Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prospektif Pengaturan Euthanasia Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia Endang Suparta
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ILMIAH PENEGAKAN HUKUM DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiph.v5i2.2183

Abstract

Membahas euthanasia dalam perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia merupakan hal yang sangat menarik mengingat dalam dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia memaknai hak hidup sebagai salah satu hak yang sangat prinsipil, bahkan hak ini masuk dalam kategori non derogable right, yakni hak yang tidak dapat dikurangi dalam kondisi apapun dan oleh siapapun. Persoalan euthanasia memang pada dasarnya adalah suatu bentuk menghilangkan nyawa orang lain dengan cara yang tidak menimbulkan rasa sakit dengan maksud meringankan beban penyakit dari yang bersangkutan, namun dalam perspektif HAM, hak hidup sama sekali tidak boleh dihilangkan, sekalipun atas izin dari yang bersangkutan, sehingga segala bentuk penghilangan hak hidup seseorang jelas merupakan sebuah pelanggaran HAM yang tentu saja memiliki konsekuensi hukum bila hal tersebut dilakukan. Dari berbagai macam perdebatan mengenai euthanasia, mulai dari sudut pandang HAM, Agama dan prakteknya dibeberapa Negara, alangkah baiknya Indonesia tetap melarang perbuatan euthanasia, dengan menuangkannya ke dalam suatu ketentuan hukum yang lebih tegas dan yang jauh lebih baik dari pengaturan euthanasia sebagaimana terdapat dalam KUHP saat ini.
Pencegahan Konflik Agraria di Tingkat Kelurahan Melalui Pemahaman Kontrak Jual Beli Tanah di Kelurahan Pamenang Dede Iskandar; Fitri Kartika Sari; Endang Suparta; Syndi Septia Zelika; Lidia Dama Yanti
Vox Populi: Jurnal Umum Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Vox Populi: Jurnal Umum Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT. Meja Ilmiah Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70308/voxpopuli.v3i1.370

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah dan memitigasi potensi konflik agraria di Kelurahan Pamenang melalui edukasi hukum kontrak jual beli tanah dan pelatihan mediasi bagi aparatur kelurahan. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan berupa penyuluhan dan pelatihan partisipatif, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi hukum secara signifikan pada warga, khususnya terkait pemahaman syarat sah perjanjian, pentingnya beralih dari perjanjian lisan ke perjanjian tertulis, dan urgensi pendaftaran hak atas tanah melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Selain itu, aparatur kelurahan berhasil diberdayakan melalui simulasi mediasi sengketa, sehingga mampu bertindak sebagai penengah yang netral dan kompeten dalam memfasilitasi penyelesaian konflik di luar pengadilan. Pengabdian ini menghasilkan sebuah pemahaman komprehensif yang mengintegrasikan kesadaran hukum masyarakat dan kapasitas kuratif aparatur, guna mewujudkan stabilitas dan kepastian hukum pertanahan di Kelurahan Pamenang.