Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Muhammadiyah Journal of Geriatric

Neurological Effect and Clinical Manifestations of COVID-19 in Elderly Population Ranita Rusydina Daroh; Dede Renovaldi
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 1, No 2 (2020): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.62 KB) | DOI: 10.24853/mujg.1.2.58-67

Abstract

Background: Currently there is a new world health crisis which is urgent due to the spread of severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), a novel coronavirus. The elderly can be presented as a group of patients at high risk for developing covid-19 with progressive and rapid clinical deterioration including neurological manifestations. Many reports have emerged showing that SARS-CoV-2 infection has an impact on neurological function, and even causes serious neurological damage. Purposes: to investigate the possible correlation between aging process to the severity of neurological deterioration experienced in COVID-19 infection specifically by elderly people. Methods: literature searching was conducted through PubMed, MedLine and Embase. Results: Regardless of age, the infection of SARS-CoV-2 to both central and peripheral nervous system could lead into a range of neurological deteriorations, in which also ranging in forms and severity. Conclusion: In elderly patients, despite of comorbidities, the natural degeneration process is likely being a risk factor of more severe neurological symptoms of Covid-19 infection.
Analisis Hubungan Komposisi Tubuh dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Status Fungsional Pada Lansia Ramadhanti, Syifa Aulia; Renovaldi, Dede
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol. 4 No. 2 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.2.189-198

Abstract

Latar Belakang: Lansia (lanjut usia) didefinisikan sebagai seseorang yang berusia diatas 65 tahun. Perubahan komposisi tubuh yang terdiri dari massa lemak dan massa tanpa lemak serta indeks massa tubuh umum terjadi pada lansia. Terjadinya perubahan pada massa otot serta lemak akibat proses penuaan dikaitkan dengan terjadinya perubahan status fungsional atau tingkat kemandirian pada lansia. Tujuan: Diketahuinya hubungan komposisi tubuh dan indeks massa tubuh terhadap status fungsional lansia. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik observasional melalui pendekatan cross-sectional menggunakan data primer pada lansia. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen timbangan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) untuk komposisi tubuh serta kuesioner indeks Barthel untuk status fungsional. Hasil: Dari hasil analisis, didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara komposisi tubuh yang terdiri dari persentase massa lemak serta massa otot rangka terhadap status fungsional dengan p<0,05 (0,045 & 0,024). Sedangkan, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh terhadap status fungsional lansia (p>0,05). Simpulan: Komposisi tubuh lansia yang terdiri dari persentase massa lemak total dan otot rangka memiliki hubungan signifikan terhadap status fungsional. Jika terdapat peningkatan persentase massa lemak, maka status fungsional lansia akan menurun dan sebaliknya. Serta apabila persentase massa otot rangka mengalami peningkatan, maka status fungsional lansia akan mengalami peningkatan dan sebaliknya. Indeks massa tubuh tidak mempengaruhi status fungsional lansia.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kualitas Tidur terhadap Irama Sirkadian pada Lansia di Panti Sosial Chintami, Alvita Shabilla; Renovaldi, Dede; Putra, Muhamad Dwi
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.35-43

Abstract

Latar Belakang: Pertambahan usia seseorang seiring dengan penurunan fungsi fisiologis tubuh dapat menyebabkan perubahan pada kualitas tidur. Jam tidur yang singkat dengan rata-rata 7 jam per hari dapat menyebabkan terjadinya kekurangan hormon leptin, kelebihan hormon ghrelin, dan kelebihan indeks massa tubuh (IMT). Pada lansia, keluhan gangguan tidur dan penurunan kualitas tidur diasumsikan mempengaruhi jam biologis tubuh atau irama sirkadian. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara IMT dan kualitas tidur dengan irama sirkadian pada lansia di Panti Sosial. Metode: Studi ini adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian menggunakan antropometri (IMT), kuesioner PSQI (kualitas tidur) dan MEQ untuk mengevaluasi irama sirkadian. Analisis korelasi dilakukan menggunakan chi-square test dengan derajat kemaknaan 5%. Hasil: Sebanyak 60 responden didapatkan hasil mayoritas mempunyai kualitas tidur yang baik dan kategori irama sirkadian yaitu Morning type dengan IMT yang normal. Analisis korelasi chi square didapatkan nilai p-value 0,05 pada hubungan kualitas tidur dengan irama sirkadian, sementara p-value 0,05 didapatkan dari hubungan usia, jenis kelamin, dan IMT dengan irama sirkadian. Simpulan: Kualitas tidur yang baik pada lansia cenderung dimiliki oleh lansia dengan irama sirkadian morning type dengan hubungan yang secara statistik bermakna. Namun, IMT tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap irama sirkadian pada lansia di panti sosial.
Karakteristik Klinis dan Skor Ankle Brachial Index (ABI) Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta Selatan Renovaldi, Dede; Afrijiyah, Raudatul Sifa
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 3, No 1 (2022): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.3.1.9-16

Abstract

Latar belakang: Lansia adalah seseorang yang sudah memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia rentan mengalami beberapa masalah kesehatan vaskular seperti, hipertensi, stroke, diabetes melitus dan jantung koroner yang terpengaruh oleh keterlambatan regeneratif yaitu fisik, kognitif bahkan emosional. Salah satu metode untuk mendeteksi gangguan ini adalah Ankle Brachial Index (ABI). Ankle Brachial Index (ABI) adalah metode yang direkomendasikan untuk diagnosis penyakit arteri perifer (PAP), yakni penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah pada ekstremitas yang biasanya disebabkan oleh aterosklerosis. Tujuan: Penelitian. Diketahuinya karakteristik klinis dan skor Ankle Brachial Index (ABI) pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik klinis dengan skor ABI pada lansia dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh (IMT) dan riwayat komorbid terhadap skor ABI pada lansia dengan nilai p pada IMT (p=0.002) dan nilai p pada riwayat komorbid (p=0.000). namun tidak terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, dan riwayat merokok dengan skor Ankle Brachial Index (ABI) pada lansia dengan nilai (p= 0,05). Simpulan: Mayoritas lansia di Panti Sosial Tresna Budi Mulia 3 memiliki skor Ankle Brachial Index (ABI) yang normal. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, dan riwayat merokok dengan skor Ankle Brachial Index (ABI), namun terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh (IMT) dan riwayat komorbid terhadap skor ABI.