Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAYA HIDUP MAHASISWA PENGGUNA ONLINE SHOP (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH IAI ULUWIYAH MOJOKERTO) Muhammad Nawawi; Dhelittya Finaliyani Putri; Muchammad Wildanil Mubarok; Moch Nurcholis Majid
Al-Maquro' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 2 (2020): Al-Maquro' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAI Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada dua persoalan yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu: (1) Bagaimana Motif mahasiswa pengguna online shop, (2) Bagaimana gaya hidup mahasiswa pengguna online shop. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, dalam penelitian ini digunakanlah metode deskriptif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai prilaku konsumtif dan gaya hidup mahasiswa penguna online shop, kemudian data tersebut dianalisis secara kritis dengan teori gaya hidup Adorno, sehingga diperoleh analisis yang mendalam tentang motif mahasiswa dan cara hidup mahasiswa penguna online shop di fakultas Tarbiyah IAI Uluwiyah Mojokerto. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Motif meliputi ikut-ikutan teman, ingin selalu update barang terbaru, penampilan gambar lebih bagus, lebih murah, cari untung, menghemat waktu (2) sedangkan gaya hidup mahasiswa hedonis di tunjukan dari gaya berpakaian yang mengkontruksikan citra diri yang gaul di lingkungan kampus. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang dapat diusulkan adalah (1) supaya tidak melakukan segala hal itu dengan cara yang berlebihan, dan agar memperhatikan juga kebutuhan lain yang lebih penting (2) ada baiknya bagi para mahasiswa untukmemahami lebih dalam lagi fungsi dan kegunaan online shop. Sehingga dapat mengunakan online shop dengan lebih baik dan bijak.
STRUKTUR-DALAM KEBUDAYAAN : AKAR DARI REALITAS Trisno Kosmawijaya; Moch Nurcholis Majid
Al-Maquro' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2020): Al-Maquro
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAI Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peper explains the inner Structure of a culture, the unconscious assumption of how the world works, is what unites a culture that creates a unique culture, and which explains the "how" and "why" questions of a collective action of a culture. History is a witness who witnesses the passage of time: illuminating reality, giving importance to the memory of providing clues in everyday life, and bringing up knowledge of ancient times. The deep-rooted culture of the relativity of three social organizations, namely Family, History and Religion (Ways of View). These three social organizations play a role in terms of approving, defining, creating, disseminating, defending, and strengthening the basic and essential elements of a culture. Abstraksi Peper ini menjelaskan tentang Struktur-dalam suatu budaya, asumsi tidak sadar tentang bagaimana dunia ini berjalan, adalah hal yang menyatukan suatu kebudayaan yang membuat suatu budaya unik, dan yang menjelaskan pertanyaan “bagimana” dan “mengapa” dari tindakan kolektif suatu budaya. Sejarah merupakan saksi yang menyaksikan berlalunya waktu: mengiluminasi kenyataan, mementingkan memori menyediakan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari, dan memunculkan pengetahuan tentang zaman dahulu. Struktur-dalam kebudayaan akar dari relatitas terbentu atas tiga organisasi sosial, yakni Keluarga, Sejarah dan Agama (Cara Pandang). Tiga organisasi sosial ini, berperan dalam hal menyetujui, mendefinikasikan, menciptakan, menyebarkan, mempertahankan, dan menguatkan elemen dasar dan penting suatu budaya.
Teknologi Informasi Komunikasi Dan Masyarakat Jaringan Dhelittya Finaliyani Putri; Moch Nurcholis Majid; suhajis suhajis
Al-Maquro' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2020): Al-Maquro
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAI Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses communication technology information and network society, starting from how the understanding of network society, the concept of network society and the impact of network society and how network society forms in Indonesia. To find out the answer to the focus of the problem, the writer uses descriptive analysis method. Can be found that the network society is a network (network society) kahalayak or audience that has connectivity and interactive in processing information through new media. Society itself was born in response to technological developments that are so fast to be mediated by the internet. The impact of network society is the emergence of an informational economy, the emergence of activities and forms of the global economy, the development of corporate networks across places and times, the occurrence of work and job transformation, the emergence of social polarization and social exclusion, the emergence of a culture of real virtuality. In Indonesia, the network community is very clear in using information and communication technology mediated by the internet to connect with one another to other people with fast feedback.
Muted Group Theory Wanita Berhijab Merokok Dalam Sudut Pandang Realias Sosial Dhelittya Finaliyani Putri; Moch Nurcholis Majid; Aida Fitrianah Zen
Al-Maquro' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2020): Al-Maquro
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAI Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women who smoke are the topics raised in this study. Women with identical hoods are women who are Muslim, women who are good, cover their genitals, dress modestly, and maintain good manners. Usually respected by men because women are veiled. In Islam a woman who wears a veil to the back, wears a robe and has her chest covered. In this study, researchers used descriptive qualitative research methods, descriptive research in general was conducted to see events that caught the attention of researchers. Descriptive aims to systematically and accurately describe facts and characteristics about the population or regarding a particular field. The data collected is merely descriptive so it does not intend to seek explanations, test hypotheses, make predictions or study the implications. This research results in disapproval and negative thinking for veiled women who smoke, the reason generally taken is because the veil on women is a symbol for a Muslim woman. The speakers also feel uncomfortable if there are veiled women who smoke, especially if it is done in public.
Pesan dakwah dalam KH. Ahmad Mustofa Bisri Tentang Pembakaran Bendera Tauhid Di Youtube Moch Nurcholis Majid
Al-Maquro' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2021): Al-Maquro' Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAI Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

