Mukhlis Mukhlis
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Sistem Manajemen Risiko Pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) Mukhlis Mukhlis; Supriyadi Supriyadi
Journal of Applied Accounting and Taxation Vol 3 No 2 (2018): Journal of Applied Accounting and Taxation (JAAT)
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.954 KB) | DOI: 10.30871/jaat.v3i2.875

Abstract

Penelitian ini membahas desain sistem manajemen risiko yang dapat diterapkan pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dengan studi kasus pada Universitas Gadjah Mada (UGM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada UGM. Penelitian mendeskripsikan dan menganalisis desain sistem manajemen risiko yang sebaiknya dijalankan oleh UGM dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan interactive model, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan atau verifikasi. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen risiko telah berjalan di UGM, meskipun belum terstruktur dan sistematis. Oleh karena itu, UGM perlu membentuk struktur, proses, dan prosedur manejemen risiko. Struktur manajemen risiko dapat menggunakan model tiga tingkatan pengendalian; tingkat kebijakan dijalankan oleh Komite Audit, tingkat operasional dijalankan oleh rektor dibantu oleh Kantor Audit Internal dan Kantor Jaminan Mutu sebagai koordinator proses manajemen risiko yang dilakukan oleh unit kerja; tingkat pengawasan dilakukan oleh Komite Audit. Proses manajemen risiko dapat menggunakan standar proses manajemen risiko AS/NZS 31000:2009 yang terdiri atas proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, pemantauan dan review, dan komunikasi serta konsultasi. Prosedur manajemen risiko dapat disusun berdasarkan periode tujuan UGM yang terdiri dari periode lima tahunan, satu tahunan, dan periode waktu tertentu.
ANALISIS PROSES PENGANGGARAN KALURAHAN PADA KALURAHAN CONDONGCATUR, DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA Alisha Luthfannisa Hanania; Isnaini Nur Maftukhah; Afifah Putri Nabila; Dhedi Hasyim Darmawan; Mukhlis Mukhlis
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i2.206

Abstract

ABSTRAK Meskipun dikenal sebagai desa mandiri dengan kapasitas ekonomi tinggi, belum ada kajian yang meneliti terkait Kalurahan Condongcatur yang masih terjebak dalam defisit anggaran kritis dan formalitas tata kelola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi dalam proses penyusunan APBKal 2025 di Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melalui wawancara mendalam, observasi dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian akan menunjukkan bahwa akuntabilitas, transparansi dan partisipasi dalam penganggaran di Kalurahan Condongcatur sudah berjalan dengan tingkat kepatuhan regulasi yang tinggi, namun secara kualitas substantif masih menghadapi beberapa tantangan. Berdasarkan teori Good Governance terdapat tiga temuan tajam. Pertama, akuntabilitas berbasis Siskeudes lumpuh secara efisiensi akibat pembaruan sistem di akhir tahun yang memaksa aparatur bekerja ganda via Excel. Kedua, transparansi bersifat formalitas karena publikasi makro tidak menyentuh pemahaman masyarakat. Ketiga, partisipasi warga kurang menyeluruh karena hanya didominasi oleh tokoh masyarakat, ditambah anggaran desa mengalami defisit 20,01%. Kesimpulannya, kepatuhan prosedural di Condongcatur belum mampu menciptakan kemandirian fiskal substantif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat ABSTRACT Although known as a self-sufficient village with strong economic capacity, no study has yet examined how Condongcatur Village remains trapped in a critical budget deficit and bureaucratic governance. This study aims to analyze accountability, transparency, and participation in the process of drafting the 2025 Village Budget (APBKal) in Condongcatur Village, Sleman Regency. Using a descriptive qualitative research method with purposive sampling, the study employs in-depth interviews, observations, and document reviews. The findings will demonstrate that accountability, transparency, and participation in budgeting in Condongcatur Village are already being implemented with a high level of regulatory compliance; however, in terms of substantive quality, they still face several challenges. Based on Good Governance theory, there are three key findings. First, institutional accountability based on Siskeudes is inefficient due to system updates at the end of the year that force officials to work twice as hard using Excel. Second, transparency is merely a formality because macro-level publications do not address the public’s technical understanding. Third, citizen participation is not comprehensive because it is dominated only by community leaders, compounded by a critical village budget deficit of 20.01%. In conclusion, procedural compliance in Condongcatur has not yet been able to create substantive fiscal autonomy oriented toward community empowerment.