Lionarto Erson Jayadi
Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KARAKTER MENGHORMATI ORANG TUA LEWAT PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DASAR Santia Santia; Tarisih Naat; Lionarto Erson Jayadi
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2021): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.2, No.2, June 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v2i2.45

Abstract

It is very important for children to have character in respecting their parents. In the formation of the child's character certainly does not happen by itself, but needs the help of others. Not only parents, Christian religious education, has an important role in shaping the character of children. The formation of character through school should also be considered in school, education is not only about subjects that only focus on the acquisition of cognitive abilities but also the cultivation of Christian values. In this paper, the author uses the method of literature study in solving the problem of how to increase the character of respect for parents through Christian religious education for primary school children. The results of this study are respect for parents is an attitude that needs to be instilled in elementary school children, so that they can socialize well in society. Character education for elementary school children through Christian religious education is the key in changing the younger generation for the better. Penting sekali untuk anak mempunyai karakter dalam menghormati orang tua. Dalam pembentukan karakter anak tentu tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan butuh bantuan orang lain. Bukan hanya orang tua, pendidikan agama Kristen, punya peran penting dalam membentuk karakter anak-anak. Pembentukan karakter melalui sekolah juga harus di perhatikan di sekolah, pendidikan tidak semata-mata tentang mata pelajaran yang hanya mementingkan diperolehnya kemampuan kognitif tetapi juga penanaman nilai-nilai kristiani. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode studi pustaka dalam memecahkan permasalahan mengenai bagaimana meningkatkan karakter menghormati orang tua lewat pendidikan agama Kristen untuk anak sekolah dasar. Hasil penelitian ini adalah menghormati orang tua merupakan sikap yang perlu ditanamkan ke anak Sekolah Dasar, sehingga mereka dapat bersosialisasi dengan baik di masyarakat. Pendidikan karakter pada anak Sekolah Dasar lewat pendidikan agama Kristen menjadi kunci dalam perubahan generasi muda yang lebih baik
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas 8c Dalam Pendidikan Agama Kristen Melalui Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Di Sekolah Menengah Pertama BOPKRI 3 Yogyakarta Intan Anggreni; Ester Agustini Tandana; Eko Basuki; Liantoro Liantoro; Lionarto Erson Jayadi
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4 No 1 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i1.202

Abstract

This study aims to improve the learning interest of class 8C students in the subject of Christian Religious Education at SMP BOPKRI 3 Yogyakarta through the implementation of Problem-Based Learning (PBL) strategies. The research method used is classroom action research (CAR) which consists of several cycles, each covering the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study indicate that the implementation of PBL is effective in improving students' learning interest. Students are more actively involved in the learning process, show improvements in critical thinking skills, and are more enthusiastic in solving problems related to the subject matter. This improvement is reflected in better academic grades and student activity during the learning process. In addition, supporting factors such as teacher support in guiding discussions, the use of interesting learning media, and a conducive classroom atmosphere also contribute to increasing students' learning interest. This study is that the Problem-Based Learning strategy is effective in improving the learning interest of class 8C students in Christian Religious Education. Recommendations for further research are to adopt PBL in other subjects and expand the use of learning media to further increase student engagement and interest in learning. Keywords: Learning interest, Christian Religious Education, Problem-Based Learning (PBL), classroom action research, junior high school students. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas 8C dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta melalui penerapan strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBM efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa. Siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran, menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis, dan lebih antusias dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran. Peningkatan ini tercermin dalam nilai akademik yang lebih baik dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, faktor-faktor pendukung seperti dukungan guru dalam membimbing diskusi, penggunaan media pembelajaran yang menarik, dan suasana kelas yang kondusif juga berkontribusi terhadap peningkatan minat belajar siswa. Penelitian ini adalah bahwa strategi Pembelajaran Berbasis Masalah efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas 8C dalam Pendidikan Agama Kristen. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengadopsi PBM dalam mata pelajaran lain dan memperluas penggunaan media pembelajaran untuk lebih meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa.