Rahiman Dani
Pascasarjana Universitas Hazairin Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPOSISI KIYAI PESANTREN DALAM DINAMIKA POLITIK Rahiman Dani; Qolbi Khoiri
Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.785 KB) | DOI: 10.47783/literasiologi.v3i1.59

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan mengenai dinamika kiyai pesantren dalam hubungannya dengan politik kebangsaan dan mengulas mengenai reposisi peran kiyai dalam dinamika politik kebangsaan. Meskipun banyak analisa mengenai peran kiyai ini, namun faktanya pasang surut posisi kiyai pesantren semakin terlihat inkonsistensinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan keterlibatan kiyai secara praktis dalam politik sehingga berdampak pada eksistensi lembaga pendidikan pesantren yang dikelolanya. Hasil dari analisis penulis menggambarkan bahwa kiyai sudah saatnya untuk kembali pada peran sentralnya sebagai figure utama dalam pengelolaan pesantren, hal ini penting untuk dilakukan agar eksistensi pesantren di era modern tetap terjaga dan fokus pada reformulasi benteng pertahanan akhlak dan moral ummat yang kian mengkhawatirkan. Reformulasi yang penulis tawarkan adalah melalui internalisasi dan adaptasi peradaban modern bagi kiyai dan fokus pada pembenahan di lembaga pendidikannya, baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, maupun teknologi.
POLITIK PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL Rahiman Dani
Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.749 KB) | DOI: 10.47783/literasiologi.v3i1.60

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu media yang paling efektif untuk melahirkan generasi yang memiliki pandangan yang mampu menjadikan keragaman sebagai bagian yang harus diapresiasi secara konstruktif. Sebab, pendidikan bersifat sistemik dengan tingkat penyebaran yang cukup merata. Lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan telah tersebar secara luas di berbagai wilayah Indonesia. Pendidikan menjadi alat penting bagi perkembangan suatu bangsa, secara otomatis kualitas dari peserta didik mulai dari (kognisi, afeksi, hingga psikomotorik) tergantung pada pendidikan yang didapatkannya. Politik dan kekuasaan suatu negara memegang kunci keberhasilan pendidikan. Dalam konteks pembangunan demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia, peran politik eksekutif dan legislatif untuk memajukan pendidikan begitu besar. Ranah politik dan kekuasaan harus mampu mewujudkan sistem pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan peradaban bangsa ini.