Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMERIKSAAN LEPTOSPIROSIS SECARA LABORATORIS (HASIL PELATIHAN DI BALAI PENELITIAN VETEREINER BOGOR) Dewi Marbawati; Hari Ismanto
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 6 Nomor 1 Juni 2010
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.891 KB) | DOI: 10.22435/blb.v6i1.1307

Abstract

Pelatihan pemeriksaan leptospirosis dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan laboratoriurn bakteriologi yang ada di Loka litbang P2B2 Banjarnegara agar memiliki kemampuan melakukan pemeriksaan Leptospirosis. Beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan ini diantaranya teori umum Leptospirosis dan pemeriksaan Leptospirosis secara laboratoris dengan metode MAT (Microscopic Aglutination Test). Pelatihan ini dilaksanakan mengingat bidang penelitian di Loka Litbang P2B2 Banjarnegara yang lebih fokus ke bidang penyakit bersumber rodensia, bahkan 3 tahun terakhir ini telah melakukan penelitian mengenai Leptospirosis.
TEKNIK ISOLASI - IDENTIFIKASI Yersinia pestis SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT PES (HASIL PELATIHAN DI BALAI BESAR VETERINER BOGOR) Dewi Marbawati; Hari Ismanto
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 6 Nomor 2 Des (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.032 KB) | DOI: 10.22435/blb.v6i2.1319

Abstract

Teknik isolasi dan identifikasi Y. pestis mempunyai prinsip- prinsip umum pertumbuhan yaitu terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pengkayaan, seleksi pada media agar dan uji biokimia. Tahap pengkayaan dilakukan dengan cara menimbang sebanyak 10-25 gram spesimen kemudian dimasukkan dalam blender atau plastik steril dan ditambah 90-225 ml media pengkayaan (dapat menggunakan Buffered Peptone Water (BPW), Brain Heart Infusion (BHI) atau menggunakan Nutrient Broth). Setelah itu dibuat suspensi spesimen 10%, kemudian dilakukan homogenisasi selama ± 2 menit dan diinkubasikan pada suhu 37 derajat Celcius selama 24 jam.
DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN TERHADAP VEKTOR PENYAKIT Hari Ismanto
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 6 Nomor 2 Des (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.53 KB) | DOI: 10.22435/blb.v6i2.1323

Abstract

Berbagai perubahan lingkungan ternyata telah banyak menimbulkan berbagai masalah kesehatan, diantaranya penyebaran berbagai penyakit yang ditularkan oleh binatang khususnya serangga seperti nyamuk, lalat, dan kecoa antara lain penyakit Kaki Gajah (Filariasis), Demam Berdarah Dengue, Malaria, dan lain-lain. Bahkan pada kondisi tertentu, perubahan lingkungan ini juga telah berpengaruh terhadap peningkatan populasi dan perilaku vektor penyakit, di mana hal ini akan semakin meningkatkan resiko terjadinya penyebaran penyakit.
IDENTIFIKASI TIKUS (HASIL PELATIHAN DI LABORATORIUM MAMALIA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA, JAKARTA) Dewi Marbawati; Hari Ismanto
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 7 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.467 KB) | DOI: 10.22435/blb.v7i2.1332

Abstract

Pelatihan identifikasi tikus dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di Instalasi Rodentologi Loka litbang P2B2 Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan tujuan supaya peserta dapat melakukan identifikasi tikus secara baik dan benar. Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 23 – 27 Agustus 2010, di Laboratorium Mamalia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertempat di Cibinong Bogor. Pelatihan dipandu oleh Ir. Maharadatun Kamsi, M.Sc, dan Drs. A. Suyanto, M.Sc dibantu oleh beberapa orang stafnya. Beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan ini diantaranya mengenai taksonomi, habitat dan perilaku, teknik dasar identifikasi serta pengawetan tikus.
PENGAWETAN TIKUS (HASIL PELATIHAN DI LABORATORIUM MAMALIA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA, JAKARTA) Dewi Marbawati; Hari Ismanto
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 7 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.471 KB) | DOI: 10.22435/blb.v7i2.1333

Abstract

Pada artikel sebelumnya dimuat mengenai hasil pelatihan identifikasi tikus yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM Instalasi Rodentologi Loka litbang P2B2 Banjarnegara tanggal 23 – 27 Agustus 2010, di Laboratorium Mamalia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertempat di Cibinong Bogor. Beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan ini diantaranya mengenai taksonomi rodentia (tikus), habitat dan perilaku tikus, teknik dasar identifikasi serta pengawetan tikus. Pada terbitan kali ini dituliskan materi mengenai pengawetan tikus.