Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tantangan Perbankan Syariah dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Hani Tahliani
Madani Syari'ah Vol 3 No 2 (2020): Madani Syari'ah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.52 KB) | DOI: 10.51476/madanisyari'ah.v3i2.205

Abstract

Tulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk memaparkan tantangan Perbankan Syariah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literature, ensiklopedia, karangan ilmiah, karya ilmuah serta sumber-sumber lain baik dalam bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan dan berhubungan dengan objek kajian penelitian ini adalah berupa teks-teks atau tulisan-tulisan yang menggambarkan dan memaparkan tentang Tantangan Perbankan Syariah Dalam Menghadapi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara tantangan Perbankan Syariah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia Pertama, menyesuaikan pola bisnis dengan digitalisasi layanan bank, baik digitalisasi dalam penghimpunan dana maupun pembiayaan. Kedua, menekan/meminimalisasi pembayaran Non Performing Finanacing (NPF) agar tetap bisa survive di masa pandemi Covid-19. Ketiga, mencari alternatif market baru, minimal market yang tidak terdampak signifikan akibat pandemi Covid-19, seperti sektor usaha yang berkaitan dengan industri kesehatan, sehingga industri perbankan syariah tetap dapat bertahan di tengah serangan pandemi Covid-19.
Good Governance Di Lembaga Pengelola Zakat Hani Tahliani
Syar'ie : Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 2 No 2 (2019): Syar'ie
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.055 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi Good Governance di lembaga pengelola zakat. Metode analisisyang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pemodelan SecondOrder Confirmatory Factor Analysis (CFA) yang dilakukan dengan bantuan Sofwaresmart Partial Least Square (PLS). Dari hasil penelitian dengan menggunakan CFAmenemukan 4 faktor pembentukan Good Governance di lembaga pengelola zakatyang mampu mengukur Good Governance di lembaga zakat, Pertama, prinsiptransparency dengan 5 indikator yang valid dapat menjelaskan prinsip transparencysebesar 60,4%, Kedua, prinsip accountability dengan 5 indikator yang valid dapatmenjelaskan prinsip accountability sebesar 4,82%. Ketiga, prinsip responsibilitydengan 2 indikator yang valid dapat menjelaskan prinsip responsibility sebesar6,41%. Keempat, prinsip independency dengan 2 indikator yang valid dapatmenjelaskan prinsip independency sebesar 53,3%.
PERLUNYA REGULASI KHUSUS WAKAF SAHAM DALAM MENINGKATKAN INVESTOR WAKAF SAHAM DI INDONESIA Hani Tahliani
Syar'ie : Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 4 No 2 (2021): Syar'ie
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.652 KB) | DOI: 10.51476/syar'ie.v4i2.274

