Finta Lissimia
Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PUSAT KESENIAN ANGKLUNG DENGAN ARSITEKTUR SUNDA DI KOTA BANDUNG Yanto Heryanto; Lily Mauliani; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2017): Purwarupa Vol 1 No 2 September 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.1.2.41-46

Abstract

ABSTRAK. Pusat kesenian angklung yang terkenal di kota Bandung terletak di Saung Angklung Udjo. Kegiatan utama yang ada disini merupakan pentas seni atau pertunjukan seni dan budaya. Saung Angklung Udjo merupakan tempat wisata budaya masyarakat Sunda. Karakter yang menjadi ciri khas adalah arsitektur Sunda pada desainnya. Perkembangan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Saung Angklung Udjo setiap tahun, menyebabkan dibutuhkannya desain ulang pusat kesenian angklung ini yang bertujuan untuk mengakomodasi antusiasme tersebut. Desain ulang tersebut tetap mempertahankan konsep awal desain yaitu konsep arsitektur Sunda. Kata Kunci: Angklung, Arsitektur Sunda, Pusat Kesenian, Saung Angklung Udjo ABSTRACT The famous angklung arts center in Bandung is located in Saung Angklung Udjo. The main activities here are art performances or art and cultural performances. Saung Angklung Udjo is a cultural tourism place of the Sundanese people. Character that became characteristic of Sundanese architecture in its design. The development of society enthusiasm towards Saung Angklung Udjo activity every year, causing the need of redesigning center of this angklung art which aims to accommodate the enthusiasm. The redesign still retains the initial concept of design that is the concept of Sundanese architecture. Keywords: Angklung, Art Center, Saung Angklung Udjo, Sundanese Architecture,
KAJIAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN OLAHRAGA SEPAK BOLA PSF ACADEMY, JAKARTA SELATAN Rafli Ferdiansyah; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.131-136

Abstract

ABSTRAK. Sepak bola menjadi olahraga yang sangat populer di kalangan berbagai orang termasuk anak-anak dan remaja. Besarnya minat terhadap olahraga sepak bola  tidak sebanding dengan minimnya sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pembinaan olahraga sepak bola. Artinya, masih kurangnya pelatihan sepak bola yang seharusnya dilakukan secara profesional. Membangun sebuah gedung sarana latihan olahraga sepak bola tentunya memerlukan peran seorang arsitek untuk merancang bangunan tersebut guna memenuhi kebutuhan latihan olahraga sepak bola. Studi kasus pada penelitian ini yang digunakan adalah PSF Academy yang terletak di Jakarta Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku pengguna dan memahami kebutuhan pengguna pada bangunan fasilitas olahraga pendidikan sepak bola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif naratif bentuknya berupa wawancara, observasi langsung, dan analisis dokumen pribadi, yang dimana bersifat menggambarkan, menguraikan suatu hal dengan apa adanya dan data yang di kumpulkan yaitu berupa sebuah kata-kata atau penalaran, dan gambar. Berdasarkan hasil dari analisis prinsip-prinsip arsitektur perilaku menurut teori Weinstein & David 1987. Pada fasilitas pendidikan olahraga sepak bola ini baru memenuhi 3 poin prinsip yang belum terpenuhi. Kata Kunci: arsitektur, fasilitas olahraga, perilaku, sekolah sepak bola ABSTRACT. Football has become a very popular sport among a variety of people including children and adolescents. The greatest interest in football is not equal to the minimal means and means to organize the construction of football sports. I mean, there's still a lack of football training that should be done professionally. The construction of a building for a football training facility requires the role of an architect to design the building to meet the needs of football training. The case study on this study used was the PSF Academy located in South Jakarta. The objective of this research is to identify user behavior and understand user needs on building football education sports facilities. The methods used in this research are qualitative descriptive narrative variables such as interviews, direct observations, and analysis of personal documents, which are describing, describing a thing by what it is and the data collected is a word or reasoning, and a picture. Based on the results of the analysis of behavioral architectural principles according to Weinstein & David's 1987 theory. This football sports educational facility has just met three principles that have not been met. Keywords: architecture, behavior, football academy, sport center