Nur Gaib Karepesina
Universitas Pattimura, Ambon - Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT LEARNING) PADA KONSEP STRUKTUR ATOM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MAN 1 AMBON Nur Gaib Karepesina
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 10 No 1 (2020): Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol10iss1pp53-62

Abstract

Model pembelajaran langsung adalah salah satu model pembelajaran model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif. Model pembelajaran langsung digunakan pada konsep struktur atom untuk melihat apakah penerapannya dapat meningkatkan penguasaan hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Ambon. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2015, dengan menggunakan tipe penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa mencapai 45,8 % dan dikategorikan cukup pada pertemuan I dan 100% pada pertemuan II dengan kategori sangat baik. Selain itu, kemampuan afektif dan psikomotor siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran langsung dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Application of Problem-Based Learning (PBL) on Hydrocarbon Compound Lesson to Increase Student Learning Outcomes Nur Gaib Karepesina; Julita B. Manuhutu
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i1.6961

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of 11th grade Science 4 state senior high school (SMAN) 3 Ambon on the subject material of hydrocarbon compounds by using the Problem-Based Learning model. This research was conducted with 37 11th-grade Science 4 students as the research sample. The data was collected by tests, observation sheets, and worksheets. Data were analyzed descriptively by percentage and n-gain with categories. The results of the research showed that the student’s learning outcomes were achieved with different qualifications. There are 2 students (5.41%) who had very good qualifications, 27 students (72.97%) were in good qualifications, 5 students (13.51%) are in fair qualifications, and 3 students (8.11%) are in poor qualifications/failed. N-gain achievement of 28 (75.68%) students was in the high category and 9 (24. 32%) students were in the medium category. The results of the analysis of the average normalized gain score for all students are 0.77 which is in the high category. Therefore, the Problem-Based Learning (PBL) model can improve student learning outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN) BERBANTUAN MEDIA PhET TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI IKATAN KIMIA KELAS X MAN 1 AMBON Shea Annisa Leaongso; Yeslia Utubira; Nur Gaib Karepesina
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 12 No 2 (2022): MJoCE
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol12iss2pp136-145

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui hasil belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) berbantuan media PhET pada materi ikatan kimia dan mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik pada materi ikatan kimia menggunakan model pembelajaran POE berbantuan media PhET dan model pembelajaran konvensial. Sampel yang digunakan adalah Kelas X MIA 1 dan Kelas X MIA 2. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tipe penelitian non-equivalent post-test only control group design. Pengambilan data menggunakan instrument tes dan non tes. Teknik analisa data menggunakan analisis prestasi belajar dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil belajar peserta didik pada tes akhir di kelas eksperimen yakni 33% pada kualifikasi sangat baik, 42% pada kualifikasi baik dan 17% pada kualifikasi cukup, hasil uji normalitas dan uji homogenitas tes akhir pada penelitian ini menunjukan data berasal dari sampel yang terdistribusi normal dan mempunyai varians yang homogen. Oleh sebab itu data memenuhi syarat untuk dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh nilai sig.(2-tailed) adalah 0.018 sehingga dapat dikatakan bahwa data kurang dari 0.05 menolak hipotesis H0 dan menerima hipotesis H1. Dengan demikian penerapan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) berbantuan media PhET terhadap hasil belajar peserta didik materi ikatan kimia kelas X MAN 1 Ambon sangat baik dan terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik pada materi ikatan kimia menggunakan model pembelajaran POE berbantuan media PhET dan model pembelajaran konvensial
PENGEMBANGAN PRAKTIKUM SAINS BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL MELALUI PEMBUATAN PRODUK PANGAN RUMPUT LAUT Karepesina, Nur Gaib; Habiddin, Habiddin
Journal of Chemistry Education and Integration Vol 4, No 1 (2025): Journal of Chemistry Education and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jcei.v4i1.35393

Abstract

Environmental based learning aims to improve students' cognitive abilities and skills. Local excellence-based on science practicums are able to apply their knowledge, to find ideas, and implement it to motivate students to study hard. Where the learning resources concrete and more contextual through the manufacture of seaweed food products starting from analysis, design, development, and implementation (sampling and preparation, sample processing, product assessment) have resulted in a deep student understanding of the material. Students have creative abilities (14.8%), taste (13.5%), aroma (13.8%), appearance (14.5%), texture (13.5%), nutritional diversity (14.2%), and hygiene (15.7%), with an average level of understanding and skill of students in each group of 88.3%. Based on the practicum of making seaweed food products, students will become more creative, innovative, skilled, and improve their cognitive abilities.