Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora
Vol 4, No 2 (2016)

Estetika Haptik dan Kelahiran Lukisan

Stanislaus Yangni (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2017

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang estetika haptik yang muncul di dalam karya seni. Konsep ini berasal dari gagasan Deleuze yang memandang bahwa kreasi atau penciptaan itu terjadi ketika manusia berada dalam keterbatasan hidup dan melampaui rasionya. Seni, bagi Deleuze, adalah perihal menghadirkan sensasi, menangkap kekuatan, dan melukis adalah “menghadirkan kekuatan yang tak kelihatan.”Dia menjelaskan mengenai logika sensasi yang disebutnya diagram. Logika ini tidak bisa dikatakan dengan gramatika bahasa biasa yang kita kenal. Ia dimiliki setiap seniman dalam setiap proses kreasinya. Konsep tersebut memungkinkan kita memahami estetika haptik yang menawarkan paradigma khas untuk mengapresiasi karya seni. Estetika haptik memungkinkan orang terbuka dan mampu berdialog dengan karya seni lewat logika sensasi yang dimiliki karya itu.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

Retorik

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora was founded in 2001 with the aim of seeking a new scientific ethos in the humanities with an interdisciplinary, political, and textual spirit. It was, and still remains, the aspiration of Retorik to foster humanities research with a scientific ethos capable of ...