Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Estetika Haptik dan Kelahiran Lukisan Stanislaus Yangni
Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2658.246 KB) | DOI: 10.24071/ret.v4i2.420

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang estetika haptik yang muncul di dalam karya seni. Konsep ini berasal dari gagasan Deleuze yang memandang bahwa kreasi atau penciptaan itu terjadi ketika manusia berada dalam keterbatasan hidup dan melampaui rasionya. Seni, bagi Deleuze, adalah perihal menghadirkan sensasi, menangkap kekuatan, dan melukis adalah “menghadirkan kekuatan yang tak kelihatan.”Dia menjelaskan mengenai logika sensasi yang disebutnya diagram. Logika ini tidak bisa dikatakan dengan gramatika bahasa biasa yang kita kenal. Ia dimiliki setiap seniman dalam setiap proses kreasinya. Konsep tersebut memungkinkan kita memahami estetika haptik yang menawarkan paradigma khas untuk mengapresiasi karya seni. Estetika haptik memungkinkan orang terbuka dan mampu berdialog dengan karya seni lewat logika sensasi yang dimiliki karya itu.