concept of design that is the concept of Sundanese architecture. Keywords: Angklung, Art Center, Saung Angklung Udjo, Sundanese Architecture,
PENDEKATAN ARSITEKTUR IKONIK TRANSPORTATION HUB BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT (BIJB) Ary Rizaldi; Lily Mauliani; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.637 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya sebuah bandara Internasional sangat tergantung kepada moda transportasi darat. Transportasi darat dibutuhkan untuk mempermudah kegiatan transportasi pada kawasan bandara baik di dalam maupun di luar bandara. Sebagai contoh, dibutuhkan moda transportasi  akses masuk dan keluar bandara serta akses berpindah antar terminal bandara. Berdasarkan hal tersebut transportation hub atau pusat transportasi pada bandara sangat diperlukan guna menjawab kebutuhan transportasi yang ada di bandara. Konsep yang akan digunakan adalah arsitektur ikonik sebagai daya tarik bangunan dan memberikan kesan bangunan yang berbeda dari bangunan sekitar.  Adanya Transportation hub pada bandara internasional Jawa Barat berkonsep arsitektur ikonik diharapkan dapat mempermudah berkegiatan transportasi dan juga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang rentan menimbulkan kemacetan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur, wawancara serta observasi (tinjauan lapangan) dan juga studi preseden. Kemudian juga dilakukan análisis tapak, análisis massa bangunan dan arsitektur ikonik. Penelitian ini menghasilkan sebuah bangunan transportation hub atau pusat trannsportasi yang ikonik, transportation hub dengan arsitektur ikonik ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan  transportasi umum darat pada bandara sehingga mempermudah dan menambah minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Kata Kunci: Arsitektur, Ikonik, Transportation Hub, BIJB 
PENDEKATAN PERANCANGAN MUSEUM MUSIK KESENIAN JAWA Yuhana Andra Saputra; Lily Mauliani; Anggoro Cipto Ismoyo
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 2 (2017): Purwarupa Vol 1 No 2 September 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Seni menurut Ki Hajar Dewantara merupakan segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakkan jiwa dan persaan manusia (kamus Bahasa Indonesia,2017). Kesenian merupakan suatu wadah untuk mengungkapkan suatu kreasi yang ada didalam setiap kebudayaan. Seni musik merupakan suatu hal yang lazim dinikmati oleh hampir setiap umat manusia termasuk di negara Indonesia. Bangsa indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak daerah dan terdiri dari berbagai suku bangsa. Kebudayaan dan keanekaragaman tradisi yang unik menjadi ciri khas yang ada di Indonesia salah satunya yaitu banyaknya kesenian musik tradisional yang setiap daerah pasti memilikinya khususnya seni musik yang ada di Jawa tengah dan Jawa Timur. Ide/gagasan untuk mendesain sebuah museum seni musik tradisional adalah untuk dapat mewadahi berbagai kesenian musik Jawa timur dan Jawa tengah secara khusus  dari awal mula lahirnya musik tradisional Jawa, bahan yang digunakan untuk membuat alat musiknya, cara penggunaannya, perawatannya dan pelestarian serta cara mensingkronkan antara seni musik dan kesenian lainnya seperti seni tari dan adat istiadat yang ada didaerah Jawa. Kata Kunci: Museum, Kesenian, Jawa ABSTRACT. Art according to Ki Hajar Dewantara is all human deeds arising from the feeling and beautiful nature, thus moving the soul and human persaan (Indonesian dictionary, 2017). Art is a container to express a creation that exists within every culture. Music art is a common thing enjoyed by almost every human being, including in the country of Indonesia. Indonesia is a nation that has many regions and consists of various tribes. Culture and unique diversity of traditions characterize the one in Indonesia one of them is the number of traditional musical arts that each region must have it, especially music art that exist in Central Java and East Java. The idea to design a museum of traditional musical art is to be able to accommodate various artistry of East Java and Central Java music specifically from the beginning of the birth of traditional Javanese music, the material used to make the instrument, how to use it, its maintenance and preservation and how to synchronize between Art of music and other arts such as dance art and customs that exist in Java area. Keywords: Museum, Art, Java