Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Global Health Science (GHS)

Pendampingan Pembuatan MP-ASI Berbahan Lokal Dengan Media Booklet Resep Terhadap Pertumbuhan Anak 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Air Besar Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon Michran Marsaoly; Nilfar Ruaida; Deby Nur Fajni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.098 KB) | DOI: 10.33846/ghs6108

Abstract

Pemberian MP-ASI lokal memiliki beberapa dampak positif, antara lain; ibu lebih memahami dan lebih terampil dalam membuat MP-ASI dari bahan pangan local sesuai dengan kebiasaan dan social budaya setempat, sehingga ibu dapat melanjutkan pemberian MP-ASI local secara mandiri; meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sertamemperkuat kelembagaan seperti PKK dan Posyandu; memiliki potensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan hasil pertanian; dan sebagai sarana dalam pendidikan atau penyuluhan gizi. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pendampingan Pembuatan MP ASI Berbahanl okaldengan media booklet resep terhadap pertumbuhan anak umur 6 – 24 bulan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi-Experimental Design (eksperimensemu), dengan rancangan Pretest-Posttest Group Design. Sampel adalah 40 ibu yang memiliki anak umur 6 sampai dengan 24 bulan yang menetap di wilayah kerja Puskesmas Air Besar, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control. Kelompok pertama 20 ibu untuk kelompok perlakuan yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan pendampingan dengan media booklet dan 20 ibu untuk kelompok control yaitu penyuluhan dengan metode ceramah. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan uji statistik yang dipakai adalah uji Pair T-test dan Wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan ibu pada kelompok control, sedangkan pada kelompok perlakuan tidak berpengaruh. Tidak ada pengaruh pendampingan terhadap pemberian MP ASI. Kata kunci: MP-ASI; booklet resep; anak 6-24 bulan
Pembuatan Sagu Lempeng Dengan Substitusi Tepung Tulang Ikan Tuna (Thunnus albacores) Michran Marsaoly; Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.387 KB) | DOI: 10.33846/ghs5107

Abstract

Sagu adalah makanan pokok bagi warga Indonesia yang tinggal di sebagian besar wilayah Indonesia Timur. Mulai dari Maluku, Papua, bahkan Nusa Tenggara umumnya mengenal sagu dalam struktur menu makanan utama penduduk aslinya. Sagu sendiri sebenarnya berasal dari tepung yang didapat dari batang pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb.) yang bentuknya menyerupai pohon palma. Mengingat sagu lempeng merupakan makanan khas Maluku dimana nilai gizinya rendah karena hanya mengandung karbohidrat saja, sedangkan limbah hasil laut (tulang ikan Tuna) juga tinggi dengan kandungan kalsium yang tinggi, maka penulis tertarik untuk berinovasi produk baru yaitu sagu lempeng yang disubtitusi dengan tepung tulang ikan tuna. Dengan tujuan meningkatkan kandungan gizi dari sagu lempeng, dimana sagu lempeng merupakan salah satu makanan yang digemari penduduk lokal Maluku. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk sagu lempeng yang disubstitusi tepung tulang ikan tuna sebagai pangan tinggi kalsium. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Penelitian dilaksanakan pada Tiga lokasi yaitu, pembutan sagu lempeng dilakukan pada laboratorium Penyelenggaraan Makanan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Maluku, uji kandungan gizi dilakukan pada Laboratorium Badan Perindustrian Provinsi Maluku dan uji organoleptic dilakukan di desa Tulehu. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2018. Produk sagu lempeng dengan substitusi tepung tulang ikan tuna kurang disukai oleh panelis. Produk sagu lempeng dengan substitusi tepung tulang ikan tuna terbukti mempunyai kandungan gizi (kalsium, lemak, dan protein) yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sagu lempeng biasa tanpa substitusi dengan tepung tulang ikan tuna. Kata kunci: sagu lempeng; tulang ikan tuna
TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA SISWA PUTRI DI SMA NEGERI 1 KAIRATU Nilfar Ruaida; Michran Marsaoly
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.092 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.165

