p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sains Agro
Effi Yudiawati
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI MACAM MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) VARIETAS PERMATA PADA TANAH ULTISOL Effi Yudiawati; Eva Kurniawati
Jurnal Sains Agro Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.271 KB) | DOI: 10.36355/jsa.v4i1.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu : M0 (Tanpa pemberian MOL), M1 (MOL Buah-buahan), M2 (MOL Bonggol pisang), dan M3 (MOL Sayur-sayuran). Variabel yang diamati adalah Tinggi Tanaman, Diameter Batang, Jumlah Daun, Umur Berbunga, dan Umur Panen Pertama. Variabel penelitian dianalisis secara statistik dengan Analisis Ragam dan Apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai macam MOL berbeda nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (Helai), dan umur panen pertama (hari) serta tidak berbeda nyata terhadap diameter batang (cm), dan umur mulai berbunga (hari). Perlakuan M2 (Mol bonggol pisang) merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) pada tanah ultisol.Kata Kunci : Tanaman Tomat, MOL, Pertumbuhan dan Hasil           
RESPON KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) VARIETAS MURAI TERHADAP KOMBINASI PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK PADA TANAH ULTISOL Rendi Hermawan; Effi Yudiawati
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i1.505

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo, dengan ketinggian 101 meter diatas permukaan laut, dengan temperatur udara berkisar antara 25oC-31oC, dengan rata-rata curah hujan per bulan adalah 179 - 279 mm pada bulan basah dan 68 – 106 mm pada bulan kering dengan tanah jenis Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 Desember sampai dengan 28 Februari 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Kacang Hijau Varietas Murai terhadap pemberian kombinasi beberapa jenis pupuk pada tanah Ultisol dan untuk mengetahui kombinasi pemberian beberapa jenis pupuk yang terbaik terhadap tanaman kacang hijau varietas murai pada tanah Ultisol.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Adapun perlakuan sebagai berikut : P0 (Pupuk Dolomit 0 t/ha,Pupuk  KCL 0 kg/ha dan Fermentasi Urine Sapi 0 ml/l air), P1 (Pupuk Dolomit 2 t/ha, Pupuk KCL 25 kg/ha dan Fermentasi Urine Sapi 100 ml/l air), P2 (Pupuk Dolomit  4 t/ha, Pupuk KCL 50 kg/ha dan Fermentasi Urine Sapi 200 ml/l air), P3 (Pupuk Dolomit  6 t/ha, Pupuk KCl 75 kg/ha dan Fermentasi Urine Sapi 300 ml/l air) dan P4 (Pupuk Dolomit  8 t/ha, Pupuk KCl 100 kg/ha dan Pupuk Urine Sapi 400 ml/l air). Adapun parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang primer (cm), diameter batang pokok (cm), jumlah polong isi pertanaman (buah), jumlah biji pertanaman (biji) dan hasil biji kering per hektar (ton). Hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji duncan’s  multiple range test (DNMRT) taraf 5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa respon kacang hijau varietas murai terhadap variabel tinggi tanaman (cm) dan lingkar batang (cm) menunjukan respon yang sama sementara pada jumlah cabang primer (buah), jumlah polong isi per tanaman (buah), jumlah biji pertanaman (biji) dan hasil biji kering per hektar (ton) memberikan respon yang berbeda. Respon kacang hijau varietas murai pada perlakuan P1 (dolomit 2 t/ha + KCL 25 kg/ha + 100 ml/l air Fermentasi Urine sapi) merupakan perlakuan terbaik di tanah Ultisol.
EFEKTIFITAS INSEKTISIDA NABATI EKSTRAK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP LARVA Spodopterra exigua Hubner. (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE) DI LABORATORIUM Effi Yudiawati
Jurnal Sains Agro Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.673 KB) | DOI: 10.36355/jsa.v4i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas insektisida nabati ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap larva Spodoptera exigua Hubner. (Lepidoptera:Noctuidae) di Laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2019.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu P0 (Kontrol/tanpa pemberian ekstrak kulit buah jeruk nipis), P1 (Ekstrak kulit buah jeruk nipis konsentrasi 6%), P2 (Ekstrak kulit buah jeruk nipis konsentrasi 9%), P3 (Ekstrak kulit buah jeruk nipis konsentrasi 12% ), P4 (Ekstrak kulit buah jeruk nipis konsentrasi 15%), dan P5 (Ekstrak kulit buah jeruk nipis konsentrasi 18%). Variabel yang diamati adalah persentase mortalitas larva, persentase pupa yang terbentuk, dan persentase imago yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kulit buah jeruk nipis sebagai pestisida nabati berpengaruh nyata terhadap persentase mortalitas larva, persentase pupa yang terbentuk, dan persentase imago yang terbentuk. Perlakuan P5 dengan konsentrasi 18% merupakan perlakuan terbaik dengan mortalitas larva 70%, pupa terbentuk 30%, dan imago terbentuk 20%. Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kulit buah jeruk nipis, Spodoptera exigua, Pestisida nabati.
