Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kecenderungan Adiksi Smartphone dengan Nyeri Pergelangan Tangan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba Tingkat 4 Tahun 2023/2024 Zaki Tashdiq Imani; Miranti Kania Dewi; Yani Triyani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10506

Abstract

Abstract. Smartphones have become an integral part of our lives, influencing communication dynamics and impacting personal well-being, potentially leading to smartphone addiction. This compulsive and intense smartphone usage poses risks, including musculoskeletal disorders such as wrist pain. This study aims to explore the correlation between smartphone addiction and wrist pain among students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. This study is conducted using a quantitative analytic observational method with a cross-sectional design. The research subjects were medical students who met the inclusion criteria with a total sample of 82 students. Data were collected using the Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) to assess the tendency of smartphone addiction and QuickDASH to measure wrist pain. The results showed majority of the respondents had low smartphone addiction tendencies (56%) and did not experience wrist pain (44%). Notably, 29.3% of students with low smartphone addiction tendencies did not experience wrist pain, while 15.9% of those with high smartphone addiction tendencies reported moderate wrist pain. The study concludes that there is a relationship between the tendency of smartphone addiction and wrist pain in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung (p < 0,05). Abstrak. Smartphone merupakan bagian yang integral dalam kehidupan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, mengubah cara orang berkomunikasi dan cara orang tersebut menjalani hidupnya. Hal tersebut secara tidak langsung dapat menyebabkan risiko terjadinya ketergantungan/adiksi terhadap smartphone. Adiksi smartphone didefinisikan sebagai penggunaan smartphone dengan intensitas tinggi. Penggunaan smartphone dengan intensitas tinggi lebih lanjut dapat menyebabkan gangguan fungsional dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah gangguan musculoskeletal seperti nyeri pergelangan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan adiksi smartphone dengan nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Dengan menggunakan metoda observasional analitik kuantitatif dan desain cross sectional, penelitian ini meneliti 82 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) untuk menilai kecenderungan adiksi smartphone dan QuickDASH untuk mengukur skala nyeri pada pergelangan tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecenderungan adiksi smartphone yang rendah (56%) dan tidak mengalami (44%). Sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dengan kecenderungan adiksi smartphone yang rendah tidak mengalami nyeri pada pergelangan tangannya yaitu sebanyak 24 orang (29,3%) sedangkan sebagian besar mahasiswa dengan kecenderungan adiksi smartphone tinggi mengalami nyeri sedang pada pergelangan tangannya yaitu sebanyak 13 orang (15,9%). Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan antara kecenderungan adiksi smartphone dengan nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (p < 0,05).
Gambaran Karakteristik Etiologi dan Penyakit Penyerta Pasien End-Stage Renal Disease yang Menjalani Hemodialisis di RS Al-Islam pada Tahun 2018–2022 Ilhan Rakha Aryawardana; Yani Triyani; Sara Puspita
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10722

