Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ABDIMAS SILIWANGI

PELATIHAN PROSES PRODUKSI PRINTING KEPADA SISWA SMK GRAFIKA KAHURIPAN 2 JAKARTA Arif Rahman; Surya Perdana
Abdimas Siliwangi Vol 3, No 1: Januari, 2020
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v3i1p%p.3392

Abstract

ABSTRAKIndustri grafika/percetakan di Indonesia sampai saat ini masih belum mampu menyetarakan diri dengan standar mutu industri grafika internasional, khususnya Asia dan Australia. Salah satu penyebabnya adalah karena masih belum terpenuhinya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Perubahan teknologi grafika terutama di pracetak sangat revolusioner. Dengan berkembangnya bisnis percetakan sehingga dibutuhkan juga tenaga kerja yang siap untuk kerja di perusahaan tersebut. Hal ini menjadi tantangan khususnya buat SMK Grafika dimana di sekolah ini yang bertugas menyiapkan lulusan-lusan siap kerja di industri printing. Kegiatan pelatihan proses produksi printing ini dilaksanakan di SMK Grafika Kahuripan 2 Jakarta. Kegiatan abdimas ini dilakukan dengan metode penyuluhan, diskusi, dan juga tanya jawab oleh siswa-siswi. Hasil pelatihan proses produksi printing bagi siswa SMK Grafika Kahuripan 2 Jakarta menunjukkan kategori baik dengan skor rata-rata post test yaitu sebesar 71,2. Hal ini juga dapat dilihat dari semangat para siswa pada saat pemberian materi yang diberikan oleh team abdimas. Dengan pelatihan ini siswa-siswi SMK Grafika Kahuripan 2 dapat lebih memahami proses produksi printing, dengan materi-materi yang dilengkapi dengan foto-foto dan tambahan penjelasan kendala-kendala proses cetak, serta penjelasan persiapan memasuki dunia kerja sehingga para siswa lebih percaya diri  setelah lulus nantinya.Kata Kunci: Proses Produksi Printing, Industri Grafika, Digital Print ABSTRACTThe graphic/printing industry in Indonesia until now has not been able to equate itself with the quality standards of the international graphics industry, especially Asia and Australia. One reason is that there are still not yet fulfilled competent human resources (HR). Changes in graphics technology, especially in preprints are very revolutionary. With the development of the printing business, we also need workers who are ready to work at the company. This is a challenge especially for Graphic Vocational Schools where the school is in charge of preparing graduates ready to work in the printing industry. This printing production process training activity was held at the Grafika Kahuripan 2 Vocational School in Jakarta. This community service activity is carried out using counseling, discussion, and question and answer methods by students. The results of the training of the printing production process for students of Grafika Kahuripan 2 Jakarta Vocational School show a good category with an average post-test score of 71.2. This can also be seen from the enthusiasm of the students at the time the material was given by the Abdimas team. With this training, the students of Grafica Kahuripan 2 Vocational School can better understand the printing production process, with materials that are equipped with photographs and additional explanation of the constraints of the printing process, as well as an explanation of preparation for entering the workforce so that students are more confident after graduating later.Keywords: Printing Production Process, Graphic Industry, Digital Print
PENGENALAN KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAAN PADA ORGANISASI KARANG TARUNA DI DESA SUKAMANIS KECAMATAN KADUDAMPIT KABUPATEN SUKABUMI Surya Perdana; Arif Rahman
Abdimas Siliwangi Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.882 KB) | DOI: 10.22460/as.v2i2p41-48.2422

Abstract

ABSTRAKKegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepemimpinan dan pelatihan mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha ekonomi produktif kepada pemuda Karang Taruna Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pertama dengan observasi langsung yaitu: pengabdi langsung datang ke lokasi pengabdiaan untuk memperoleh data. Hal ini kami lakukan pada saat menjelang maupun saat kegiatan berlangsung. Observasi berguna untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan yang diperlukan oleh Karang Taruna terutama untuk peningkatan sikap leadership dan juga kewirausahaan bagi para anggota Karang Taruna. Observasi sangat penting untuk mewujudkan kesuksesan kegiatan pengabdiaan masyarakat itu sendiri. Metode kedua adalah melakukan pelatihan mengenai kepemimpinan dan juga kewirausahaan, memberikan cara-cara untuk membentuk sikap kepemimpinan yang baik, memberikan tips untuk menjadi seoarang wirausahaan yang sukses. Hasil dari kegiatan pelatihan kepemimpinan dalam kewirausahaan ini sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pemuda Karang Taruna, ditambah dengan dukungan dari Kepala Desa Sukamanis sehingga para pemuda Karang Taruna sangat antusias dalam mengikuti pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan.ABSTRACTThis activity aims to provide leadership training and training on community empowerment through the development of productive economic enterprises for youth youth in Sukamanis Village, Kadudampit District, Sukabumi Regency. The method used in community service is first by direct observation, namely: servants directly come to the service location to obtain data. We did this before and during the activity. Observation is useful to find out the conditions and needs needed by  youth, especially for improving leadership and entrepreneurial attitudes for members of youth organizations. Observation is very important to realize the success of community service activities themselves. The second method is conducting training on leadership and entrepreneurship, providing ways to shape good leadership attitudes, giving tips for becoming a successful entrepreneur. The results of leadership training activities in entrepreneurship are very useful because they can add insight and knowledge to youth youth organizations, coupled with the support of the Village Head Sukamanis in providing support so that youth youth are very enthusiastic in participating in leadership and entrepreneurship training.
PELATIHAN SMK3 KEPADA SISWA SMKS MUHAMMADIYAH CILEGON DAN SMK AL-INSAN CILEGON UNTUK MENAMBAH WAWASAN DAN MEMBANTU MENJADIKAN SISWA YANG SIAP KERJA Arif Rahman; Surya Perdana
Abdimas Siliwangi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.902 KB) | DOI: 10.22460/as.v2i1p1-10.2045

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) untuk menambah wawasan sebelum masuk ke dunia kerja. Target luaran kegiatan ini adalah menghasilkan modul Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan juga daftar Alat Pelindung Diri yang sering digunakan di dunia kerja. Metode yang dilakukan dalam pelaksaan abdimas dibagi menjadi dua tahapan, pada tahap pertama dilakukan observasi langsung, yaitu: tim abdimas datang ke lokasi langsung dalam rangka memperoleh data. Hal ini dilakukan pada saat menjelang maupun pada saat kegiatan berlangsung. Tahap kedua. Penyuluhan, yaitu: tim pengabdi mengajarkan dan menerangkan secara langsung perihal materi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) kepada peserta didik guna mendapatkan tambahan wawasan sebelum memasuki ke dunia kerja. Pengajaran dilakukan 3 kali tatap muka agar peserta didik di SMKS Muhammadiyah Cilegon dan SMK Al-Insan Cilegon menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja.