Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri 8 Tondano: Penelitian Dev Andhika Sandiang; Marien Pinontoan; Margareta Oktavia Sumilat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6680

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi kenampakan alam, melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada peserta didik kelas IV SD Negeri 8 Tondano. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian melibatkan 28 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi serta pemberian tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan berpedoman pada persentase ketuntasan belajar siswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan model STAD memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar. Pada siklus I, rata-rata capaian belajar siswa berada pada angka 65,89% dengan tingkat ketuntasan sebesar 35,71%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 86,07% dan seluruh siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar dengan persentase 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Tondano.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD GMIM Wulauan Tondano Meyel Nander; Marien Pinontoan; Zoya Sumampow
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS siswa kelas IV SD GMIM Wulauan Tondano melalui penerapan Model Problem Based Learning (PBL). Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa karena proses pembelajaran yang berlangsung di kelas masih didominasi oleh metode ceramah, sehingga pembelajaran menjadi kurang menarik dan peserta didik kurang aktif pada saat proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Utomo dkk, (2024) yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus penilaian dengan subjek penelitian sebanyak 26 siswa kelas IV yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan (serta 1 siswa dievaluasi dalam proses keseluruhan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes/evaluasi dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bagaimana Aku Memenuhi Kebutuhanku. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar klasikal mencapai 46,15% yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebelumnya, namun hasil tersebut belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) 75%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, hasil belajar meningkat signifikan menjadi 88,46% dan telah memenuhi KKTP. Selain meningkatkan hasil ketuntasan belajar siswa, penerapan model PBL juga mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, kemampuan berpikir kritis siswa, serta tanggung jawab dalam proses pembelajaran IPAS.