Abstract

Abstract. In the last few decades there has been an increase in cases of chronic kidney disease (CKD). An increase in CKD cases can result in an increase in cases of end-stage renal disease (ESRD) which can be indicated by an increase in hemodialysis procedures every year. According to data from the Indonesian Renal Registry (IRR) in 2018, the number of new patients undergoing hemodialysis in West Java increased from the previous year by 50% (from 7,444 to 14,771 patients), based on this data, an analysis of the etiology and comorbidities of ESRD patients in 2018–2022 is needed. The aim of this study is to distributively describe the etiology and comorbidities of ESRD cases at Al-Islam Hospital in 2018–2022. The method used in this research is descriptive quantitative with a retrospective approach using the case series method. Samples were taken from medical records of new hemodialysis patients in 2018–2022 and there were 769 ESRD patients. The results of this study showed that there was an increase in ESRD patients by 20.4% during 2018–2022 with the main etiologies being hypertensive kidney disease (61.9%), diabetic nephropathy (19.5%), other causes (6.5%), primary glomerulopathy (4.6%), and lupus nephropathy (3.5%), while the main comorbidities were hypertension (57.0%), diabetes mellitus (16.3%), cardiovascular disease (6.5%), cerebrovascular disease (2.7%), and tuberculosis (2.2%). Conclusion, the most common etiologies during 2018–2022 were hypertensive kidney disease and diabetic nephropathy, while the most common comorbidities were hypertension and diabetes mellitus. From the results of this research, it is hoped that it can become a reference for establishing ESRD prevention programs and for conducting other research to deepen other characteristics using other methods. Abstrak. Dalam beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan kasus chronic kidney disease (CKD). Peningkatan kasus CKD dapat mengakibatkan peningkatan kasus end-stage renal disease (ESRD) yang dapat diindikasikan dengan peningkatan tindakan hemodialisis setiap tahun. Menurut data Indonesia Renal Registry (IRR) tahun 2018 jumlah pasien baru yang menjalani hemodialisis di Jawa Barat meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 50% (dari 7.444 menjadi 14.771 pasien), berdasarkan data tersebut diperlukan analisis etiologi dan penyakit penyerta pasien ESRD pada tahun 2018–2022. Tujuan penelitian ini ialah menggambarkan secara distributif etiologi dan penyakit penyerta kasus ESRD di Rumah Sakit Al-Islam pada tahun 2018–2022. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan metode case series. Sampel diambil dari rekam medis pasien baru hemodialisis pada tahun 2018–2022 dan didapatkan pasien ESRD sebanyak 769 pasien. Hasil penelitian terjadi peningkatan pasien ESRD sebesar 20,4% selama tahun 2018–2022 dengan etiologi utama penyakit ginjal hipertensif (61,9%), nefropati diabetik (19,5%), penyebab lainnya (6,5%), glomerulopati primer (4,6%), dan nefropati lupus (3,5%), sementara untuk penyakit penyerta utama hipertensi (57,0%), diabetes melitus (16,3%), penyakit kardiovaskular (6,5%), penyakit serebrovaskular (2,7%), dan penyakit tuberkulosis (2,2%). Simpulan, etiologi yang paling banyak terjadi selama tahun 2018–2022 adalah penyakit ginjal hipertensif dan nefropati diabetik, sementara penyakit penyerta yang paling banyak diderita adalah hipertensi dan diabetes melitus. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan untuk pembentukan program prevensi ESRD dan penelitian untuk memperdalam karakteristik lainnya menggunakan metode lain.
Karakteristik Pasien dan Gambaran Indeks Platelet pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut di Rumah Sakit Al-Islam Kota Bandung Periode 2020-2022 Amalia Salima; Yani Triyani; Sadeli Masria
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12418

Abstract

Abstract. Acute lymphoblastic leukemia (ALL) is the most common blood cancer in children in Indonesia. The latest data regarding the characteristics of ALL patients at Al-Islam Hospital Bandung City is currently not available. Apart from that, there are 27 blood parameters released by the hematology analyzer, but there are still values that have not been used optimally in helping to diagnose ALL, namely the platelet index. This study aims to determine the characteristics and features of platelet indices in acute lymphoblastic leukemia patients before and after chemotherapy. The method used is descriptive using medical record data from ALL patients aged 0–18 years for the period 2020–2022. This research was carried out at Al Islam Hospital Bandung during November 2023 and the data collection technique used total sampling. The data is processed using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) software. In this study, 1040 medical record data were obtained and 292 of them met the inclusion criteria. The most frequent cases of ALL occurred in 2022 with 384 patients, aged 18 months–10 years in 721 patients (79%), male gender in 569 patients (55%), type of diagnosis was remission in 149 patients (51%). In addition, the hemoglobin level was 7.00–11.00 g/dL in 179 patients (63%), the leukocyte count was <10,000 mm3 in 209 patients (73%), and the platelet count was >100,000 mm3 in 181 patients (65%). In conclusion, the characteristics of most ALL patients are male, age 18 months–10 years, and type of diagnosis in remission. Abstrak. Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan kanker darah yang paling banyak terjadi pada anak di Indonesia. Data terbaru mengenai karakteristik pasien LLA di RS Al-Islam Kota Bandung saat ini belum tersedia. Selain itu, terdapat 27 parameter darah yang dikeluarkan hematology analyzer, tetapi masih ada nilai yang belum digunakan secara optimal dalam membantu penegakan diagnosis LLA yaitu indeks platelet. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan gambaran indeks platelet pada pasien leukemia limfoblastik akut sebelum dan sesudah kemoterapi. Metode yang digunakan adalah deskriptif yang menggunakan data rekam medik pasien LLA usia 0–18 tahun periode tahun 2020–2022. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Al Islam Bandung selama bulan November 2023 dan teknin pengambilan data menggunakan total sampling. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Pada penelitian ini didapatkan 1040 data rekam medik dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 292. Kasus LLA paling sering terjadi pada tahun 2022 sebanyak 384 pasien, usia 18 bulan–10 tahun pada 721 pasien (79%), jenis kelamin laki-laki 569 pasien (55%), jenis diagnosis remisi pada 149 pasien (51%). Selain itu, kadar hemoglobin 7,00–11,00 g/dL pada 179 pasien (63%), jumlah leukosit <10.000 mm3 pada 209 pasien (73%), dan jumlah platelet >100.000 mm3 pada 181 pasien (65%). Simpulan, karakteristik pasien LLA terbanyak laki-laki, usia 18 bulan–10 tahun, dan jenis diagnosis remisi.