Latar belakang : Obesitas didefinisikan sebagai keadaan patologis akibat akumulasi lemak berlebihan dalam tubuhdengan peningkatan berat badan melebihi batas kebutuhan skeletal dan fisik. menurut data World Health Organization(WHO), prevalensi obesitas di negara maju dan berkembang telah meningkat tiga kali lipat WHO juga menggambarkanbahwa 400 juta orang dewasa di dunia mengalami obesitas dan memperkirakan pada tahun 2015 akan meningkat sampai700 juta orang. Pada seseorang dengan obesitas, sel-sel lemak akan mengalami hipertrofi yang dapat menurunkanreseptor insulin hingga kadar glukosa intravaskular tetap tinggi.Tujuan : Mengetahui hubungan obesitas sentral dengan kadar glukosa darah sewaktu pada Mahasiswa FakultasKedokteran Universitas Malahayati.Metode : Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian ini sebanyak 97 orang.Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.Hasil : Distribusi frekuensi obesitas sentral pada responden lebih tinggi pada non obesitas sentral sebesar 63orang (64,9%) dan distribusi frekuensi kadar glukosa darah sewaktu lebih tinggi pada kategori normal sebesar 67 orang(69.1%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapatkan p value = 0,022 < 0,05.Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas sentral dengan kadar glukosa darah sewaktu.