research is to know the content of the message and the meaning of the message sign of da'wah in a lecture on Youtube: based on the message structure and theory of semiotic analysis of the Charles S. Peirce model. To identify these problems in depth and depth, the researchers used qualitative research methods using the semiotic analysis of Charles S. Peirce's model which is non-environmental. This study resulted in the findings of the Da'wah Message in Youtube lectures: on the message of da'wah in KH Mustofa Bisri's lecture on Youtube with the title Gus Mus's Advice for Indonesian Muslims (KH Mustofa Bisri's Message related to the HTI Airport Polemic or the Tawhid Flag), the contents of the message conveyed in the video The meaning of the message contained in Gus Mus's lecture related to HTI news shows the values ​​of the da'wah message in the form of faith and morality. The next recommendation is to conduct in-depth research with data on the perception of listeners while using quantitative methods so that there are decent results.
Model Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar Persepektif Teori Belajar Humanistik Mazroatul Hidayah; Moch Nurcholis Majid; Evy Dwi Andriani
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.169

Abstract

Sistem pendidikan memiliki berbagai model dalam menciptkan lulusan yang handal di era revolusi industri 4.0 saat ini. seperti halnya dengan mengembangkan model kemandirian belajar dengan tujuan dapat meningkatkan potensi-potensi dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan secara mandiri dan memiliki sikap tangungjawab atas tugas yang diberikan. Hal ini dapat diterapkan dengan sering menjalankan kegiatan belajar kelompok sehingga ada saling interaksi antara siswa lain dan kebebasan mencari pengetahuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan di dalam kelompok tersebut. Serta posisi guru sebagai pendamping dalam proses proses belajar kelompok tersebut bukan sebagai penceramah atau menyelesaikan problem dalam setiap kelompok. Sehingga peran guru sebagai fasilitor dalam proses pembelajaran sesui dengan konsep merdeka belajar. Hal ini sejalan dengan toeri belajar humanistik yang menjadikan peserta didik sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator atau pendamping dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan demikian proses pembelajaran dengan model kemandirian belajar siswa dapat tercipta dengan baik. dengan hal itu untuk menetukan keberhasilan dalam kemandirian belajar para siswa.