Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis bokashi feses sapi dan konsentrasi POC kulit bawang merah yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan telah dilaksanakan di Jorong Kubang Nan Duo, Kenagarian Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok dari Desember 2024 sampai April 2025 pada ketinggian tempat 1.400 mdpl. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah bokashi feses sapi yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0, 5, dan 10 t/ha. Faktor kedua adalah POC kulit bawang merah dengan 3 taraf yaitu: 0, 50, dan 100 ml/L. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, akar terpanjang, jumlah umbi per rumpun, bobot basah dan bobot kering umbi per rumpun, persentase penurunan bobot umbi, produksi umbi kering per hektar, dan klasifikasi umbi. Hasil percobaan diperoleh tidak terdapat interaksi bokashi feses sapi dan POC kulit bawang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan bokashi feses sapi secara tunggal dapat meningkatkan tinggi tanaman, akar terpanjang, bobot basah umbi per rumpun, bobot kering per rumpun, persentase penurunan bobot umbi, dan produksi umbi kering per hektar. Perlakuan POC kulit bawang merah secara tunggal meningkatkan tinggi tanaman, jumlah umbi per rumpun, dan persentase penurunan bobot umbi. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah dapat digunakan bokashi feses sapi dosis 10 t/ha dan konsentrasi POC kulit bawang merah 50 ml/L.