Abstract

Masalah gizi yang sering terjadi pada remaja putri adalah kurangnya asupan zat gizi yang akan menyebabkan gizi buruk, kurang energi kronis, kurang energi protein dan dapat terjadi anemia. Masalah tersebut akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya terdapat masalah penurunan konsentrasi belajar, pada WUS berisiko melahirkan bayi dengan berat badan bayi rendah (BBLR) maupun penurunan kesegaran jasmani. Di Indonesia banyak terjadi kasus kekurangan energi kronis terutama yang disebabkan karena adanya kurang asupan gizi seperti energi protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi dan protein dengan kejadian Kurang Energi Protein pada siswa putri SMA Negeri 1 Kairatu dilaksanakan minggu ke 2 bulan November 2016.pada 88 sampel yang dipilih dengan cara Accidental Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri/siswi SMA Negeri 1 Kairatu sebanyak 284 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lokasi penelitian melalui wawancara dengan pihak sekolah dilengkapi data-data penunjang. Pengukuran lingkar lengan atas siswa dengan menggunakan pita LILA dan wawancara konsumsi makan siswa menggunakan form recall selama 2 hari. Analisis data untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan Uji Chi Square untuk melihat hubungan KEK/tidak dengan asupan zat gizi (energi dan protein). Hasil penelitian didapatkan sebagian besar siswi menderita KEK (60,23%) dengan tingkat konsumsi Energi terbesar adalah Kurang (51,1%) dan tingkat konsumsi Protein terbesar adalah Cukup (44,3%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan KEK dengan tingkat konsumsi Energi dan tidak terdapat hubungan KEK dengan tingkat konsumsi Protein. Kata Kunci: Tingkat konsumsi energi, Protein, KEK
Uji Kandungan Rhodamin B Pada Jajanan Es Yang Dijual di Sekitar Sekolah Dasar Wilayah Desa Passo Octovina Soumokil; Michran Marsaoly
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7301

Abstract

Penggunaan zat pewarna yang tidak diizinkan masih marak dilakukan oleh produsen makanan. Masih banyak produsen makanan menggunakan bahan pewarna tekstil sebagai bahan pewarnanya. Penggunaan Rhodamin B pada makanan dalam waktu yang lama akan dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati maupun kanker, dan bila terpapar Rhodamin B dalam jumlah besar maka dalam waktu singkat akan terjadi gejala akut keracunan Rhodamin B. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya bahan tambahan pewarna Rhodamin B di dalam jajanan es yang dijual di sekitar SD wilayah Desa Passo. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan melakukan observasi pada minuman berwarna yang dicurigai mengandung rhodamin B dan dilanjutkan dengan melakukan analisis sampel dengan metode khromatografi Lapis Tipis di Laboratorium Kimia Dasar Universitas Pattimura. Sampel penelitian berasal dari jajanan es yang dijual di sekitar SD wilayah Desa Passo yang memenuhi kriteria inklusi: jajanan berwarna merah muda sampai keunguan, jajanan berupa es yang diberi pewarna.serta jajanan dibuat sendiri serta tidak memiliki lisensi dari BPOM. Sampel penelitian ini berupa es sirup merah dan ungu, es potong, es lilin ungu dan merah, es kelapa muda serta es pisang ijo. Hasil penelitian ditentukan berdasarkan perbandingan nilai Rf sampel dengan nilai Rf standar baku rhodamin B. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat kandungan rhodamin B pada semua sampel, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kandungan rhodamin B pada es sirup merah dan ungu, es potong, es lilin ungu dan merah, es kelapa muda serta es pisang ijo yang berasal dari penjual es di sekitar SD wilayah Desa Passo. Kata kunci: kandungan rhodamin B; jajanan es