Abstract

Konsep dan praktik umum wakaf yang kerap didengar masyarakat, khususnya di Indonesia masih berupa aset tetap, terutama tanah dan bangunan, bahkan wakaf uang juga masih belum cukup familiar bagi masyarakat. Dalam perkembangannya objek-objek wakaf baru, muncul sebagai hasil ijtihad ulama berdasarkan motif memaksimalkan manfaat yang akan dirasakan oleh penerimanya. Di Indonesia, pengaturan terkait wakaf sesungguhnya sudah mempunyai basis regulasinya, yaitu Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Wakaf, namun belum diatur secara spesifik tentang wakaf saham. Wakaf saham merupakan salah satu bentuk pengembangan wakaf produktif, wakaf saham juga pengembangan dari wakaf uang yang lebih dahulu diimplementasikan. Wakaf saham yaitu pengolahan asset wakaf dengan menggunakan instrument pasar modal dari saham syariah dan merupakan peluang yang luar biasa dalam meningkatkan saham syariah di Indonesia, agar pengelolaan wakaf saham tetap terjaga dan objek wakaf dalam kondisi yang tetap nilainya, maka tulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong pengaturan prudential yang khusus bagi wakaf saham dan aturan tentang transaksi saham syariah yang diwakafkan untuk melegalkan pemanfatan saham syariah mengingat adanya risiko kinerja saham dan rentan dengan fluktuasi nilai pada saham.
Good Governance Di Lembaga Pengelola Zakat Hani Tahliani
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 2 No 2 (2019): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi Good Governance di lembaga pengelola zakat. Metode analisisyang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pemodelan SecondOrder Confirmatory Factor Analysis (CFA) yang dilakukan dengan bantuan Sofwaresmart Partial Least Square (PLS). Dari hasil penelitian dengan menggunakan CFAmenemukan 4 faktor pembentukan Good Governance di lembaga pengelola zakatyang mampu mengukur Good Governance di lembaga zakat, Pertama, prinsiptransparency dengan 5 indikator yang valid dapat menjelaskan prinsip transparencysebesar 60,4%, Kedua, prinsip accountability dengan 5 indikator yang valid dapatmenjelaskan prinsip accountability sebesar 4,82%. Ketiga, prinsip responsibilitydengan 2 indikator yang valid dapat menjelaskan prinsip responsibility sebesar6,41%. Keempat, prinsip independency dengan 2 indikator yang valid dapatmenjelaskan prinsip independency sebesar 53,3%.
PERLUNYA REGULASI KHUSUS WAKAF SAHAM DALAM MENINGKATKAN INVESTOR WAKAF SAHAM DI INDONESIA Hani Tahliani
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 4 No 2 (2021): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep dan praktik umum wakaf yang kerap didengar masyarakat, khususnya di Indonesia masih berupa aset tetap, terutama tanah dan bangunan, bahkan wakaf uang juga masih belum cukup familiar bagi masyarakat. Dalam perkembangannya objek-objek wakaf baru, muncul sebagai hasil ijtihad ulama berdasarkan motif memaksimalkan manfaat yang akan dirasakan oleh penerimanya. Di Indonesia, pengaturan terkait wakaf sesungguhnya sudah mempunyai basis regulasinya, yaitu Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Wakaf, namun belum diatur secara spesifik tentang wakaf saham. Wakaf saham merupakan salah satu bentuk pengembangan wakaf produktif, wakaf saham juga pengembangan dari wakaf uang yang lebih dahulu diimplementasikan. Wakaf saham yaitu pengolahan asset wakaf dengan menggunakan instrument pasar modal dari saham syariah dan merupakan peluang yang luar biasa dalam meningkatkan saham syariah di Indonesia, agar pengelolaan wakaf saham tetap terjaga dan objek wakaf dalam kondisi yang tetap nilainya, maka tulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong pengaturan prudential yang khusus bagi wakaf saham dan aturan tentang transaksi saham syariah yang diwakafkan untuk melegalkan pemanfatan saham syariah mengingat adanya risiko kinerja saham dan rentan dengan fluktuasi nilai pada saham.
SERTIFIKASI HALAL DAN IMPLIKASINYA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PERUSAHAAN Hani Tahliani; Rizal Renaldi
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 6 No 1 (2023): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v6i1.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi sertifikasi halal dan Implikasinya untuk meningkatkan daya saing Perusahaan di Indonesia. Isu halal telah menjadi tren global yang ditandai dengan hadirnya lembaga-lembaga sertifikasi halal diberbagai belahan dunia. Penelitian ini melalui studi diskriptif yaitu dengan meneliti berbagai informasi mengenai Sertifikasi Halal dan Implikasinya Untuk Meningkatkan Daya Saing Perusahaan dengan melalui peninjauan pustaka yang relevan dan pengamatan praktik pelaksanaan sistem jaminan halal di Indonesia. Data diperoleh melalui jurnal, buku, majalah, media elektronik, seperti website resmi LPPOM MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi produk halal memiliki implikasi positif untuk meningkatkan daya saing Perusahaan. Bagi konsumen sertifikasi halal memberikan perlindungan, jaminan, informasi kehalalan produk dan menjadi instrumen etika bisnis. Bagi para pelaku usaha, sertifikasi halal memberikan keuntungan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga omset penjualan otomatis akan semakin meningkat dengan kepercayaan konsumen yang baik, meningkatkan jangkauan pasar produk di masyarakat serta Produk Memiliki Unique Selling Point (USP) yang membuat produk menjadi lebih bernilai dimata konsumen dan tentunya meraih pasar pangan halal global.
KONSUMSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muh Anshori; Hani Tahliani; Rizal Renaldi
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 6 No 2 (2023): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v6i2.542

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengupas tentang dasar, prilaku, dan prinsip konsumsi menurut pandangan Islam. Aktivitas konsumsi merupakan kebutuhan bagi setiap orang yang memerlukan aturan agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dimana sumber data diambilkan dari buku, kitab hadits, dan lainnya. Seluruh data dideskripsikan dan dianalisis menjadi sebuah pembahasan yang sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Islam mengatur aktivitas konsumsi agar dilakukan dengan berlandaskan nilai-nilai spiritualisme, memanfaatkan nikmat dan karunia Allah Swt secara adil dan seimbang sesuai dengan prinsip syari'ah, menghilangkan perilaku berlebihan dan materialistik. Terdapat lima prinsip konsumsi dalam Islam yang harus diikuti oleh setiap muslim, yaitu: prinsip keadilan, kebersihan, kesederhanaan, kemurahan hati, dan moralitas.
Tantangan Perbankan Syariah dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Hani Tahliani
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 3 No 2 (2020): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk memaparkan tantangan Perbankan Syariah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literature, ensiklopedia, karangan ilmiah, karya ilmuah serta sumber-sumber lain baik dalam bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan dan berhubungan dengan objek kajian penelitian ini adalah berupa teks-teks atau tulisan-tulisan yang menggambarkan dan memaparkan tentang Tantangan Perbankan Syariah Dalam Menghadapi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara tantangan Perbankan Syariah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia Pertama, menyesuaikan pola bisnis dengan digitalisasi layanan bank, baik digitalisasi dalam penghimpunan dana maupun pembiayaan. Kedua, menekan/meminimalisasi pembayaran Non Performing Finanacing (NPF) agar tetap bisa survive di masa pandemi Covid-19. Ketiga, mencari alternatif market baru, minimal market yang tidak terdampak signifikan akibat pandemi Covid-19, seperti sektor usaha yang berkaitan dengan industri kesehatan, sehingga industri perbankan syariah tetap dapat bertahan di tengah serangan pandemi Covid-19.