Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL DAN PENDEKATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI REMAJA DI KELURAHAN TENGAH PADANG KOTA BENGKULU Qolbi Khoiri
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2018): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v4i2.3064

Abstract

The pattern of implementation Islamic Religious Education for Children in the Middle Village Bengkulu city of Padang is in the form of religious education teaching and guiding the implementation of religious orders, supervise the child's behavior and reprimand them when doing that are not good. In addition, the family attempt provide all the needs of the children like to send them to a religious school and meet the needs of the child. Significantly shows that Islamic religious education in the family was instrumental in shaping the behavior of children, but not fully be seen in reality. The result of this discussion also shows that there are still many parents who do not understand the urgency of religious education in the family, because the majority of the parents surrender completely moral education of children in educational institutions.
Dimensions Of Islamic Education In The Prevention Bullying ; Assessing In an Effort of Character Building for Children In School Qolbi Khoiri
Publikasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v8i2.5560

Abstract

Bullies assume that violence and intimidation are compatible to be applied as the problem solving to achive they wish. This encourages violence properties that will carry over into adulthood. Thus unwittingly making school or other educational institution as a training ground for potential thugs who would later become their profession adulthood. Widely accepted definition is that a state that the student is doing the bullying when a child repeatedly and at all times behave negatively to one or more other children. Here is a negative action when someone intentionally hurt or try to hurt, or make someone uncomfortable. The point is not directly implied in the definition of aggressive behavior. This can affect the character of the child to grow up, the character is moral and mental qualities that formation is influenced by congenital factors (natural) and environment (socialization or Education - nurture). Islam provides a potential explanation that has good character of human beings before birth, but this potential must be constantly nurtured through socialization and Islamic religious education in schools, while Islamic religious education should be done in a planned, systematic and measurable in order to prevent and deal with bullying behavior child.
REPOSISI KIYAI PESANTREN DALAM DINAMIKA POLITIK Rahiman Dani; Qolbi Khoiri
Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.785 KB) | DOI: 10.47783/literasiologi.v3i1.59

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan mengenai dinamika kiyai pesantren dalam hubungannya dengan politik kebangsaan dan mengulas mengenai reposisi peran kiyai dalam dinamika politik kebangsaan. Meskipun banyak analisa mengenai peran kiyai ini, namun faktanya pasang surut posisi kiyai pesantren semakin terlihat inkonsistensinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan keterlibatan kiyai secara praktis dalam politik sehingga berdampak pada eksistensi lembaga pendidikan pesantren yang dikelolanya. Hasil dari analisis penulis menggambarkan bahwa kiyai sudah saatnya untuk kembali pada peran sentralnya sebagai figure utama dalam pengelolaan pesantren, hal ini penting untuk dilakukan agar eksistensi pesantren di era modern tetap terjaga dan fokus pada reformulasi benteng pertahanan akhlak dan moral ummat yang kian mengkhawatirkan. Reformulasi yang penulis tawarkan adalah melalui internalisasi dan adaptasi peradaban modern bagi kiyai dan fokus pada pembenahan di lembaga pendidikannya, baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, maupun teknologi.
TEORI LAACTRACT DALAM PERSAHABATAN GENERASI MILLENIAL Qolbi Khoiri
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1997.577 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.516

Abstract

Fenomena kenakalan remaja dan hubungannya dengan perilaku menyimpang menjadikan peminat dan praktisi pendidikan terus berupaya mencari alternative solusi dari persoalan ini. Hal ini penting dilakukan mengingat gejala penyebarannya sangat mengkhawatirkan terlebih diera modernisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi serta infiltirasi budaya barat yang masuk hingga ke wilayah private, hingga akhirnya generasi millennia membentuk kelompok-kelompok atau geng tertentu yang sesuai dengan kenyamanan anak, pembentukan kelompok ini tidak selamanya menimbulkan dampak positif bagi perkembangan seseorang, tetapi sebagian besar adanya kelompok-kelompok tertentu itu mengakibatkan dampak negatif bagi seseorang. Tulisan ini mengeksplorasi persoalan tersebut guna menemukan alternative solusi atas masalah tersebut. Paradigma wahyu yang dipakai dalam tulisan ini adalah QS. QS.49:13. Kajian ini menawarkan gagasan teori Laactract yang bermakna bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa serta merta melepaskan diri dari fakta sosial dimana ia berada dan dengan siapa dia berhadapan secara sosial, yang diperlukan adalah mengatur emosi dan fikiran agar tetap selalu positif terhadap segala hal. Pengaturan emosi dan sikap dapat dilakukan dengan proses pendidikan yang konstruktif melalui komunikasi yang bersifat heterogen, dalam hal ini manusia berupaya merealisasikan, mencapai dan mewujudkan apa-apa yang diinginkan (impikan) dengan berpikir secara positif, pasti akan tercapai (dapatkan)”
TEORI LAACTRACT DALAM PERSAHABATAN GENERASI MILLENIAL Qolbi Khoiri
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1997.721 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.516

Abstract

Fenomena kenakalan remaja dan hubungannya dengan perilaku menyimpang menjadikan peminat dan praktisi pendidikan terus berupaya mencari alternative solusi dari persoalan ini. Hal ini penting dilakukan mengingat gejala penyebarannya sangat mengkhawatirkan terlebih diera modernisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi serta infiltirasi budaya barat yang masuk hingga ke wilayah private, hingga akhirnya generasi millennia membentuk kelompok-kelompok atau geng tertentu yang sesuai dengan kenyamanan anak, pembentukan kelompok ini tidak selamanya menimbulkan dampak positif bagi perkembangan seseorang, tetapi sebagian besar adanya kelompok-kelompok tertentu itu mengakibatkan dampak negatif bagi seseorang. Tulisan ini mengeksplorasi persoalan tersebut guna menemukan alternative solusi atas masalah tersebut. Paradigma wahyu yang dipakai dalam tulisan ini adalah QS. QS.49:13. Kajian ini menawarkan gagasan teori Laactract yang bermakna bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa serta merta melepaskan diri dari fakta sosial dimana ia berada dan dengan siapa dia berhadapan secara sosial, yang diperlukan adalah mengatur emosi dan fikiran agar tetap selalu positif terhadap segala hal. Pengaturan emosi dan sikap dapat dilakukan dengan proses pendidikan yang konstruktif melalui komunikasi yang bersifat heterogen, dalam hal ini manusia berupaya merealisasikan, mencapai dan mewujudkan apa-apa yang diinginkan (impikan) dengan berpikir secara positif, pasti akan tercapai (dapatkan)”