Nuryadi Nuryadi
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penentuan Jadwal Tanam Padi Berdasarkan Skenario Representative Concentration Pathways (RCP) 4.5 periode 2021-2040 Aditya Mulya; Novia Dewi Ismawardani; Mulyono Rahadi Prabowo; Nuryadi Nuryadi; Munawar Munawar
Jurnal Ilmiah Matematika Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/konvergensi.v0i0.22160

Abstract

Bali merupakan daerah beriklim tropis yang juga rentan terhadap dampak perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan kemarau panjang sehingga banyak sawah di Provinsi Bali mengalami kekurangan air dan gagal panen. Upaya adaptasi dan mitigasi jangka panjang terhadap perubahan iklim diperlukan untuk mencegah dampak negatif tersebut. Salah satu upaya pencegahan dengan membuat informasi mengenai ketersediaan air tanah bagi tanaman serta memberikan gambaran jadwal tanam yang sesuai dengan kondisi iklim di masa yang akan datang. Representative Concentration Pathways (RCP) 4.5 merupakan skenario yang menggambarkan perubahan iklim di masa mendatang. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perubahan jadwal tanam padi Provinsi Bali berdasarkan skenario RCP 4.5 dengan model MIROC 5. Data model yang digunakan berisi data parameter suhu udara dan curah hujan periode 2006-2040. Data observasi yang digunakan adalah data curah hujan dan suhu udara periode 1991-2010 serta data ketinggian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah Bali bagian tengah, pada periode proyeksi 2021-2030 terjadi peningkatan ketersediaan air tanah sehingga jadwal tanam dimulai lebih awal dari periode 1991-2010 yaitu dari Oktober menjadi September. Sedangkan pada periode proyeksi 2031-2040, tingkat ketersediaan air tanah hampir sama dengan periode 1991-2010, sehingga jadwal tanam pertama kembali dimulai pada bulan Oktober
ANALISIS RAWAN KEKERINGAN LAHAN PADI KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR Nuryadi Nuryadi; Suci Agustiarini
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.516 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i2.56

Abstract

In general, the definition of drought is the availability of water that is less than the need for water for the necessities of life, agriculture, economic activity, and environment. Associated with food production, agricultural drought is very influential on cultivation activities on food production in a region. Groundwater availability is essential to determine the level of drought-prone rice fields in Banyuwangi District. The data used are monthly rainfall period 1981-2010 from 32 rain post and BKMG station in Banyuwangi Regency. Drought level analysis using available groundwater weighting and Oldeman climate type on each rain post. Banyuwangi Regency based on Oldeman climate classification is divided into 9 climate types ranging from wet climate (B1) to dry (D and E). In February, March, and April the availability of ground water is higher than in other months, whereas August, September and October have the lowest groundwater availability. The western part of Banyuwangi has more water available than the eastern part. The degree of dryness of paddy land varies temporally and spatially from very vulnerable to safe. The dry and prone levels of peak rice dryness occur in September and October with the widest coverage of the area. Most of the areas experiencing safe levels for paddy fields are in January, February, March and April.
Penentuan Jadwal Tanam Padi Berdasarkan Skenario Representative Concentration Pathways (RCP) 4.5 periode 2021-2040 Aditya Mulya; Novia Dewi Ismawardani; Mulyono Rahadi Prabowo; Nuryadi Nuryadi; Munawar Munawar
Jurnal Ilmiah Matematika Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/konvergensi.v0i0.22160

Abstract

Bali merupakan daerah beriklim tropis yang juga rentan terhadap dampak perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan kemarau panjang sehingga banyak sawah di Provinsi Bali mengalami kekurangan air dan gagal panen. Upaya adaptasi dan mitigasi jangka panjang terhadap perubahan iklim diperlukan untuk mencegah dampak negatif tersebut. Salah satu upaya pencegahan dengan membuat informasi mengenai ketersediaan air tanah bagi tanaman serta memberikan gambaran jadwal tanam yang sesuai dengan kondisi iklim di masa yang akan datang. Representative Concentration Pathways (RCP) 4.5 merupakan skenario yang menggambarkan perubahan iklim di masa mendatang. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perubahan jadwal tanam padi Provinsi Bali berdasarkan skenario RCP 4.5 dengan model MIROC 5. Data model yang digunakan berisi data parameter suhu udara dan curah hujan periode 2006-2040. Data observasi yang digunakan adalah data curah hujan dan suhu udara periode 1991-2010 serta data ketinggian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah Bali bagian tengah, pada periode proyeksi 2021-2030 terjadi peningkatan ketersediaan air tanah sehingga jadwal tanam dimulai lebih awal dari periode 1991-2010 yaitu dari Oktober menjadi September. Sedangkan pada periode proyeksi 2031-2040, tingkat ketersediaan air tanah hampir sama dengan periode 1991-2010, sehingga jadwal tanam pertama kembali dimulai pada bulan Oktober