Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Theological Meaning Don’t There Any Other God Before Me In The Exodus 20:3 Anjai Silalahi; Bobby Kurnia Putrawan
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 1 No 1 (2020): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.1 No.1 (April 2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.414 KB) | DOI: 10.46362/jrsc.v1i1.41

Abstract

Basically, there are still many Christians who do not have a correct understanding of the monotheistic God and what it is related to the first Law of God. Because this lack of understanding often occurs among Christians who practice polytheism, syncritism and others who do not please God. Do not have other gods before Me (Ex. 20: 3), which is a very basic thing that must be understood well, in order to carry out true worship of the true God. This study aims to provide a concrete explanation of the importance of knowing the correct understanding of there should be no other God before Me (Ex. 20: 3). This study uses the (library research) method using books and other reading materials. The approach used is descriptive which focuses on the meaning of the phrase do not have another god before Me according to Exodus 20: 3. Pada dasarnya masih banyak orang Kristen yang belum memiliki pemahaman yang benar tentang Tuhan yang tauhid dan apa kaitannya dengan Hukum Tuhan yang pertama. Karena kurangnya pemahaman ini sering terjadi di antara orang-orang Kristen yang mempraktikkan politeisme, sinkritisme, dan orang-orang lain yang tidak menyenangkan Tuhan. Jangan ada tuhan lain di hadapan-Ku (Keluaran 20: 3), yang merupakan hal yang sangat mendasar yang harus dipahami dengan baik, agar dapat melaksanakan penyembahan yang benar kepada Tuhan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang konkrit tentang pentingnya mengetahui pemahaman yang benar bahwa tidak ada Tuhan yang lain di hadapan-Ku (Keluaran 20: 3). Penelitian ini menggunakan metode (studi pustaka) dengan menggunakan buku dan bahan bacaan lainnya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif yang menitikberatkan pada makna kalimat tidak memiliki tuhan lain dihadapan-Ku menurut Keluaran 20: 3.
Aplikasi Etika Alkitab dan Etika Modern Dalam Bidang Pastoral Anjai Silalahi; Eleonora Patricia Selfina
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 1 No 2 (2020): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.1 No.2 (October 2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.563 KB) | DOI: 10.46362/jrsc.v1i2.43

Abstract

The realities of life are often not as expected, problems, challenges and disappointments come and go. There is no guarantee that being a believer means that they are immediately free from problems, but God allows this to happen in His chosen people as a test of faith towards spiritual maturity. The method in this writing is a qualitative description, which analyzes from each writing source and reconstructs it into a written concept. The result is pastoral ministry is very important in a church, provided to help congregations who are in trouble. In the counseling service, the counselor will provide motivation, direction, and values based on the word of God, so that the congregation is able to survive the problems in their life and be closer to God. Realitas kehidupan seringkali tidak sesuai harapan, masalah, tantangan dan kekecewaan datang silih berganti. Tidak ada jaminan bahwa menjadi mukmin berarti langsung bebas dari masalah, tetapi Tuhan mengijinkan hal ini terjadi pada umat pilihan-Nya sebagai ujian iman menuju kedewasaan rohani. Metode dalam penulisan ini adalah kualitatif deskripsi, dimana menganalisa dari setiap sumber-sumber penulisan dan merekontruksinya menjadi konsep yang ditulis ini. Hasilnya adalah pelayanan pastoral sangat penting di gereja, disediakan untuk membantu jemaat yang bermasalah. Dalam pelayanan konseling, konselor akan memberikan motivasi, arahan, dan nilai-nilai yang dilandasi firman Tuhan, sehingga jemaah mampu bertahan dari permasalahan dalam hidupnya dan lebih dekat dengan Tuhan.