Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF MEAN PLATELET VOLUME IN TYPE II DIABETIC PATIENTS WITH VASCULAR COMPLICATION (Analisis Mean Platelet Volume Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan Komplikasi Vaskuler) Mustakin Mustakin; Liong Boy Kurniawan; Nurahmi Nurahmi; Ruland DN Pakasi
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v22i3.1236

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan yang tersebar luas di seluruh dunia. Penyakit DM tipe 2 dengan komplikasilama berkaitan dengan gangguan pembuluh darah yang timbul mencakup yang terkait mikrovaskuler seperti: retinopati, nefropatidan neuropati, serta komplikasi makrovaskuler seperti: penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh darah besar. Trombosit yangberukuran besar bersifat trombogenik dan menjadi faktor kebahayaan komplikasi mikro dan makrovaskuler. Penelitian ini untukmengetahui nilai Mean Platelet Volume (MPV) di pasien DM tipe 2 dengan komplikasi makro dan mikrovaskuler dan tanpa komplikasivaskuler; serta pembanding sehat dari yang tidak berpenyakit diabetik dengan cara membandingkan. Penelitian ini bersifat potonglintang dengan menggunakan data rekam medis pasien di rumah sakit Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar selama masa waktuantara bulan Januari 2011−Desember 2013 terhadap 314 pasien DM tipe 2 (136 dengan komplikasi makrovaskuler dan 49 komplikasimikrovaskuler) dan 129 yang tanpa komplikasi) serta 150 pembanding sehat yang bukan DM. Rerata nilai MPV di pembanding yangnormal, DM tipe 2 tanpa komplikasi, DM tipe 2 dengan komplikasi, berturut-turut adalah: 8,77±0,52fl, 8,93±1,07fl, 10,28±1,95fl.Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna nilai MPV antara pembanding yang normal DM tipe 2 disertai komplikasi sertaDM tipe 2 tanpa komplikasi vaskuler (p=0,000). Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan bermakna nilai MPV antara pembandingnonDM dengan DM tipe 2 yang disertai komplikasi (p=0,000), DM tipe 2 tanpa komplikasi dengan yang disertai komplikasi (p=0,000).Tidak ditemukan perbedaan nilai MPV yang bermakna antara pembanding normal dengan pasien DM tipe 2 tanpa komplikasi (p=0,401)dan yang disertai komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler (p=0,522). Nilai MPV di kelompok DM tipe 2 dengan komplikasi lebihtinggi dibandingkan dengan DM tipe 2 tanpa komplikasi dan pembanding yang bukan DM.
ANALISIS INDIKASI PERSALINAN SECTIO CAESARE (SC) DI RUMAH SAKIT TK.II ISKANDAR MUDA KOTA BANDA ACEH PERIODE TAHUN 2024 Dewi Farida; Dewina Susanti; Asma’ul Husna; Nurahmi Nurahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5425

Abstract

Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan bedah yang bertujuan untuk membantu kelahiran janin melalui sayatan pada dinding perut dan rahim ibu hamil. WHO menetapkan standar tindakan SC dalam satu negara berkisar 5-15% per kelahiran hidup, dan Kementerian Kesehatan RI menetapkan standar tindakan SC 20% sedangkan di kota Banda Aceh angka tindakan SC sebesar 78,2% dari 8.982 persalinan. Cakupan Persalinan Sectio caesarea (SC) di Kota Banda Aceh tergolong tinggi melampaui target WHO dan Nasional, sementara dampak yang di timbulkan pasca SC sangat besar. Dibutuhkan penelitian mendalam terkait SC tentang Analisis Indikasi Persalinan Sectio Caesare (SC) di Rumah Sakit TK.II Iskandar Muda Kota Banda Aceh 2025. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis Indikasi Persalinan Sectio Caesare (SC) di Rumah sakit TK.II Iskandar Muda Kota Banda Aceh 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan design cross sectional study. Populasi adalah seluruh ibu post sectio caesarea (SC) yang di rawat di Rumah Sakit TK.II Iskandar Muda Kota Banda Aceh pada Periode tahun 2024 berjumlah 852 jiwa. Tehnik pengambilan sampel yaitu secara total populasi. Hasil penelitian: Hasil Uji Statistik dengan menggunakan Chi-Square maka diketahui ada hubungan usia kehamilan (p value =0.000), Ketuban Pecah Dini (p value =0.036), Plasenta Previa (p value =0.004), permintaan sendiri (p value =0.000), penyakit ibu (p value =0.000), Bekas Sectio Caesarea (p value =0.003), Fetal Distres (p value =0.000) dengan kejadian persalinan Sectio Caesarea. Tidak ada hubungan kelainan posisi janin dengan kejadian persalinan Sectio Caesarea (p value =0.062). Kesimpulan dan saran: ada hubungan usia kehamilan, Ketuban Pecah Dini, Plasenta Previa, permintaan sendiri, penyakit ibu, Bekas Sectio Caesarea, Fetal Distres dengan kejadian persalinan Sectio Caesarea. Tidak ada hubungan kelainan posisi janin dengan kejadian persalinan Sectio Caesarea. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memperketat indikasi pelaksanaan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Kota Banda Aceh