KARAKTERISTIK AGRONOMI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) REBUNG DI LAHAN MASAM Ego Saputra; Setiono Setiono; Effi Yudiawati
Jurnal Sains Agro Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.019 KB) | DOI: 10.36355/jsa.v4i1.242

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo Sungai Binjai KM 6 Kabupaten Bungo, dengan ketinggian ± 101 m dpl, dengan curah hujan 248,75 mm/bulan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga September 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agronomi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di lahan masam pada pemberian mikroorganisme lokal (MOL) rebung bambu dan mendapatkan kosentrasi MOL yang terbaik terhadap karakteristik agronomi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di lahan masam Kabupaten Bungo.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok yaitu : M0 (0 ml/liter air), M (10 ml/liter air), M2 (20 ml/liter air), M3 (30 ml/liter air) dan M4 (40 ml/liter air). Adapun parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah tangkai daun (batang), (cm), jumlah polong pertanaman (buah), berat polong kering pertanaman (g) dan hasil polong kering per hektar (ton). Hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji duncan’s  multiple range test (DNMRT) taraf 5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik agronomi tinggi tanaman, jumlah tangkai daun dan jumlah polong pertanaman, kacang tanah tidak ditentukan oleh pemberian MOL rebung bambu karena tidak berpengaruh nyata sedangkan berat polong kering pertanaman dan hasil polong kering perhektar kacang tanah di lahan masam dalam penelitian ini ditentukan oleh pemberian MOL rebung bambu karena berpengaruh nyata. Perlakuan MOL rebung bambu perlakuan M2 (20 ml/liter air) merupakan konsentrasi yang terbaik meningkatkan karakteristik agronomi kacang tanah di lahan masam  Kata Kunci : MOL rebung, kacang tanah, lahan masam
PENGARUH PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABE (Capsicum annum L) Harwadi Harwadi; Effi Yudiawati
Jurnal Sains Agro Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v6i2.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabe varietas TM 999. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu P0 : Tanpa PGPR sebagai kontrol, P1 :  konsentrasi 3,75 cc/ liter air, P2 : konsentrasi 7,50 cc/liter  air , P3 : konsentrasi 11,25 cc/ liter air  dan  P4 : konsentrasi 15,00 cc/ liter air. Parameter  yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buku cabang  (buah), umur berbunga (HST),  panjang buah  (cm), diameter buah (mm), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan hasil tanaman (ton/ha). Data yang diperoleh dari pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova), bila hasil analisis berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan News Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian konsentrasi PGPR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah buku cabang  (buah), umur berbunga (HST), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan hasil tanaman (ton/ha), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap  panjang buah  (cm) dan  diameter buah (mm), Konsentrasi PGPR 7,5 cc/liter air  memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan  dan hasil tanaman cabe varietas TM-999..
KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG (ODONATA) PADA AREAL PERSAWAHAN DI KECAMATAN TABIR DAN DI KECAMATAN PANGKALAN JAMBU KABUPATEN MERANGIN Effi Yudiawati; Lusi Oktavia
Jurnal Sains Agro Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v5i2.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan keanekaragaman jenis-jenis capung (odonata) di  kawasan sawah Kec. Pangkalan jambu dan Kec. Tabir  Kabupaten Merangin. Pengambilan sampel capung dilakukan di Kecamatan Pangkalan Jambu (Desa Bungo Tanjung dan Tanjung Mudo) dan Kecamatan Tabir (Desa Seling  dan Desa Kampung Baru) Kabupaten Merangin. Identifikasi capung dilakukan di Laboratorium Universitas Muara Bungo. Penelitian ini dimulai dari tanggal 03 Februari 2019 sampai dengan tanggal 30 April 2019.Penelitian ini berbentuk survei dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Random Sampling. Pada tiap kecamatan  dipilih dua desa sebagai tempat pengamatan. Pada tiap petak pertanaman ditentukan  petak sampel yang berukuran 5 x 5 m secara sistematis pada garis diagonal. Pengambilan sampel Capung di lapangan dilakukan sebanyak 6 kali dengan interval pengambilan sampel dua minggu sekali yang dilakukan dengan dua metode yaitu koleksi secara langsung yaitu menangkap dengan tangan setiap Capung  yang ditemukan pada petak sampel dan Metode jaring ayun. Adapun Variabel yang diamati adalah Identifikasi capung, Indeks Keanekaragaman,  Indeks Kemerataan Spesies dan Kekayaan Spesies.Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis-jenis capung (odonata) pada aeral persawahan di Kecamatan Pangkalan Jambu adalah 12 spesies dan 10 spesies di Kecamatan Tabir dengan rincian 8 spesies yang sama yaitu Crocodemis servilia, Orthetrum chrysis, Orthetrum testaceum, Orthetrum pruinosum, Orthetrum sabina, Diplacodes travilis, Agriocenemis femina, Agriocenemis pygmea, dan 6 spesies yang berbeda Pseudagrio pruinosum, Coriagrio colamineum, Orthetrum glaucum, Potamarcha congener, Libellago lineata dan Copera marginipes. Keanekaragaman jenis-jenis capung (odonata) yang ada di kawasan sawah Kecamatan Pangkalan jambu dan kecamatan Tabir Kabupaten Merangin berada pada tingkat sedang dengan indeks keanekaragaman sebesar 2,03 – 2,15, tingkat kemerataan yang stabil dengan indeks kemerataan 0,86-0,88 serta areal persawahan di kecamatan Pangkalan Jambu memiliki kekayan spesies yang lebih tinggi dibandingkan kawasan sawah kec. Tabir. Kata Kunci :Keanekaragaman, Spesies Capung, Areal Persawahan This study aimed to determine types and diversity of dragonflies species (odonata) in Pangkalan Jambu District and Tabir District Merangin Regency. The sampling of dragonflies was carried out in Pangkalan Jambu District (Bungo Tanjung Village and Tanjung Mudo village) and Tabir District (Sling Village and kampung baruh Village) Merangin Regency. Identification of dragonflies was carried out at the Muara Bungo University Laboratory. This study began from February, 3th to April, 30th 2019.This research takes the form of a survey and kind of the sampling method is Purposive Random Sampling. In each district two villages were chosen as observation sites. In each planting plot, a sample plot of 5 x 5 m was determined systematically on a diagonal line. Dragonfly sampling in the field was carried out as much as 6 times with biweekly sampling intervals which were carried out by two methods, namely direct collection, with catching by hand every dragonfly found in the sample plot and swinging method. The variables observed were dragonfly identification, diversity index, species evenness and species richness index.The results showed that the types of dragonflies (odonata) in rice fields in Pangkalan Jambu district were 12 species and 10 species in Tabir district with details of the same 8 species namely Crocodemis servilia, Orthetrum chrysis, Orthetrum testaceum, Orthetrum pruinosum, Orthetrum sabina, Diplacodes travilis, Agriocenemis femina, Agriocenemis pygmea, and 6 different species of Pseudagrio pruinosum, Coriagrio colamineum, Orthetrum glaucum, Potamarcha congener, Libellago lineata and Copera marginipes. The diversity of dragonfly species (odonata) in the paddy field of Pangkalan jambu district and Tabir district of Merangin Regency is at a moderate level with a diversity index of  2.03 - 2.15, a stable level of evenness with an evenness index of 0.86-0, 88 and rice fields in the Pangkalan Jambu district have higher species richness compared to the rice field area. Keywords: Diversity, Dragonflies, Rice Fields
EFEKTIVITAS DOSIS GLYPHOSAT TERHADAP PENGENDALIAN GULMA PADA KEBUN KELAPA SAWIT TBM 1 Doni Iskandar; Effi Yudiawati
Jurnal Sains Agro Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v7i1.775

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit yang terletak di Dusun Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo. Dilaksanakan selama satu bulan yang dimulai pada tanggal 01 April sampai dengan 30 Juli 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas glyphosat terhadap pengendalian gulma pada kebun kelapa sawit Tbm 1. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu G0: Tanpa Perlakuan, G1: 1,5 cc/liter air, G2: 3 cc/liter air, G3: 4,5 cc/liter air dan G4: 6 cc/liter air. Hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Statistik Analisis Ragam (Anova), apa bila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Tes’t (DNMRT) pada taraf 5 %. Parameter yang diamati adalah nisbah jumah dominasi sebelum perlakuan total biomassa gulma teki (g), total biomassa clidemedia  hirta (g), total biomassa gulma pakis lunak (g), biomassa gulma krinyuh (g), dan tingkat keracunan gulma (g). Hasil analisis menunjukan perlakuan berpengaruh nyata terhadap total biomassa gulma teki (g), total biomassa clidemedia  hirta (g), total biomassa gulma pakis lunak (g), biomassa gulma krinyuh (g), dan tingkat keracunan gulma (g). Dari hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian dosis glyphosat 3 cc/liter air (G2).
KEANEKARAGAMAN JENIS COCCINELLADAE PADA AREAL PERSAWAHAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN TABIR DAN DI KECAMATAN PANGKALAN JAMBU KABUPATEN MERANGIN Effi Yudiawati; Siska Pertiwi
Jurnal Sains Agro Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.614 KB) | DOI: 10.36355/jsa.v5i1.316

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang jenis dan keanekaragaman Coccinellidae predator pada ekosistem pertanaman padi sawah di Kecamatan Tabir dan Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin. Penelitian dimulai dari tanggal 03 Januari 2018 sampai dengan tanggal 31 Maret 2018. Penelitian ini berbentuk survei dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel coccinelladae di lapangan dilakukan sebanyak 6 kali dengan interval pengambilan sampel dua minggu sekali yang dilakukan dengan dua metode yaitu koleksi secara langsung yaitu menangkap dengan tangan setiap coccinelladae yang ditemukan pada petak sampel dan Metode jaring ayun. Adapun Variabel yang diamati adalah Identifikasi coccinelladae, dan data Indeks Keanekaragaman,  Indeks Kemerataan Spesies dan Kekayaan Spesies dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa Total spesies Coccinellidae yang ditemukan pada areal persawahan di Kecamatan Tabir dan di Kecamatan Pangkalan Jambu adalah 5 spesies, yaitu Menochilus sexmaculatus, Verenia lineta, Harmonia octomucolata, Epilachna dan Coccinella repanda. Kriteria keanekaragaman Coccinellidae pada areal persawahan di Kecamatan Tabir dan di Kecamatan Pangkalan Jambu adalah sama yaitu keanekaragaman pada tingkat sedang dengan indeks keanekaragaman sebesar 1,35 – 1,37. Serta Indeks kemerataan spesies Coccinellidae pada areal persawahan di Kecamatan Pangkalan Jambu lebih stabil dari areal persawahan di Kecamatan Tabir dan kekayaan spesies Coccinellidae pada areal persawahan di Kecamatan Tabir lebih tinggi dari areal persawahan di Kecamatan Pangkalan Jambu. Kata Kunci : Keanekaragaman, Coccinellidae, Predator.
EFEK MUTASI IRADIASI GAMMA TERHADAP HASIL UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) Gusni Yelni; Musliar Kasim; P.K. Dewi Hayati; Zulfadly Syarif; Effi Yudiawati; Widia Hikmah
Jurnal Sains Agro Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v8i1.1002

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2022 sampai dengan bulan Juli tahun 2022 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muaro Bungo Sungai Binjai, yaitu pada ketinggian 110 di atas permukaan laut, dengan curah hujan rata-rata 205,5 mm/bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyinaran iradiasi gamma dengan dosis yang berbeda terhadap hasil tanaman bawang putih(Allium sativum L.). Percobaan ini menggunakan metode eksperimen tanpa rancangan dengan melakukan pengamatan secara single plant, dosis yang di gunakan yaitu : 0 gray, 3 gray, 6 gray, 9 gray, 12 gray dan 15 gray. Hasil pengamatan di analisis dengan uji t tidak berpasangan dua arah kemudian di analisis dengan sidik ragam untuk membandingkan penampilan mutan bawang putih dengan kontrol. Parameter yang di amati yaitu : umur tanaman saat panen, diameter umbi (cm), berat basah umbi (g), jumlah siung per umbi, berat umbi kering angin, bentuk umbi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan iradiasi sinar gamma berpengaruh nyata terhadap umur tanaman saat panen, diameter umbi (cm), berat basah umbi (g), jumlah siung per umbi, berat umbi kering angin, bentuk umbi